Nasional

Terancam Dipecat, Kepsek SDN 09 Makasar Berharap Ada Pertimbangan

Tuesday, 06 Mei 2014 | View : 1184

JAKARTA-SBN.

Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ memerintahkan Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar (Kasudin Diknas) Jakarta Timur, DKI Jakarta untuk mencopot Kepala SD Negeri 09 Pagi Makasar, Sri Hartini sebab kepala sekolah yang paling bertanggung jawab atas tewasnya Renggo Khadafi (11) yang diduga dianiaya kakak kelasnya.

Kepala sekolah tempat Renggo Khadafi, 11 tahun, sekolah itu dianggap lalai hingga berakibat pada meninggalnya Renggo Khadafi. Menurut mantan Wali Kota Solo tersebut, Jokowi, kepala sekolah mesti bertanggung jawab atas meninggalnya Renggo Khadafi. "Harus ada sanksi tegas, yaitu dicopot," tegas Jokowi di rumah duka di Jakarta Timur pada Selasa (6/5/2014).

“Kalau dicopot, akan kembali fungsional menjadi guru. Sebagai PNS tetap, tapi tidak ada jabatan,” terang Kasudin Dikdas Jakarta Timur, Nasrudin saat ditemui di SDN 09 Makasar, Selasa (6/5/2014).

Menurut Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur Nasrudin, perintah Jokowi yang disampaikan kepadanya saat menyambangi rumah duka akan ditindaklanjuti. Hari ini, sambung Nasrudin, pihaknya akan menyampaikan kembali instruksi tersebut dalam Rapat Pimpinan Dinas Pendidikan DKI.

Dirinya menjelaskan, pencopotan kepala sekolah berada di tangan Dinas Pendidikan.

"Hari ini ada rapat di Kantor Dinas Pendidikan dan informasi dari Gubernur akan disampaikan karena Dinas Pendidikan yang berwenang untuk memberhentikan dan mengangkat kepala sekolah," tukasnya.

Sri Hartini selaku Kepala Sekolah SDN 09 Makasar mengakui adanya tindakan penganiayaan di kalangan siswanya. Namun ia menjelaskan yang menganiaya itu hanya SY seorang diri.

Sri Hartini menegaskan, masalah ini sebetulnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak keluarga sudah bertemu dan membahas masalah ini di sekolah. "Masalahnya sudah selesai kok secara kekeluargaan," tandas Sri Hartini.

Saat ditanya mengenai pengawasan pihak sekolah, Sri Hartini enggan menjawabnya secara detail. Namun ia mengklaim, pihaknya sudah melakukan pengawasan kepada seluruh muridnya sebanyak 425 siswa.

Menanggapi rencana pencopotan dirinya itu, Sri Hartini meminta ‘Jokowi’ sapaan Joko Widodo, untuk mempertimbangkan keputusannya. Kepala Sekolah SD Negeri 09 Makasar Jakarta Timur Sri Hartini masih berharap ada pertimbangan khusus atas rencana pemecatannya sebagai kepala sekolah, setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memberikan instruksi langsung. “Saya akan meminta pertimbangan,” kata Sri Hartini saat ditemui wartawan di SDN 09 Makasar, Jakarta Timur, Selasa (6/5/2014).

"Ya mudah-mudahan Kepala Dinas Pendidikan lebih bijak untuk mempertimbangkan soal rencana pemecatan saya," harap Sri Hartini kepada wartawan di SDN 09 Makasar, Jakarta Timur, Selasa (6/5/2014).

Meski enggan merinci, Sri Hartini mengatakan terdapat banyak hal yang harus dipertimbangkan Jokowi dan Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta sebelum mencopot dirinya.

Kepala Sekolah SD Negeri 09 Makasar Jakarta Timur Sri Hartini berjanji bahwa pihaknya akan memperbaiki agar peristiwa ini tidak kembali terulang.

Saat ditanya soal kesiapan dirinya jika tak lagi menjabat, jika keputusan pencopotannya tetap dilaksanakan, Sri Hartini tidak bisa menjawabnya, dirinya langsung pergi dan mengaku sedang dalam kondisi sakit.

Seperti diberitakan sebelumnya, Renggo Khadafi (11) merupakan siswa kelas lima di SDN Makasar 09 Pagi yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh kakak kelasnya yang berinisial SY (13). Dia merenggang nyawa setelah 3 hari dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Minggu (4/5/2014) kemarin.

Kejadian bermula saat istirahat sekolah sekitar pukul 10.30 WIB, Senin (28/4/2014) lalu. Renggo Khadafi yang hendak masuk kelas, tidak sengaja menabrak kakak kelasnya SY yang sedang memakan pisang cokelat (piscok), di tangga sekolah. "Pas ditabrak, piscoknya SY jatuh, lalu marah-marah sama Renggo. Renggo sudah minta maaf dan ganti piscoknya Rp 1.000," urai ER, teman Renggo Khadafi, saat ditemui di ruang kelas 5 SDN 09, Senin (5/5/2014).

ER melanjutkan, setelah mengganti rugi, Renggo pun masuk ke kelas dengan wajah ketakutan. Tidak lama setelah itu, SY yang masih kesal dengan Renggo Khadafi, mendatangi ke kelas adik kelasnya itu sambil memarahinya. "SY langsung mukulin Renggo, perutnya dipukulin dua kali. Terus Renggo lari ke depan papan tulis dikejar sama SY terus ditendang lagi bokongnya," ucapnya.

Saat peristiwa tersebut, tidak ada satu pun teman kelas Renggo Khadafi, yang berani melerai kejadian itu. ER melanjutkan, usai memukuli Renggo Khadafi, SY pun mengancam semua murid kelas 5 yang menyaksikan penganiayaan tersebut untuk tidak dilaporkan kepada guru kelas. "Awas kalau ada yang ngadu gue pukulin juga kaya dia," kata ER, meniru perkataan SY.

Usai peristiwa itu, Renggo pun tidak pernah masuk ke sekolah karena sakit. Teman-teman, Renggo pun tidak menyangka, akibat perbuatan SY, Renggo Khadafi akhirnya tewas akibat diduga dianiaya.

Mulanya Renggo Khadafi tak menceritakan penganiayaan yang dialaminya kepada keluarga. Namun kesehatan yang terus menurun membuat Renggo Khadafi akhirnya mengakui telah dianiaya SY.

Pada Sabtu (3/5/2014) malam sekitar pukul 23.00 WIB, Renggo Khadafi dirujuk ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati setelah kejang-kejang hingga muntah darah.

Setelah sempat mendapatkan perawatan selama beberapa hari di rumah sakit, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Nyawa korban tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada hari Minggu (4/5/2014) lalu sekitar pukul 01.00 WIB dinihari. Korban pun dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Asem, Kebon Pala, Jakarta Timur. (jos/tri)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.829 Since: 05.03.13 | 0.1615 sec