Nasional

Gubernur DKI Jakarta Copot Kepala Sekolah SDN 09 Makasar

Tuesday, 06 Mei 2014 | View : 806

JAKARTA-SBN.

Setelah usai melayat dan menyambangi sekolah Renggo Khadafi (11tahun ), korban kekerasan yang dilakukan seniornya, Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ memerintahkan Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar (Kasudin Dikdas) Jakarta Timur Nasrudin untuk segera mencopot Kepala Sekolah SDN 09 Pagi Makasar, Jakarta Timur Sri Hartini.

Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ secara tegas meminta agar Kepala SDN 09 Makasar Sri Hartini dicopot lantaran dinilai lalai dengan peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya Renggo Khadafi (11) bocah kelas V SD yang diduga dianiaya oleh kakak kelasnya yang berinisial SY (13 tahun).

Instruksi pencopotan tersebut diberikannya secara langsung kepada unit terkait, yaitu Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur ketika mengunjungi rumah korban yang berlokasi di kawasan Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (6/5/2014), lantaran Sri Hartini dinilai lalai dalam mengontrol perilaku anak didiknya.

Usai menyambangi rumah duka dan mendengar penjelasan keluarga Renggo Khadafi, Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ menginstruksikan pencopotan jabatan kepala sekolah (kepsek) SD Negeri 09 Pagi Makasar terkait tewasnya salah satu siswa kelas lima di sekolah tersebut, Renggo Khadafi (11).

Dikatakannya, penganiayaan yang dilakukan SY (13 tahun) terhadap Renggo Khadafi adalah menjadi tanggung jawab kepala Sekolah. “Dalam kasus ini, kepala sekolah yang harus tanggung jawab. Oleh karena itu, saya sudah perintahkan agar kepala sekolahnya untuk dicopot," tegas mantan Wali Kota Solo, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi usai menyampaikan duka citanya di di sela-sela kunjungannya di wilayah Halim Perdana Kusuma, rumah duka, Jalan Asri, Kampung Baru, Gang Raban, RT10/RW07, Kelurahan Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Selasa (6/5/2014).

Mantan Wali Kota Surakarta tersebut, Jokowi meminta pencopotan jabatan kepala sekolah itu harus segera dilakukan. Ia menyerahkan prosesnya kepada Dinas Pendidikan dan Suku Dinas Pendidikan. Menurut Jokowi, kejadian yang menimpa Renggo Khadafi itu telah mencoreng wajah pendidikan di Jakarta. "Sekolah itu harusnya jangan hanya matematika, biologi, kimia, tapi juga pendidikan moral," cetusnya.

Menurut Jokowi, Sri Hartini dinilai gagal dalam menjaga kelakuan para siswa dan gagal dalam mengontrol kelakuan penganiaya Renggo Khadafi, SY (13). Untuk itu, kepala sekolah harus bertanggung jawab penuh atas perilaku anak didiknya. Kepala sekolah yang paling bertanggung jawab atas meninggalnya Renggo Khadafi (11 tahun) yang diduga dianiaya kakak kelasnya.

Menurut mantan Wali Kota Solo itu, kejadian tersebut disebabkan adanya kelalaian serta kurangnya pengawasan dari pihak sekolah, mengingat peristiwa itu berlangsung di sekolah. “Peristiwa itu kan terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Sehingga, yang paling bertanggung jawab atas kejadian tersebut adalah pihak sekolah,” jelas Jokowi.

Dia pun meminta pihak sekolah, termasuk manajemen pengawasan dan bagian personalia ikut bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Ini kan manajemen kontrol itu ada pada di siapa? Tidak mungkin, yang paling deket harus bertanggung jawab. Harus bertanggung jawab. Begitu juga dengan manajemen personalianya, harus ikut tanggung jawab. Ini manajemen personalia yang harus kita mulai, yang berada di lingkungan itu harus tanggungjawab. Pihak sekolah kan merupakan pihak yang paling dekat," tukas dia.

Jokowi yang juga sebagai bakal calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonedia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, peran serta dari keluarga maupun pihak sekolah sangat diperlukan bagi pertumbuhan anak.

Menurut Jokowi, orangtua merupakan pilar pertama yang mempengaruhi pertumbuhan karakter anak. Kemudian, pihak sekolah yang memberikan pendidikan ekstra dalam rangka membentuk pertumbuhan dan karakter anak.

"Artinya, sekolah harus selalu mengontrol, manajemen pengawasan dilakukan. Bukan urusan matematika, IPA, IPS saja, saya kira pendidikan budi pekerti sangat penting sekali," ucap mantan Wali Kota Surakarta ini, Jokowi.

Renggo Khadafi meninggal pada Minggu (4/5/2014) dinihari lalu, setelah dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Anak 11 tahun itu diduga meninggal karena dikeroyok kakak kelasnya.

Menurut Jokowi, guru-guru di sekolah juga harus memiliki kepekaan terhadap kondisi siswa. Seperti perubahan sikap dan emosional siswa. Ia juga meminta pihak sekolah untuk aktif membangun komunikasi dengan orang tua siswa. "Jangan cuma pas terima rapor," tandas Jokowi.

Renggo Khadafi tewas setelah diduga dianiaya kakak kelasnya SY (13 tahun). Penganiayaan berujung kematian itu bermula pada Senin (28/4/2014), saat korban yang bertubuh tambun tanpa sengaja menyenggol SY. Senggolan tersebut membuat jajanan ringan yang dipegang SY terjatuh.

Meski Renggo Khadafi sudah meminta maaf dan mengganti dengan uang Rp 1.000, SY yang sudah tersulut emosi justru memukul perut, wajah, dan pantat korban. Peristiwa ini diketahui oleh dua rekan SY yang berjaga di luar kelas untuk mengawasi keadaan. (tri/jos)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.416 Since: 05.03.13 | 0.1897 sec