Nasional

Dua Petugas Jembatan Timbang Jateng Dinonaktifkan

Wednesday, 07 Mei 2014 | View : 856

SEMARANG-SBN.

Dua petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jawa Tengah yang bertugas di jembatan timbang di Subah, Batang tertangkap basah menerima pungutan liar (pungli) jembatan timbang di Kecamatan Subah, Batang, 27 April 2014 lalu dinonaktifkan. Hal ini menyusul adanya praktik pungutan liar (pungli) yang tertangkap tangan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu.

Namun, sanksi kepegawaian  masih menunggu Surat Keputusan Gubernur Ganjar Pranowo.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jawa Tengah Urip Sihabudin mengatakan, kedua petugas tersebut sudah dinonaktifkan sejak 29 April 2014 lalu. Keduanya ditarik ke kantor Dishubkominfo dan tidak kembali bertugas di jembatan timbang. "Penindakan pegawai tidak bisa cepat karena ada aturannya. Kami sudah siapkan sanksi dan masih nunggu SK ke BKD lalu ditandatangani Gubernur," jelasnya kepada wartawan di Semarang, Rabu (7/5/2014).

Menurut Urip Sihabudin, sanksi kepegawaian yang bersifat administratif tersebut akan melekat terus secara personal sampai yang bersangkutan memasuki masa pensiun. "Sanksi ini sudah diputuskan tim Dishubkominfo, Inspekrorat, dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, ini nanti disampaikan ke Gubernur dan Surat keputusan dari Gubernur Jateng atas sanksi itu akan segera ditetapkan dalam waktu dekat," terangnya lagi, Rabu (7/5/2014).

Urip Sihabudin mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, praktik pungli dua petugas itu dilakukan atas inisiatif sendiri, bukan perintah atasan. Tak hanya kedua petugas itu, Dishubkominfo juga menerapkan sanksi serupa kepada atasannya yakni Kepala Seksi Pengawasan dan Operasional serta Kepala UPT.

Meski begitu, ungkap Urip Sihabudin, atasan kedua petugas itu yakni Kepala Seksi Pengawas dan Operasional serta Kepala Pelaksana Teknis Jembatan Timbang Subah, Batang juga akan dikenai sanksi berupa sanksi manajerial. Hal itu, sambung dia, dilakukan karena sebagai atasan dianggap lalai dalam melakukan pengawasan. Namun sanksi yang diberikan berbeda dengan sanksi petugas lapangan yang terlibat. "Intinya catatan kinerja. Pemeriksaan, kesalahan atasan manajerial,” bebernya lagi.

Sementara itu, untuk menghilangkan praktik pungli, Urip Sihabudin menyatakan akan segera melakukan pembenahan sistem operasional. Antara lain dengan penggunaan portal elektronik seperti yang digunakan di tempat parkir kendaraan untuk akurasi data.

Nantinya setiap sopir yang akan masuk ke jembatan timbang, akan menekan tombol dan mengambil karcis yang berisi data berat muatan, baru kemudian portal terbuka. Jika ada pembayaran denda, akan dibayarkan langsung ke teller bank yang akan disiapkan di sana. Dengan demikian, pembayaran denda tidak akan diberikan pada petugas untuk menghilangkan pungli.

Urip Sihabudin mengatakan tengah menjajaki kerja sama dengan Bank Jateng untuk pembayaran denda di jembatan timbang. "Kami akan memperkecil keterlibatan petugas, ini jelas agar tidak ada pungli," paparnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menambah kamera tersembunyi atau closed circuit television (CCTV) di 16 jembatan timbang yang ada. Hal ini untuk memantau segala kegiatan di masing-masing jembatan timbang.

Sebelumnya pada setiap jembatan timbang telah terpasang dua unit CCTV, namun karena dirasa belum menjangkau keseluruhan aktivitas, makanya akan ditambah satu unit.

Urip Sihabudin menambahkan pihak Dishukominfo Jateng juga akan melakukan evaluasi sumber daya manusia di 16 jembatan timbang yang dijaga 279 petugas.

Menurutnya, petugas yang ada saat ini jumlahnya kurang ideal, sehingga direncanakan ada penambahan.

"Kami juga akan mengevaluasi jembatan timbang mana yang efektif dan mana yang tidak, kemudian kami usulkan ke Kementerian Perhubungan agar ditutup sementara sampai ada penambahan petugas," jelasnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan sanksi yang diproses oleh Inspektorat Jateng saat ini masih terus berlanjut. Menurutnya, kejadian yang sempat membuat geger banyak pihak itu akan ditindaklanjuti paralel dengan solusi kongkrit. "Jadi tidak menghukum saja, tapi sistemnya kami perbaiki," tegas dia.

Menurutnya pemeriksaan terhadap semua unsur yang terlibat dalam pungli tersebut terus dipantau. “Siapa bilang belum ada hasilnya. Cuma kalau ini belum selesai, maka kami belum sampaikan. Kami periksa semua, tapi kami tidak abluk-abluk (buka-bukaan),” tandasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan akan membawa permasalahan ini menjadi isu nasional. Sebab, menurutnya, aksi pungli ini sangat sistemik dan menyangkut aturan berbeda di masing-masing daerah, sehingga harus disamakan untuk ketentuan denda ataupun tilang. (jos/kom)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.385 Since: 05.03.13 | 0.1382 sec