Internasional

Pencarian Pesawat MH 370 Makin Lama

Monday, 05 Mei 2014 | View : 763

CANBERRA-SBN.

Pencarian pesawat Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines (MAS) dengan nomor penerbangan (flight number) MH 370 beserta 239 orang di dalamnya termasuk penumpang dan kru pesawat akan semakin lama.

Australia pekan depan akan menggelar pertemuan tiga pihak dengan Malaysia dan China untuk menentukan arah pencarian pesawat Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines (MAS) dengan nomor penerbangan (flight number) MH 370.

Pertemuan akan berlangsung di Canberra, Australia, diumumkan oleh Kepala Pencarian pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH 370 Australia Angus Houston. Keputusan diambil menyusul keputusan pekan ini untuk mengurangi operasi pencarian mahal di selatan Samudera Hindia, yang sejauh ini belum menemukan bukti apa pun bahwa jet itu jatuh. “Itu pertemuan yang sangat penting karena akan meresmikan langkah ke depan guna memastikan bahwa pencarian berlanjut dengan rasa urgensi dan tidak berhenti sedikit pun,” papar Angus Houston, pada kunjungan singkat di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (2/5/2014).

Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein, yang mendampingi Angus Houston dalam konferensi pers itu, mengatakan akan hadir.

Pihak berwenang baru-baru ini mengatakan, perlu sumber daya lebih canggih supaya pencarian puing pesawat naas di dasar laut Samudera Hindia itu bisa membuahkan hasil.

Pihak berwenang mengatakan, Senin (5/5/2014), peralatan lebih canggih untuk membantu pencarian baru akan tiba dua bulan lagi. Peralatan baru ini akan menjelajahi sebagian besar dasar laut yang belum dipetakan oleh peralatan sebelumnya.

Pekan lalu, pencarian terhadap pesawat yang hilang pada 8 Maret 2014 itu dikurangi karena tidak juga menghasilkan apa-apa. Padahal, pencarian lewat udara dan laut sudah mencakup areal seluas 4,64 juta kilometer persegi atau km2 di selatan Samudera Hindia.

Australia pada Senin (5/5/2014) menjadi tuan rumah pertemuan dengan Menteri Transportasi Malaysia dan China di Canberra. Pertemuan itu untuk menentukan kelanjutan upaya pencarian, yang akan fokus pada penyisiran di dasar laut.

China dilibatkan karena dua pertiga penumpang pesawat naas itu adalah warganya. Sedangkan, pesawat tersebut diyakini jatuh di wilayah pencarian dan penyelamatan yang masuk teritori Australia.

Wakil Perdana Menteri (PM) Australia Warren Truss mengakui pencarian akan memakan waktu lama, mengingat kedalaman dasar laut di zona pencarian akan datang mencapai beberapa kilometer dan sebagian besar belum pernah dipetakan. Artinya, pencarian akan memerlukan peralatan sonar khusus dan kendaraan robot lainnya.

Menurut wakil PM Australia, Warren Truss, proses tender segera dilakukan untuk mengadakan peralatan itu. Namun, kemungkinan perlu waktu dua bulan sebelum peralatan itu benar-benar beroperasi di dalam air.

Pada saat yang sama nanti, perlu lebih banyak pemetaan oseanografi untuk lebih memahami di mana pencarian akan dilakukan.

“Kami optimistis dapat melakukan sebagian besarnya dalam waktu satu sampai dua bulan sehingga akan ada tambahan alat dalam beberapa bulan ke depan. Untuk sementara kami masih akan mengoperasikan Bluefin-21 dan segera melakukan tugas oseanografi supaya tidak akan ada jeda waktu panjang dalam pencarian ini,” urai Warren Truss usai bertemu Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein dan Menteri Transportasi China Yang Chuantang.

Kapal selam mini Bluefin-21 telah menjelajahi dasar laut di areal transmisi bawah laut terdeteksi dan diyakini berasal dari kotak hitam pesawat MH 370 sebelum daya baterainya habis.

Wahana ini dalam perjalanan kembali ke Perth, Australia Barat bersama kapal Angkatan Laut (AL) Australia Ocean Shield untuk menjalani pemeliharaan dan modifikasi peranti lunak sebelum kembali ke areal pencarian.

Begitu kembali ke Samudera Hindia, wahana itu akan ditemani tim kapal Australia, Malaysia, dan China. (afp)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.492 Since: 05.03.13 | 0.1506 sec