Politik

Maya Rumantir Akui Tetap Bernyanyi Walaupun Jadi Wakil Rakyat

Saturday, 03 Mei 2014 | View : 4780

MANADO-SBN.

Maya Olivia Rumantir Hutasoit lahir di Ujungpandang, 2 April 1964, adalah seorang aktris, foto model, dan penyanyi.

Penyanyi dan aktris top pada era 1980-an, Maya Olivia Rumantir Hutasoit dipastikan lolos ke Senayan sebagai anggota DPD RI. Dia menjadi satu di antara empat wakil rakyat Sulawesi Utara (Sulut) yang terpilih menjadi anggota DPD RI melalui Pemilu 2014.

Penyanyi lawas, Maya Rumantir mengklaim mendapat suara terbanyak di Provinsi Sulawesi Utara, untuk menjadi perwakilan di DPD-RI.

Ditemui di kediamannya, wanita kelahiran Makassar 2 April 1964 itu memastikan, dalam pencalonan ini dirinya tidak pernah bermain politik uang. Pasalnya, dia ingin membangun bangsa yang lebih bermoral, khususnya Sulawesi Utara.

Setelah menjadi senator nanti, apakah Maya Rumantir akan mengurangi aktivitasnya di bidang seni? Ternyata tidak.  Maya Rumantir mengaku tetap akan bernyanyi.

"Oh iya dong, saya tetap akan bernyanyi dan tidak akan saya tinggalkan talenta saya. Sekarang tujuan bernyanyi saya untuk misi perdamaian, kemanusiaan dan kesatuan bangsa ini," tuturnya saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (3/5/2014).

Pelantun lagu Indonesia Bersinar itu mengatakan, syair lagu tersebut  mencerminkan harapannya untuk rakyat Sulut dan Indonesia.  

Maya Rumantir mengaku, bersama tim turun ke desa-desa untuk melakukan pelayanan keagamaan, sekaligus sosialisasi dengan jargon Sulut Bersinar. "Harapan saya yaitu Sulut Bersinar, Indonesia pun bersinar," ujar wanita kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 2 April 1964 tersebut.

Selain itu, sambung dia, semoga Sulut bukan hanya menjadi simbol namun juga Sulut menjadi teladan dalam budaya, toleransi antarumat beragama, persatuan nasional dan lain-lain.

Jika benar terpilih, Maya Rumantir berjanji akan membawa sejalan dengan ajaran agama dalam menjalankan tugasnya.

Sedangkan untuk Sulawesi Utara, dirinya akan membawa permasalahan di wilayahnya yang kini belum selesai yakni permasalahan wanita.

Sulawesi Utara atau Manado, lanjut Maya Rumantir, terkenal dengan wanita cantik yang gampang diimingi, sehingga rentan dengan kasus penjualan wanita atau human traficking.

Seperti dikabarkan sebelumnya, artis lawas Maya Rumantir, bersaing ketat dalam perolehan suara Pemilu 2014 untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (9/4/2014).

Maya Rumantir, harus bersaing ketat mengan calon petahana Marhani Pua, dan putra Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Sinyo Harry Sarundajang yang menjabat sejak 13 Agustus 2005  yakni Fabian Sarundajang.

Pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) 5 Kairagi Dua misalnya, Marhani Pua meraih 56 suara dan Maya Rumantir mendapat 49 suara. Kemudian disusul Hermin Katamsi sebanyak 27 suara dan Aryanthi Baramuli dengan 14 suara, serta Baso Affandi 11 suara.

Sementara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8 Bitung Karangria Tuminting  Maya Rumantir mendapat 46 suara, diikuti Benny Ramdani 32, Marhani Pua 18 suara, dan  Aryanti Baramuli 16 suara.

Di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bumi Beringin, Fabian Sarundajang mendapat suara cukup signifikan.

Di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 3 Bumi Beringin, tempat Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang mencoblos, Fabian Sarundajang menang dengan 104 suara.

Di bawah Fabian Sarundajang, menyusul Lucky Londong 16 suara, dan Maya Rumantir dengan 14 suara.

Fabian Sarundajang yang datang untuk melihat penghitungan suara langsung menyalami seluruh warga yang menyaksikan penghitungan suara. "Terima kasih  ya semuanya," katanya.

