Hukum

Vonis John Kei Jadi Pembanding Pembunuh Sadis Sisca Yofie

Friday, 02 Mei 2014 | View : 1359

BANDUNG-SBN.

Dua terdakwa pembunuh sadis yaitu Wawan alias Awing (39) dan Ade Ismayadi alias Epul (24) yang menyebabkan tewasnya Kepala Cabang Bandung, PT. Verena Multi Finance Tbk., Bandung, Jawa Barat, korban yang bernama Franceisca Yofie alias Sisca (34) di Jalan Cipedes Tengah RT07/RW01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat pada penghujung bulan suci Ramadhan 2013 yakni Senin (5/8/2013) silam, divonis hukuman penjara seumur hidup di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Bandung, Jalan RE Martadinata, Jawa Barat, Senin (24/3/2014).

Majelis Hakim kasus tewasnya Sisca Yofie yang diketuai Parulian Lumban Toruan akhirnya memvonis Wawan alias Awing selaku eksekutor dalam aksi penjambretan yang menyebabkan korban tewas dan keponakannya Ade Ismayadi alias Epul dengan hukuman penjara seumur hidup.

Majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti mencuri dengan melakukan kekerasan hingga korban mereka tewas. Hukuman atas perbuatan mereka diatur dalam Pasal 365 ayat (2) dan (4) KUHP. “Atas fakta dan pertimbangan tersebut, Wawan terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan pencurian dengan kekerasan sesuai dengan dakwaan kesatu Pasal 365 ayat (2) dan (4). Dan menjatuhkan hukuman pidana oleh karenanya dengan pidana penjara seumur hidup," tutur Ketua Majelis Hakim Parulian Lumban Toruan saat membacakan putusan atas terdakwa Wawan alias Awing dalam sidang di Ruang Sidang VI Gedung Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Bandung, Jalan RE Martadinata, Jawa Barat, Senin (24/3/2014). Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum meminta Wawan divonis mati.

Paman dan keponakan yang menyebabkan tewasnya Kepala Cabang Bandung, PT. Verena Multi Finance Tbk., Bandung, Jawa Barat, korban yang bernama Franceisca Yofie alias Sisca (34) di Jalan Cipedes Tengah RT07/RW01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat pada penghujung bulan suci Ramadhan 2013 yakni Senin (5/8/2013) silam itu menyatakan keberatan dengan hukuman penjara seumur hidup dan mengajukan banding. Lewat fakta persidangan tidak ditemukan unsur perencanaan yang menghabisi wanita cantik itu.

Kasus John Kei pun jadi pembanding untuk meringankan vonis terdakwa. John Kei resmi divonis 12 tahun penjara atas kasus pembunuhan berencana. “Kalau kita lihat coba kasus John Kei yang melakukan pembunuhan secara berencana, tidak ada menyentuh penjara seumur hidup,” tukas penasehat hukum terdakwa, Dadang Sukmawijaya, Jumat (2/5/2014).

Menurut advokat Dadang Sukmawijaya, terdakwa murni melakukan pencurian dengan kekerasan sebagaimana tertera dalam Pasal 365 ayat (2) dan 4 KUHP. "Sekali lagi saya sampaikan tidak ada unsur perencanaan," cetus dia lagi.

Sehingga usai vonis ia langsung mengajukan banding dan pada 15 April memory banding juga resmi diajukan dengan memasukkan kasus pembunuhan berencana yang malah tidak dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. "Kita lihat juga kasus Antasari Azhar,” pungkasnya.

Salah satu dari tiga penasihat hukum terdakwa ini, pengacara Dadang Sukmawijaya mengaku akan terus mencari keadilan. Di tingkat Pengadilan Tinggi (P.T.) ia meminta kliennya dilepas dari jerat penjara seumur hidup. Menurut dia, dua terdakwa pembunuh keji tersebut yaitu Wawan alias Awing (39) dan Ade Ismayadi alias Epul (24) saat ini masih berada di ruang tahanan Kebonwaru Bandung. (jos/mer)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.828 Since: 05.03.13 | 0.1453 sec