Politik

Menyusul Partai NasDem, PKB Resmi Merapat Ke PDIP

Saturday, 10 Mei 2014 | View : 1213

JOMBANG-SBN.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi merapat ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusung Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ pada Pemilihan Presiden (Pilpres), Juli mendatang.

Keputusan itu berdasarkan rapat gabungan dewan tanfidz dan Dewan Syuro PKB di Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyiin Pacung Gowang, Jombang, provinsi Jawa Timur, pada hari ini, Sabtu (10/5/2014). “Sudah resmi,” beber Ketua DPP PKB yang alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (1991-1998) dan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Gajayana Malang (1993-1998) ini, H. Marwan Jafar, B.B.A., S.E., S.H. kepada wartawan, Sabtu (10/5/2014).

Ketua Fraksi PKB DPR RI 2009-2014 yang bertugas di Komisi V DPR RI yang menangani Kementerian Pekerjaan Umum Indonesia, Kementerian Perumahan Rakyat Indonesia, Kementerian Perhubungan Indonesia dan Badan SAR Nasional ini, Marwan Jafar mengaku keputusan berkoalisi dengan PDIP itu sudah setelah mendapatkan respons positif dalam pertemuan Dewan Syuro PKB dan para kyai.

Sinyal PKB akan berkoalisi dengan PDIP sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu. Di awali dengan kunjungan mantan Wali Kota Solo, Jokowi ke kantor DPP PKB pasca Pemilihan Legislatif (pileg) 2014.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia ke-23 Kabinet Indonesia Bersatu jilid II yang mulai menjabat sejak 22 Oktober 2009 yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar mengatakan, partainya meyakini capres dari PDIP yakni Ir. H. Joko Widodo alias ‘Jokowi’ mampu menjaga tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pelaksanaan Islam ahlussunnah waljamaah, dan peningkatan kesejahteraan rakyat seluruh Indonesia. "Keputusan ini didasarkan atas maslahat kebangsaan dan kesejahteraan rakyat," tegas Cak Imin demikian panggilan akrab Muhaimin Iskandar.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ingin menciptakan pemerintahan yang kuat, berwibawa, serta efektif dan efisien bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Diharapkan, keputusan merapat ke PDIP akan mempermudah mewujudkan cita-cita perjuangan PKB. "Kami sadar bahwa untuk membenahi Indonesia diperlukan kerja sama yang baik dan tulus antarsemua komponen bangsa," terang lulusan Master Bidang Komunikasi Universitas Indonesia tahun 2001 ini, Muhaimin Iskandar.

Sejak era revolusi kemerdekaan telah terjalin kerja sama antara para kyai dan tokoh kaum nasionalis, antara para santri dan kaum marhaen, antara PNI dan NU, serta antara Bung Karno dan K.H. Hasyim Asyari serta para sesepuh NU lainnya. “Itu semua adalah bukti bahwa koalisi dan kerja sama kami memang benar-benar lahir batin dan dari hati yang terdalam. Karena tidak hanya didasari oleh platform dan visi misi yang sama, tetapi juga historisitas yang mengakar," jelas alumnus FISIP Universitas Gajah Mada tahun 1992 ini, Muhaimin Iskandar.

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar yang juga Wakil Ketua DPR RI selama 2 periode (1999-2004 dan 2004-2009) ini saat di Jombang, Jawa Timur pada 30 April lalu mengakui sudah melakukan penjajakan serius dengan PDIP. "Sudah melakukan pembicaraan serius terkait masalah ini (koalisi) dengan PDIP. Bahkan sudah tahap pacaran, hanya tinggal menentukan waktu lamaran," ungkap Muhaimin Iskandar yang sering dipanggil Gus Imin ini usai menghadiri pertemuan alumni santri di Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, provinsi Jawa Timur Rabu (30/4/2014).

Bahkan Cak Imin demikian panggilan akrab Muhaimin Iskandar mengakui sudah menyiapkan sejumlah nama untuk dijadikan calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Calon Presiden (Capres) PDIP, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’.

Selain dari PKB, PDIP sebelumnya juga mendapatkan dukungan dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) mengusung Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ yang saat ini masih menjadi Gubernur DKI Jakarta sebagai calon presiden (capres) 2014-2019. (jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.475 Since: 05.03.13 | 0.1747 sec