Politik

Buya Syafii Maarif Dukung Jokowi Jadi Presiden

Saturday, 03 Mei 2014 | View : 1698

SLEMAN-SBN.

Sepanjang hari mulai pukul 09.00 WIB, Sabtu (3/5/2014), calon presiden (capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga Gubernur DKI Jakarta itu, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dan rombongan sudah tiba Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, Jokowi juga berkunjung ke Museum Ki Hajar Dewantara.

Di Kota Pelajar itu, calon presiden (capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga Gubernur DKI Jakarta itu, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ memulai safari politiknya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersilaturahmi dengan mengunjungi rumah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga sesepuh tokoh Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif. Dalam pertemuan itu, Buya Syafii Maarif menyatakan dukungannya untuk Jokowi.

Jokowi terbang ke DIY pukul 07.30 WIB menggunakan pesawat carteran Batik Air dari Bandara Halim Perdanakusuma dan tiba di Bandara Adi SutjiptoYogyakarta pukul 08.45 WIB.

Turut mendampingi Jokowi saat berorasi di antaranya, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ahmad Basarah, Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Effendy Choirie, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Djafar dalam melakukan safari politik ke sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur selama dua hari.

Mantan Wali Kota Solo ini mengunjungi kediaman Buya Syafii Maarif yang berlokasi Jl. Halmahera No.D76 Sleman ini menggunakan mobil Toyota Kijang Innova berwarna putih dengan pelat nomor AD 8458 PU.

Setibanya di kediaman Buya Syafii Maarif, Jokowi berpelukan dengan Syafii Maarif.

Mantan Wali Kota Surakarta ini, Jokowi mengatakan kunjungan ke rumah tokoh Muhammadiyah Buya Syafii Maarif untuk mendiskusikan dan mencari solusi yang harus dilakukan dalam menyelesaikan masalah bamg Indonesia. “Beliau tahu betul masalah di negara ini dan apa yang harus kita lakukan dan selalu diisi dengan hal yang itu. Bagaimana memperbaiki dan membenahi, beliau tahu itu,” ungkapnya, Sabtu (3/5/2014).

Buya Syafii Maarif menuturkan calon wakil presiden (wapres) yang cocok untuk mendampingi Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ adalah orang yang pastinya kenal dengan Jokowi dan memiliki pandangan sama.

Buya Syafii Maarif menilai cita-cita kemerdekaan para pahlawan terdahulu harus dijalankan dengan sungguh-sungguh agar tidak terjadi permasalahan yang terus mendera Indonesia. Salah satu pernyataan Buya Syafii Maarif yang menarik perhatian dalam kesempatan itu adalah kata “dukung” pencapresan Jokowi.

Buya Syafii Maarif menyatakan mendukung penuh Joko Widodo sebagai calon presiden (capres) RI 2014-2019. Kepada keluarga besar Soekarno dan PDIP selaku parpol pengusung Jokowi, diingatkan agar kompak dalam Pilpres 2014 mendatang. “Saya dukung Jokowi dong,” tegas Buya Syafii Ma'arif di sela pertemuannya dengan Jokowi di kediamannya, Jalan Halmahera No.D.76, Nogotirto, Yogyakarta, Sabtu (3/4/2014).
Buya Syafii Maarif juga meminta agar keluarga PDIP berdarah Soekarno untuk kompak mendukung Jokowi dalam pemilihan presiden pada 9 Juli. “Saya dukung dong. Mudah-mudahan keluarga Soekarno juga mendukung, tidak usah pakai-pakai trah. Sudahlah itu perbedaan. Yang penting demokrasi,” sambung sesepuh Muhammadiyah ini, Sabtu (3/5/2014).

Seperti diketahui, Guruh Soekarnoputra pernah memberikan pernyataan cukup mengejutkan. Ia menyatakan tidak setuju bahwa Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ yang dicalonkan PDIP sebagai Calon Presiden (Capres) 2014.

Kendati Jokowi tidak memiliki darah keluarga Soekarno, Guru besar IKIP Yogyakarta ini, Buya Syafii Maarif menuturkan sosok Jokowi telah mewakili trisakti Presiden Pertama RI itu, Bung Karno. “Kita kembali ke tisaktinya Bung Karno, berdaulat dan kepribadian di bidang kebudayan. Ini cita-cita kemerdekaan. Lihat sekarang siapa yang menguasi perkebunan dan pertambangan? Tidak sesuai dengan trisakti," terangnya sambil mendekap Jokowi.

Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Buya Syafi'i Maarif mengingatkan bakal calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ agar tidak melupakan trisakti dari Presiden Pertama Indonesia Soekarno. Dimana kini mulai dilupakan. “Kembali aja pada trisakti Bung Karno yang disampaikan pada 22 Juni 1966. Jadi berdaulat dan bebas di bidang politik. Berkepribadian di bidang kebudayaan. Berdikari dalam usaha," jelasnya di depan kediamannya, Jalan Halmahera No.D76, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (3/5/2014).

