Hukum

Kapolda Jabar: Dari 113 Anak, 18 Disodomi Emon

Wednesday, 07 Mei 2014 | View : 1837

SUKABUMI-SBN.

Sosok  Andi Sobari alias Emon  (24), tersangka kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak di Sukabumi, Jawa Barat,  kini menjadi fenomena. Betapa tidak, ia menyodomi  sekitar   lebih dari 110 orang anak-anak, sebuah kondisi yang menghebohkan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan  terhadap Andri Sobari alias Emon, tersangka kasus kejahatan seksual serta pemeriksaan terhadap 113 orang anak yang diduga menjadi korbannya, sebanyak 18 orang anak diketahui disodomi oleh tersangka.

"Tidak semua korban disodomi oleh tersangka,” ungkap Kepala Polisi Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Mochammad Iriawan yang menggantikan Irjen. Pol. Suhardi Alius, saat ditemui di Markas Kepolisian Resor Sukabumi Kota, Rabu (7/5/2014).

Mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) ini membawa pengalamannya ke Jawa Barat. Pria jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1984 ini menjadi Kapolda Jawa Barat setelah dilantik Kapolri Jenderal Polisi Sutarman di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jumat (6/12/2013) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Ia mengatakan, selain 18 anak yang disodomi, sebanyak 33 orang anak  dicabuli atau digesek-gesek, 10  anak dibujuk dan dirayu untuk melakukan sodomi, dan 1 orang  dipukul karena tidak mau disodomi.

"Sisanya sebanyak 51 orang yang melapor hanyalah sebagai bentuk kekhawatiran masyarakat  yang takut anaknya menjadi korban tersangka," beber dia.

Kapolda Jawa Barat mengatakan, polisi masih  terus mendalami kasus Emon. Sebab, di Jawa Barat   saat ini sudah ada tiga daerah yang mengalami kasus serupa yakni Sumedang, Garut, dan  Sukabumi. "Kami akan mempelajari kasus ini agar dapat mencari cara pencegahan," papar dia.

Kasus Emon rupanya menarik perhatian Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Jawa Barat, Brigjen Pol. Rycho Amelza Dhaniel.

Perwira tinggi bintang satu itu bahkan meluangkan waktu untuk berdialog secara langsung dengan Emon yang kini menghuni tahanan Polres Sukabumi Kota. “Saat ini pelapornya sudah 110 anak," beber Brigjen Pol. Richko Amelza Dhaniel kepada wartawan, Selasa (6/5/2014). Padahal, beberapa jam sebelumnya, jumlah korban baru 95 anak.
Brigjen Pol. Rycko Amelza Dhaniel menemui Emon di ruang kerja Kasubag Sarana dan Prasarana (Sarpas) Polres Sukabumi Kota.

Emon mengenakan baju tahanan berwarna oranye, duduk di kursi tamu  ruang seluas 3x2 m. Sedangkan Brigjen. Pol. Rycko Amelza Dhaniel duduk di kursi kerja Kasubag Sarpras.

Saat berbincang dengan Emon, Brigjen Pol. Rycko Amelza Dhaniel sama sekali tak menyanderkan punggungnya ke kursi. Sambil mewawancara, Brigjen Pol. Rycko Amelza Dhaniel menyandarkan kepala ke tangan kirinya.

Sesekali Emon terlihat mengangguk dan menatap Brigjen Pol. Rycko Amelza Dhaniel. Di dalam ruangan itu Brigjen Pol Rycko Amelza Dhaniel didampingi  sejumlah petinggi Polresta Sukabumi dan Polda Jabar.

Wartawan sempat mendengarkan dialog Wakapolda dengan Emon mengenai alasan Emon tidak melakukan hubungan seksual dengan perempuan, melainkan bocah laki-laki.  Emon menjawab dirinya kurang sreg  melihat perempuan. "Saya nggak sreg saja," jawab Emon.

Emon menjelaskan ada korban yang disodomi sampai tujuh kali, setelah diming-imingi pemberian handphone. Bila sang korban menagih handphone,  Emon  mengatakan alat komunikasi itu masih belum datang.

Dalam satu hari Emon bisa mencabuli satu sampai dua orang anak. Menurut Emon, para korban tidak menangis ketika disodomi. "Nggak nangis orangnya, senang saja. Katanya merasa geli," ujarnya.

Dialog Brigjen Pol. Rycko Amelza Dhaniel dan Emon hanya berlangsung sekitar 15 menit . "Saya mencoba memverifikasi beberapa hipotesis tentang seseorang pedofilia," terang Brigjen Pol. Rycko Amelza Dhaniel seusai berbincang dengan Emon.

Brigjen Pol. Rycko Amelza Dhaniel mencoba melemparkan beberapa pertanyaan untuk mengetahui sifat Emon, sekaligus mengorek informasi apakah pernah jadi korban kekerasan seksual ketika masih duduk di bangku SMP.

Perlu diketahui, Andri Sobari alias Emon (24) pelaku sodomi terhadap ratusan anak di wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat bercerita kepada wartawan bahwa dirinya ketagihan menyodomi karena sebelumnya ia pernah menjadi korban sodomi temannya bernama Enday.

Lebih jauh Emon bercerita bahwa saat dirinya berumur 10 tahun ada seseorang pria dewasa bernama Enday menyodomi dirinya. “Pertama kali saya juga jadi korban,  pelakunya namanya Enday. Dia teman main,” cerita Emon.

Usai peristiwa memilukan itulah katanya tiba-tiba muncul dalam benaknya untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Enday kepadanya. Setelah merasakan sensasinya, lama-lama dirinya menjadi ketagihan. “Tiba-tiba dibenak saya melakukan keinginan hal tersebut, tiba-tiba jadi ketagihan," ucap Emon.

Brigjen Pol. Rycko Amelza Dhaniel mengatakan ia berdialog dengan Emon berbekal pengetahuan psikologi di kepolisian. “Dari hasil wawancara ada arah ke situ. Mengarah ke pedofilia,” jelasnya. Tetapi tentu  masih perlu didalami lagi oleh  Kedokteran Polri, psikiater, serta ahli hukum. (tri/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.866 Since: 05.03.13 | 0.149 sec