Petahana Marhani Pua mengaku, mendapat suara cukup signifikan. Laporan yang masuk kepadanya pun menunjukkan perolehan suara lumayan banyak. Dia pun bersyukur atas capaian ini. “Hasil penghitungan sementara cukup bagus baik di Manado dan di luar Manado. Syukur puji Tuhan tentunya. Tapi masih menunggu hasil akhirnya, semoga lebih bagus," katanya.

Dia melihat nama Fabian Sarundajang dan Maya Rumantir cukup menonjol. Ia mendengar informasi bahwa kedua kandidat tersebut memiliki suara signifikan. “Siapa yang nantinya ke Senayan sesuai informasi awal dimana suara saya cukup baik dan Fabian bersama Maya juga menurut informasi, suara mereka cukup baik. Kami tentunya akan menunggu hasil akhirnya bersama perolehan suara calon yang lain," ungkapnya.

Malam tadi, tim sukses Fabian Sarundajang terus melakukan penghitungan dari perolehan suara di sejumlah daerah. Tim mengaku optimistis raihan suara Fabian Sarundajang mampu mengantar ke Senayan.

Sebagai penyanyi, Maya Rumantir dikenal sebagai penyanyi melankolis di era 1980-an. Maya Rumantir yang memilih genre lagu-lagu pop dan gospel, aktif menyanyi sejak tahun 1981.

Untuk diketahui, Olivia Maya Rumantir dikenal sebagai pribadi yang aktif dan punya beragam bakat. Masa kecilnya di Ujungpandang menorehkan kenangan manis. Dia mulai menyanyi sejak usia kanak-kanak, bahkan mulai menyanyi dan ketika duduk di bangku SD, ia pernah menyabet dan meraih penghargaan sebagai penyanyi cilik favorit atau Favorite Children Pop Singer se-Ujung Pandang pada  tahun 1976 dan kemudian sewaktu duduk di bangku SMP, ia juara ketiga (III) pada Festival Pop Singer se-Sulawesi Selatan tahun 1978.

Menginjak masa remaja, setelah Maya Rumantir hijrah ke Ibu Kota Jakarta dan menyelesaikan bersekolah di SMA Bunda Hati Kudus Jakarta pada tahun 1983.

Mulailah Maya Rumantir menapaki dunia rekaman dan foto model pada tahun 1979.

Tak banyak yang tahu bahwa di samping sebagai penyanyi dan model, di bidang olahraga, Maya Rumantir juga seorang atlit yang pernah menjuarai turnamen bulutangkis yunior se-Jakarta Barat di tahun 80-an.

Jika akhirnya ia memilih dunia hiburan ketimbang bulutangkis, hal ini tidaklah sia-sia, Karena pada tahun 1980 dirinya pernah terpilih sebagai Queen of BASF Indonesia dan meraih penghargaan Golden Record untuk penyanyi pop atau pop singer pada tahun 1985-1986.

Sementara itu, prestasi lain yang pernah diraihnya yakni kiprahnya di dunia model juga membuahkan gelar The Best Indonesian Photo Model pada tahun 1988.

Setelah itu ia menjadi Presiden Direktur (Presdir) Institut Pengembangan Sumber Daya Manusia Maya Gita. Sebagai pendidik, ada hari bersejarah untuk Maya Rumantir, 6 Maret 1989. Ketika itulah Maya Rumantir mendirikan dan sekaligus menjabat Presiden Direktur Institut Pengembangan Sumber Daya Manusia Maya Gita (IPSDM Maya Gita) di Jakarta. Lembaga ini termasuk pelopor yang mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam suatu wadah formal. Pada tahun 1991, IPSDM Maya Gita menerima penghargaan Product of The Year '91.

Kecantikannya membuat ia sempat dekat dan disangkutkan punya hubungan cinta dengan putera penguasa Orde Baru, Presiden Republik Indonesia Kedua, Soeharto (1966-1998), yakni si bungsu Tommy Soeharto. Tentu saja semua rumor tersebut dibantah. Meski keduanya tidak pernah mengamini kabar tersebut, namun sudah menjadi rahasia umum bila dirinya dekat dengan Tommy Soeharto yang tahun 2001 harus mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusa Kambangan, Kabupaten Cilacap, provinsi Jawa Tengah yang dimiliki oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) serta tercatat dalam daftar pulau terluar Indonesia.

