Hukum

Abraham Samad: Setya Novanto Berstatus Saksi Kasus Pengadaan E-KTP

Monday, 05 Mei 2014 | View : 1395

KUPANG-SBN.

Ketua lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengatakan status Bendahara Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Setya Novanto masih sebagai saksi dalam kasus pengadaan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Status Setya Novanto bisa berubah dari saksi menjadi tersangka, jika ditemukan bukti-bukti yang mengarah ke sana,” beber Ketua lembaga anti korupsi ini, Abraham Samad kepada wartawan di Kupang, Senin (5/5/2014), terkait status Setya Novanto dalam kasus pengadaan E-KTP yang sedang dalam pemeriksaan.

Ketua KPK Abraham Samad, Jaksa Agung Basrief Arief, dan Wakapolri, Komjen Polisi Badrodin Haiti tiba di Kupang, Minggu (4/5/2014).

Tiga pimpinan lembaga penegak hukum itu berada di Kupang, NTT untuk menjadi narasumber pelatihan peningkatan kapasitas penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di NTT selama 5-9 Mei 2014.

“Khusus untuk Setya Novanto, statusnya masih saksi termasuk ada beberapa kasus yang ditengarai ada keterlibatan beliau,” ungkap Abraham Samad.

Ketua KPK, Abraham Samad mengatakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan E-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dalam rangka pendalaman kasus tersebut, penyidik melakukan penggeledahan di Kantor PT. Len Industri di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/4/2014).

PT. Len Industri (Persero) merupakan salah satu dari lima perusahaan BUMN dan swasta yang menjadi konsorsium pemenang tender proyek pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Selain PT. Len Industri, perusahaan lainnya adalah Perum Percetakan Negara RI, PT. Sucofindo (Persero), PT. Quadra Solution, dan PT. Sandipala Arthaputra.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto menampik tudingan Paulus Tanos, Direktur Utama PT. Sandipala Arthapura, sebagai 'otak' dalam kasus proyek e-KTP.

Sebaliknya, Setya Novanto malah mengaku tidak tahu-menahu soal itu. “Saya enggak pernah tahu soal e-KTP. Saya enggak pernah mengagas," tutur alumnus Universitas Widya Mandala Surabaya, Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi tahun 1979 ketika dihubungi wartawan, Senin (28/3/2014).

Bahkan, Ketua Fraksi Partai Golkar yang dijabat sejak tahun 2009 ini, Setya Novanto mengaku tidak mengenal dengan Paulus Tanos.

Mantan Bendahara Partai Demokrat (PD), Muhammad Nazaruddin, juga menyatakan bahwa Setya Novanto adalah orang yang memberi perintah agar fee proyek e-KTP dibagi-bagi.

Muhammad Nazaruddin menambahkan, Setya Novanto juga yang membagi uang fee tersebut ke sejumlah anggota DPR RI.

Menurut mantan anggota DPR RI Komisi III No.368 Fraksi Partai Golkar (2004-2008), Setya Novanto, ucapan Muhammad Nazaruddin sama sekali tidak benar. Ia meyakinkan bahwa dirinya tidak terkait dengan proyek yang memiliki jatah anggaran Rp 6 triliun itu. "Itu ngarang saja. Saya enggak pernah berkaitan dengan e-KTP," cetus alumnus Universitas Trisakti Jakarta, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Management tahun 1983, Setya Novanto.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sugiharto sebagai tersangka kasus pengadaan e-KTP. Dalam proyek senilai Rp 6 triliun itu, Sugiharto menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Sugiharto, Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri telah dicegah berpergian ke luar negeri.

KPK juga mencekal empat orang lainnya yakni adalah mantan Direktur Perum Percetakan Negara RI, Isnu Edhi Wijaya, pegawai negeri Kemendagri Irman, Direktur PT. Quadra Solution Ananga Sugiana S., dan wiraswasta Andi Agustinus.

Andi Agustinus disebut sebagai 'tangan kanan' Setya Novanto. Dia diduga mengatur konsorsium PNRI sebagai pemenang tender. Namun Setya Novanto lagi-lagi menampik. "Saya enggak pernah berurusan dengan Andi," tukas politisi kawakan dari Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Bendahara Fraksi Golkar di DPR RI, Setya Novanto. (ant/jos/tem)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.536.702 Since: 05.03.13 | 0.1543 sec