Hukum

JK Tanya Mantan Menkeu: Mana SMS Yang Kau Kirim?

JAKARTA-SBN.

Wakil Presiden RI periode 2004-2009 Jusuf Kalla mengaku tidak mendapatkan pesan singkat (SMS) dari Menteri Keuangan yang saat itu dijabat Sri Mulyani Indrawati mengenai pemberian dana talangan kepada Bank Century sebesar Rp 2,7 triliun pada 21 November 2008.

"Apakah mendapat SMS dari Sri Mulyani?" tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pulung Rinandoro dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, hari ini, Kamis (8/5/2014). "Tidak dapat SMS," jawab JK.

Padahal dalam sidang Jumat (2/5/2014) Sri Mulyani Indrawati mengaku sudah mengirimkan SMS kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan diteruskan ke Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden (Wapres) yang menjadi pelaksana tugas presiden.

Isi SMS tersebut adalah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 21 November 2008 sudah memutuskan memberikan dana talangan sebesar Rp 2,7 triliun kepada Bank Century karena bank tersebut masuk sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Wakil Presiden RI periode 2004-2009, Jusuf Kalla mengungkapkan bila mantan Menkeu sekaligus mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati sempat kebingungan ketika ditanya pesan singkat (SMS) yang pernah dikirimkannya. Bahkan, sambung JK, Sri Mulyani Indrawati tidak bisa menjawab saat itu.

"Saya cuma tanya mana SMS yang kau (Sri Mulyani) kirim kepada saya. Tapi Bu Sri Mulyani tidak bisa menjawabnya," beber Jusuf Kalla usai bersaksi untuk terdakwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Pengelolaan Moneter, Budi Mulya (BM) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (8/5/2014).

JK, pun menilai sudah menjelaskan dalam persidangan kalau mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Indonesia Bersatu sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Sri Mulyani Indrawati tidak pernah mengirim SMS seperti dikatakannya saat bersaksi untuk terdakwa yang sama pada Jumat (2/5/2014) kemarin.

"Tadi saya jelaskan, saya sama sekali tidak pernah menerima SMS. Apa yang disebut Bu Sri Mulyani kan tembusan, cc. Saya tidak menerima cc itu," tukas JK seusai sidang.

Namun JK tidak mengetahui apakah SMS Sri Mulyani Indrawati tersebut diterima Presiden SBY. Dia juga mengaku tidak mengetahui apakah Sri Mulyani Indrawati mengirimkan SMS tersebut pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Saya tidak tahu," pungkas JK sapaan akrab Jusuf Kalla.

Namun JK mengakui bahwa Sri Mulyani Indrawati belakangan mengakui tertipu dengan data BI mengenai Bank Century. “Ibu Sri Mulyani sendiri mengatakan menyampaikan tanggal 30 September 2009. Alasannya saya kira sama dengan kemarin, dikasih data Rp 600 miliar, yang keluar Rp2,7 triliun,” tambah dia.

JK tidak menanyakan kepada Boediono yang pada 2008 menjabat sebagai Gubernur BI mengapa angka dari BI berubah. “Saya tidak tahu. Saya tidak pernah tanya karena saya sudah berhenti juga," imbuh JK.

Pada rapat konsultasi KSSK pada 24 November 2008 BI mengubah kondisi CAR (rasio kecukupan modal) Bank Century dari awalnya negatif 3,53 persen pada 21 November 2008 namun pada 24 November 2008 CAR Bank Century menjadi sudah menjadi negatif 35,92 persen.

Sri Mulyani Indrawati sendiri pun bahkan mengatakan bahwa ia bisa mati berdiri dengan perubahan data seperti itu.

Budi Mulya selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia didakwa Jaksa KPK karena telah meyalahgunakan kewenangannya dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan bank century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Pengelolaan Moneter, Budi Mulya dengan dakwaan primer dari Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Selanjutnya jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana; dan dakwaan subsider dari Pasal 3 jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Pasal tersebut mengatur tetang penyalahgunaan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara. Ancaman pelaku yang terbukti melanggar pasal tersebut adalah pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp 1 miliar. (ant/jos/tri)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.515 Since: 05.03.13 | 0.1463 sec