Seperti dikabarkan, akibat pemberitaan di media massa yang dianggap memojokkan dirinya, Maya Rumantir, penyanyi yang pernah dekat dengan Tommy Soeharto meminta media massa untuk meluruskan berita tentang dirinya. “Tidak betul ya berita (dari Harian Fajar Makassar) yang menyebutkan yang menginaplah, yang … Saya sampai nggak bisa menyebutkan karena menurut saya amoral. Kasar sekali. Saya sendiri berat untuk menyebut apa yang ditulis media itu,” ujar Maya Rumantir yang hadir pada peluncuran buku yang diterbitkan OC Kaligis dan Associates di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (22/8/2001) malam.

Maya Rumantir meminta media cetak yang memberitakan dirinya secara tidak benar untuk meminta maaf kepadanya karena menurutnya sudah sangat keterlaluan. Maya Rumantir juga membantah bahwa kabar pernah menikah dan punya anak dengan Tommy Soeharto.
“Tidak betul saya pernah menikah dengan Tommy dan punya anak. Itukan hanya katanya … katanya... Saya nggak habis pikir, mereka benar-benar tidak punya hati nurani. Coba kalau itu terjadi pada keluarganya bagaimana?” kata Maya Rumantir balik bertanya sembari menitikkan air mata.

Artis Maya Romantir mengaku sudah sembilan tahun terakhir tidak lagi berhubungan atau pun tidak pernah bertemu dan tidak melakukan kontak dengan telepon dengan Tommy Soeharto. Demikian disampaikan Maya Rumantir usai memberi keterangan seputar kasus Tommy Soeharto di Polda Metro Jaya, Senin (20/8/2001) sore.

 “Itukan sudah berlalu mengapa harus dikaitkan dengan saya?” kata perempuan Manado yang malam itu mengenakan gaun hitam sebatas lutut dan sepatu berhak tinggi.

Maya Rumantir diperiksa pukul 13.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Ia mengunakan stelan atasan baju pink dan bahan celana hitam, dengan menggunakan kendaraan Isuzu Panther warna perak.

Kaditserse Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adang Rochjana mengatakan, dari hasil pemeriksaan terbukti antara Maya Rumantir dan Tommy Soeharto tidak ditemukan adanya hubungan yang diduga. Namun ia menambahkan, bila pada waktu lain ada bukti keterkaitan mereka, polisi akan melakukan tindakan sesuai prosedur hukum.

Usai pemeriksaan itu, Maya Rumantir mengatakan, sebagai warga negara yang patuh terhadap hukum, ia berusaha sebaik-baiknya memenuhi panggilan polisi. “Walaupun secara pribadi saya tahu tidak ada hubungan sama sekali dengan Tommy sejak sembilan tahun yang lalu,” bilang Maya Rumantir.

Maya Rumantir dengan mata berkaca-kaca juga membantah berita yang beredar selama ini bahwa dirinya memiliki anak dari Tommy Soeharto.

Menurut Maya Rumantir, hubungannya dengan Tommy  Soeharto adalah hubungan biasa. Namun ia tidak mau mengungkapkan lebih lanjut. “Itu sudah lama dan masalah pribadi. Saya tidak suka membahas masalah pribadi,” tukasnya.

Ia menambahkan dirinya stress bukan karena dipanggil polisi, tetapi karena pemberitaan-pemberitan di koran yang tidak benar. Ia menilai ada beberapa koran yang mencemarkan nama baik dirinya. Ia menyebut salah satu koran yang terbit di Jakarta. Berita-berita yang tidak relevan, yang ditulis menyimpang dan tidak adil itu telah menyebabkan ibunya sakit.

Ketika ditanyakan berita apa, ia menyebut berita keberadaan baju tidur Tommy di kamarnya. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk diperiksa kembali, jika polisi menemukan bukti keterkaitan dirinya dengan Tommy Soeharto.

Maya Rumantir juga membantah bahwa rumahnya telah digeledah. Fitnahan yang keji, menurutnya, dilakukan sebuah media yang memberitakan polisi menemukan celana dalam dan baju tidur Tommy Soeharto di kamar tidurnya. Ia juga meminta wartawan untuk meluruskan berita itu.

Kaditserse Polda Metro Jaya mengatakan, penyidik mengajukan 18 pertanyaan kepada Maya Rumantir. Latar belakang pemeriksaan, karena setiap orang yang dicurigai dan diperlukan, polisi berhak melakukan pemeriksaan. Dasar dugaan polisi, menurut Adang Rochjana, karena diketahui ada hubungan Maya Rumantir dengan Tommy Soeharto sehingga perlu diklarifikasi. Adang Rochjana juga menyampaikan terima kasih kepada Maya Rumantir yang telah bersedia melakukan klarifikasi.