“Dan semua kini sekarang terlantar seluruhnya, ini yang harus kita benahi. Ini bukan hanya Bung Karno saja tetapi ini kita ciptakan kemerdekaan. Kalau kalian baca para pendiri bangsa itu, ini yang ditinggalkan dan ini yang di sia-siakan," tambahnya.
Untuk mewujudkannya, Buya Syafi'i Maarif mengungkapkan, tidak hanya diperlukan pemimpin yang kuat, tetapi juga harus jujur. Mantan Ketua PP Muhammadiyah itu menuturkan saat ini Jokowi sedang menjalankan konsep Trisakti Bung Karno yang ketiga meskipun Jokowi bukan merupakan trah keturunan dari Bung Karno. “Jangan trah-trah sekarang, saat ini dibutuhkan pemimpin yang kuat,” ucapnya.

Bahkan, ia menambahkan, tidak diperlukan pemimpin dari keturunan darah biru ataupun pejabat. Karena yang terpenting adalah pelaksanaannya.

Buya Syafii Maarif mengatakan, bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin jujur dan merakyat. “Itu memerlukan pemimpin yang tidak hanya kuat tetapi juga jujur. Yang betul-betul melarut dalam kepentingan bangsa. Sekarang udah gak pake trah-trah lah sekarang. Karena sekarang dari siapapun," tegasnya.

Buya Syafii Maarif mengatakan, tidak akan ikut campur soal calon pendamping yang tepat bagi Jokowi. Karena sebenarnya jawabannya sudah ada. Dan kini masih dipegang Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Jokowi sendiri. “Itu dia (Jokowi) dan Ibu Mega yang tahu. Yang bisa mendampingi Jokowi dan membenahi permasalahan bangsa. Umur itu ndak penting. Ndak perlu militer, sipil, laki-laki dan perempuan itu ndak penting," tukasnya.

Buya Syafii Maarif menambahkan, sampai saat ini belum ada capres lain yang mampir atau berdiskusi dengannya. Hanya saja ada beberapa kelompok massa yang mengatasnamakan salah satu kandidat calon wakil presiden (wapres). Mengenai siapa yang hadir, Buya Syafi'i Maarif enggan mengungkapkannya.

Buya Syafii Maarif mengaku, ini pertemuan yang ke lima dengan Jokowi. Dia mengaku ada beberapa hal yang dibicarakan dengan Jokowi terutama masalah kepemimpinan.

Tampaknya silaturrahmi Jokowi berbuah manis. Tak pulang dengan tangan kosong, Jokowi mengaku berbekal masukan dari Buya Syafii Maarif bila kelak menjabat orang nomor satu Indonesia. “Bagaimana membenahi dan memperbaiki Indonesia kalau megang Pemerintah. Insya Allah, kalau saya pemerintah,” beber Jokowi yang pernah dinobatkan menjadi Wali Kota terbaik ketiga dunia. Saat itu Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Joko Widodo atau Jokowi, mantan Wali Kota Surakarta yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta, akhirnya sukses terpilih sebagai Wali Kota terbaik ketiga sedunia dalam pemilihan World Mayor Project 2012. Di atas Jokowi, Wali Kota terbaik sedunia 2012 adalah Wali Kota Bilbao dari negeri Matador, Spanyol, Inaki Azkuna diikuti Wali Kota Perth, Australia Barat dari negeri Kanguru, Australia, Lisa Scaffidi berada pada peringkat kedua.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif dan Calon Presiden (capres) dari PDI Perjuangan Joko Widodo bersama Wasekjen PDI Perjuangan Achmad Basarah memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kediaman Buya Syafii Maarif di Sleman, Yogyakarta, Sabtu (3/5/2014).

Joko Widodo melakukan kunjungan ke DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah untuk bersilahturahim dengan sejumlah tokoh politik dan pemimpin pondok pesantren. Selanjutnya, rombongan bertolak ke Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya Jokowi melakukan pertemuan dengan Ketua PP Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa. Jokowi dan rombongan lantas menuju Jombang. Di Jombang, Jokowi mengunjungi sejumlah pondok pesantren (ponpes).

Mengenai sosok Jokowi, Buya Syafi'i Maarif mengungkapkan, dia sebagai sosok yang sederhana dan tidak sombong. “Dia seorang pemimpin yang bicara apa adanya. Sepatu-sepatu murah, baju-baju murah. Masyarakat itu memerlukan pemimpin yang seperti itu," tutup Buya Syafi'i Maarif. (met/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.425 Since: 05.03.13 | 0.167 sec