Hukum

Bima Arya Sugiarto Geram Kelakuan Oknum Satpol PP Terlibat Narkoba

Wednesday, 16 April 2014 | View : 1096

BOGOR-SBN.

Polisi menangkap dua anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor yang kedapatan menggunakan sabu, Rabu (16/4/2014) dinihari. Dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas sebagai personil Satuan Polisi Pamong Praja di Kota Bogor ditangkap petugas Satuan Narkoba Polisi Resor Bogor Kota.

Ironisnya, perbuatan itu dilakukan saat kedua oknum Satpol PP tersebut tengah menjalankan tugas di Balai Kota Bogor. Dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas sebagai personil Satuan Polisi Pamong Praja di Kota Bogor tersebut ditahan seusai pesta narkoba jenis sabu di dalam pos penjagaan Balai Kota Bogor, Rabu (16/4/2014) dinihari. “Keduanya ditangkap di pos penjagaan Balai Kota,” ungkap Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bogor Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bahtiar Ujang Purnama.

Masing-masing petugas Satpol PP itu bernama Hidayat, 49 tahun, dan Diki Aryanto, 32 tahun. Dari tangan mereka, polisi menyita barang bukti berupa 2,5 gram sabu berikut bong. Keduanya, beber AKP Bahtiar Ujang Purnama, memang merupakan target operasi.

Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polisi Resor (Polres) Bogor Kota, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Andri Alam menyebutkan nama Hidayat (49 tahun) akhir-akhir ini muncul di kalangan pengguna narkoba di Bogor. Diduga dia bukan hanya pengguna, tetapi juga berperan sebagai pengedar.

Menurut AKP Andri Alam, awalnya Hidayat dan Diki Aryanto mengelak ketika ditangkap polisi. Namun polisi akhirnya mendapat pengakuan mereka. Bahkan mereka juga mengaku menyembunyikan sabu yang belum digunakan. Sabu itu disimpan di sela-sela tong sampah yang berada di depan Masjid Balai Kota Bogor.

AKP Andri Alam memaparkan, selain menangkap dua anggota Satpol PP itu, polisi juga meringkus Hasan, yang diduga sebagai pemasok sabu untuk Hidayat. "Dua hari sebelumnya dia memberikan 3 gram sabu untuk Hidayat," urainya.

Berdasarkan pemeriksaan urine, Hidayat dan Diki Aryanto terbukti menggunakan narkoba.

Kedua oknum Satpol PP tersebut dijerat UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotik dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Saat ditemui di Mapolres Bogor Kota, Hidayat (49 tahun) mengaku baru dua bulan mengkonsumsi sabu. Alasannya, dia merasa lebih segar dan kuat setelah menggunakan barang haram itu.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto geram dengan kelakuan dua oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Hidayat dan Diki Aryanto yang terlibat kasus narkoba.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya Sugiarto bersama anggota Satpol PP lainnya melakukan push up sebanyak 50 kali. Push up menjadi salah satu sebagai bentuk teguran dan keprihatinan terhadap kejadian atas penangkapan anggota Satpol PP yang melibatkan kedua anak buahnya, Bima Arya Sugiarto melakukan push up bersama puluhan anggota Satpol PP sebanyak 50 kali.

Push up bersama itu dilakukan Bima Arya Sugiarto di halaman Balai Kota Bogor, Rabu (16/4/2014) petang.

Sebelum melakukan push up, Bima Arya Sugiarto lebih dulu memberikan arahan kepada para anggota Satpol PP tersebut.

Setelah push up, Bima Arya Sugiarto juga berisiniatif langsung memerintahkan untuk melakukan test urine secara serentak bagi bersama seluruh anggota Satpol PP. Test urine dilakukan di ruang Wali Kota, ruang Wakil Wali Kota, dan ruang Sekretaris Daerah Kota Bogor. “Kami mendorong untuk melakukan investigasi secara total. Ini harus diusut apakah ada anggota lain yang terlibat. Untuk itu saya instruksikan seluruh anggota Satpol PP harus menjalani test urine tanpa kecuali," cetus Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Bima Arya Sugiarto yang kecewa juga menonaktifkan sementara Kasatpol PP Agung Prihanto.

Dalam kasus yang melibatkan dua anggota Satpol PP ini, harus ada pihak yang bertanggung jawab. "Ini tamparan keras buat saya," tukasnya. “Ini merupakan tamparan bagi saya, terlebih lagi karena dalam waktu dua hari mendatang merupakan Hari Ulang Tahun Pol-PP,” pungkas Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Rabu (16/4/2014).

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Bogor menyatakan perang terhadap peredaran narkoba di Kota Bogor terutama di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. "Saya sangat kecewa dengan adanya kejadian ini, terlebih lagi kedua oknum ini tengah bertugas dan mengkonsumsinya di lingkungan Balai kota," tegas dia.

Wali Kota Bima Arya Sugiarto mengatakan, seharusnya, kedua oknum tersebut menjadi teladan bagi masyarakat. Bima mempersilahkan personilnya untuk mundur dari pekerjaan apabila tidak bisa menjaga amanah di balai kota. “Yang tidak siap mundur, copot seragam. Copot baret semua. Karena yang ada disini harus siap menegakkan marwah dan harga diri bangsa,” tandas Wali Kota Bima Arya Sugiarto. (tri/jos)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.689.024 Since: 05.03.13 | 0.1756 sec