Maya Rumantir adalah klien advokat OC Kaligis saat kepolisian menjadikannya saksi atas buronan Tommy Soeharto sekaligus tersangka penembakan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita. Maya Rumantir dipanggil karena kedekatannya dengan Tommy Soeharto. Selain Maya Rumantir, waktu itu polisi juga memanggil artis Yenny Rahman.

Maya Rumantir yang pernah menjalin hubungan dengan Hutomo Mandala Putra yang akrab disapa ‘Tommy Soeharto’ itu, kemudian juga mendirikan Yayasan Maya Bhakti Pertiwi yang melahirkan banyak aktivitas sosial di berbagai daerah di Indonesia tahun 1989. Bahkan, aktivitas ini membawanya ke beberapa negara untuk masalah kemanusiaan dan perdamaian, antara lain ke Amerika dan Calcutta, India. “Berdamai dengan diri sendiri adalah kunci perdamaian dengan orang lain," katanya. Hal ini pula yang mendorongnya untuk membentuk "Peace and Friendship Prayer Team", suatu kelompok doa yang sering diundang untuk mendoakan sesama bagi perdamaian dan persahabatan. Pada 4 Juli 1992, Maya Rumantir untuk pertama kali bertemu secara khusus dengan Paus Yohanes Paulus II.

Ketua Yayasan Maya Bhakti Pertiwi ini akhirnya menikah di hari ulang tahunnya yang ke-40 dengan Ir. Takala Gerald Manumpak Hutasoit (41) pada 2 April 2004 yang lalu.

Pemberkatan perkawinannya dilakukan di Gereja Katedral, Jakarta. Dalam pesta pernikahannya, Maya Rumantir mengambil tema One Night With Our Culture yang sarat dengan nuansa budaya, cinta, dan relijius. Ia sengaja mengambil tema tersebut karena ingin menggambarkan kekayaan etnis keluarganya, suaminya dari Sumatera Utara, ayahnya dari Sulawesi Utara, dan ibunya dari Sulawesi Selatan.

Putri dari Salvatore W. Rumantir dan Elsri Rumantir ini bertemu dengan lelaki kelahiran Bogor, Jawa Barat, 17 April 1963, itu dalam sebuah acara Natal dari alumni Institut Maya Gita pada 1999. Ir. Takala Gerald Manumpak Hutasoit adalah seorang pengusaha yang bergerak di berbagai bidang dan aktif pula di Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) periode 1987-1990.

Maya Rumantir juga peduli pada anak-anak berprestasi. Dia menyelenggarakan acara Pandu Prestasi Putera Pertiwi, yang disiarkan di TVRI setiap hari-hari besar nasional. Dalam siaran itu, Maya Rumantir bertutur tentang putera-puteri daerah yang berprestasi, dan menampilkan anak-anak berprestasi dari 27 propinsi. Tak cuma itu. Maya Rumantir juga pernah menyelenggarakan kegiatan olahraga yang cukup berbobot, seperti lomba gerak jalan Indonesia 10 K di Manado dan Dili.

Dengan kegiatan sesibuk itu, sederet gelarpun disandang Maya Rumantir. Seperti Women of The Year (1992), Puteri Budaya (1994), atau gelar kehormatan berupa Friendship and Excellence Award dari Africa Consul di Ohio-Columbus, USA (1995). Pada 2 April 1997, saat berulang tahun ke-33, Maya Rumantir meluncurkan buku "Menjawab Panggilan Hidup" di Hotel Grand Melia Jakarta. Dia bercerita tentang bidang pendidikan yang dirintisnya lewat Maya Gita.

Maya Rumantir pernah pula bermain dalam beberapa film berjudul Nostalgia di SMA (1980) dan Cinta di Balik Noda (1984).

Album lagu yang pernah dihasilkannya antara lain, Rindunya Hatiku (1981), Hatiku Masih Rindu (1982), Daun-daun Kering (1982), Hatimu Hatiku (bersama Roy Rumantir, 1983), Terlena (1983), Karnamu (1983), Kau yang di Sana (1983), Bukan Salahku, Bukan Juga Salahmu (1984), Manis di Bibir, Pahit di Hati (1984), dan Mengapa Kau Lakukan (1986) serta Indonesia Bersinar, Dunia Bersinar (2012). (tri/tempo/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.873 Since: 05.03.13 | 0.1628 sec