Politik

Partai Bang Yos Merapat Koalisi PDIP

Saturday, 03 Mei 2014 | View : 1032

JAKARTA-SBN.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang selama ini dikabarkan tengah menggandeng partai berwarna dasar hijau, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), ternyata sudah menggandeng partai politik (parpol) yang lain. PDIP sudah melakukan deal dengan partai lain, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menjadi salah satu pendukung koalisi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo mengungkapkan, pertemuan PDI Perjuangan dengan partai besutan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso ini diwakilkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan, Drs. H. Sidarto Danusubroto. "Pimpinan PKPI sudah ketemu fungsi DPP Pak Sidarto," katanya dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Jumat (2/5/2014).

Sejumlah quick count menyebutkan PKPI hanya mendapat suara sekitar satu persen.

Sebelumnya, PDI Perjuangan mengatakan terus membuka komunikasi dengan sejumlah partai. Bahkan, calon presiden (capres) yang saat ini adalah Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ sendiri mengakui kalau tengah mendekati partai yang berwarna hijau, yang belakangan diketahui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun, kedua partai itu masih belum ada kepastian untuk bergabung dengan koalisi ini.

Bakal calon Presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rhoma Irama, menyatakan tidak setuju jika PKB berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk mengusung capres Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dalam pemilu Presiden 2014. Hal itu kembali ditegaskan Ketua Tim Sukses Rhoma Irama, Ramdansyah, mengenai pernyataan Rhoma Irama sebelumnya. Menurutnya Rhoma Irama mendengarkan aspirasi warga Jakarta sehingga dirinya tidak setuju PKB berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung mantan Wali Kota Solo tersebut Jokowi.

"Kalau dengan Jokowi (tidak setuju). Tapi kalau dengan mbak Puan atau ibu Mega, bang Rhoma tidak masalah. Alasannya, bang Rhoma mendengarkan aspirasi masyarakat Jakarta yang ingin Jokowi menyelesaikan jabatannya terlebih dulu," tegas Ramdansyah, Jumat (2/5/2014). "Sori kalau dengan Jokowi, Rhoma menolak," tambahnya.

Raja dangdut Rhoma Irama mengungkapkan komitmen awalnya dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), termasuk masalah penarikan dukungan jika partai besutan Muhaimin Iskandar itu memutuskan merapat ke PDIP untuk berkoalisi.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Rhoma Irama sempat mengatakan dalam komitmen awalnya dengan PKB. Seandainya PKB berkoalisi dengan partai lain dan mengusung capres lain, maka pihaknya akan menarik dukungan. Pihaknya pun akan legowo jika PKB mengusung capres lain bersama partai koalisi. “Komitmen kami, seandainya PKB ke PDIP, kami akan menarik dukungan. Dengan alasan, kami lebih menghormati aspirasi masyarakat Jakarta supaya mas Jokowi tetap pimpin Jakarta. Kecuali capresnya ibu Mega atau mbak Puan, itu lain soal," cetus Rhoma Irama ketika dikonfirmasi.

"Demikian juga kalau PKB berkoalisi dengan partai lain dan mengusung capres lain, kami legowo dan tarik dukungan dari PKB," tukasnya lagi.

Bakal calon Presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rhoma Irama, juga mengimbau kepada politisi PKB supaya tidak mengeluarkan pernyataan provokatif yang bisa memicu kemarahan dari pendukung Rhoma Irama.

Raja dangdut Rhoma Irama menjelaskan pendukung Rhoma Irama ada yang merasa kecewa dengan sikap PKB yang dikabarkan akan merapat ke PDIP dan meninggalkan Rhoma Irama. Menurutnya pernyataan seperti itu sangat menyinggung perasaan pendukungnya.

"Ada pernyataan dari teman-teman PKB yang provokatif dan menyinggung perasaan teman-teman. Mereka berjuang tanpa mendapatkan imbalan apapun untuk membesarkan PKB. Saling menghormatilah," ketus Rhoma  Irama di Jakarta, Jumat (2/5/2014).

"Kami imbau pada teman-teman PKB, tidak membuat statement provokatif," tegasnya.

Ketika ditanya lagi apakah saat ini dirinya sudah resmi meninggalkan PKB, pria berjuluk raja dangdut itu menyatakan sampai saat ini belum jelas karena belum ada pernyataan dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengenai koalisi PKB. “PKB juga belum jelas. Koalisi PKB dengan PDIP belum fixed. Pak Ketum belum nyatakan itu, saya belum diajak bicara tentang kepastian itu. Saat ini saya masih bersama PKB. Kalau sampai itu terjadi, kami akan tarik dukungan. Sampai saat ini saya lihat belum ada kepastian," imbuhnya.

Pria berjuluk raja dangdut tersebut kembali menjelaskan, penarikan dukungan akan dilakukan untuk menghormati massa pendukung Rhoma Irama yang selama ini sudah berjuang habis-habisan mengangkat suara PKB dalam pemilu legislatif kemarin. "Paling tidak, menarik dukungan karena psikologi massa pendukung. Sudah merasa berjuang habis-habisan tapi tiba-tiba orang lain yang memimpin," pungkasnya. (mer/tri/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.411 Since: 05.03.13 | 0.1555 sec