Politik

PKB Akhirnya Bergabung PDIP Dan Partai NasDem Di Pilpres 2014

Thursday, 01 Mei 2014 | View : 1332

JAKARTA-SBN.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akhirnya merapat ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menghadapi pemilihan presiden (pilpres) 2014.

Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga mengaku pihaknya bersyukur atas keputusan PKB tersebut.

Namun, PDIP masih menunggu keputusan resmi PKB tersebut. "Ini menjadi satu energi penggerak yang memberikan semangat bagi kami untuk meneruskan perjuangan dalam mendukung untuk pemenangan Pak Jokowi," kata Eriko Sotarduga melalui pesan singkat, Kamis (1/5/2014).

Eriko Sotarduga mengatakan publik telah menunggu bergabungnya PKB ke PDI Perjuangan.

Mengenai calon wakil presiden (wapres), Eriko Sotarduga mengakui hal itu sepenuhnya diserahkan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri dan Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Cawapres tentu akan disampaikan kepada Partai Pengusung Calon Presiden dan Calon Wapres, dukungan PKB ini semakin menyempurnakan kerjasama kebangsaan yang berohkan kerakyatan," tuturnya.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hampir resmi berkoalisi dengan PDI Perjuangan untuk mengusung Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ maju pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang. Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (Sekjen DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Imam Nahrowi memastikan koalisi partainya bersama dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah hampir final.

Sekjen DPP PKB, Imam Nahrowi, mengakui pembicaraan koalisi ini, sudah dibicarakan dengan semua jajaran pengurus di tingkat pusat (DPP) hingga jajaran wilayah (DPW). Ia menegaskan, rencana kerjasama koalisi PKB bersama dengan PDIP ini juga sudah kami komunikasikan dengan semua jajaran pengurus baik di tingkat pusat hingga jajaran wilayah atau DPW.

“Berkerjasama  dengan PDIP hanya tinggal peresmian saja,” bilang Imam Nahrowi dalam pernyataannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/4/2014).

Pilihan PKB berkoalisi bersama dengan PDIP, Imam Nahrowi menjelaskan, semata-mata didasari oleh kesamaan platfom, visi misi, serta tujuan pembangunan nasional. Selain itu, ditambah lagi secara historis, imbuhnya, hubungan PKB dan PDIP  memang sangat baik. Termasuk, keduanya sama-sama memiliki basis massa yang solid dan loyal karena terbangun oleh struktur sosial yang mengakar di masyarakat. “Pilihan koalisi PKB bersama PDIP ini semata-mata didasari oleh kesamaan platform dan visi misi untuk pembangunan nasional. Ditambah lagi secara historis, hubungan kedua partai ini memang sangat baik,” jelas Imam Nahrowi, melalui siaran pers yang diterima wartawan, Rabu (30/4/2014).

Imam Nahrowi melanjutkan, baik PKB maupun PDIP saat ini memiliki basis massa yang solid dan loyal karena terbangun oleh struktur sosial yang mengakar di masyarakat, di mana PKB punya warga Nahdliyin sedangkan PDIP punya kaum Marhaen. “PKB punya warga Nahdliyin, PDIP punya kaum Marhaen. Kalau kedua kekuatan ini bersatu dari elitnya hingga grassroot, insyallah mimpi Indonesia sejahtera dan hebat lahir batin akan segera terwujud," terangnya.

Sekjen DPP PKB Imam Nahrowi menegaskan, dalam koalisi ini kubu PKB tidak memberikan persyaratan apapun terhadap partai besutan Megawati Soekarno Putri ini. Ditambahkan dirinya, soal susunan kabinet pemerintahan nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada partai berlambang banteng moncong putih. “Kami berkoalisi tidak mensyaratkan apapun, karena kami melihat dalam membangun negeri ini dengan berbagai kompleksitas persoalannya, memang dibutuhkan kerjasama yang tulus dan bervisi antar semua komponen bangsa," Imam Nahrowi memastikan.

Sekjen DPP PKB Imam Nahrowi mengatakan, koalisi yang dibangun PKB berangkat dari kepercayaan bahwa PDIP akan arif dan bijaksana dalam menentukan cawapres dan menteri-menteri yang ditunjuk jika menang nanti. “Koalisi yang kami bangun ini berangkat dari kepercayaan kami bahwa PDIP akan arif dan bijaksana dalam menentukan cawapres dan menteri-menteri yang ditunjuk nantinya jika menang. Jadi bagi kami, soal cawapres kami serahkan sepenuhnya kepada ibu Mega, pak Jokowi, dan PDIP untuk menentukan," pungkasnya.

Sementara itu, Partai Nasional Demokrat (NasDem) menerima Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk ikut berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal itu terkait dukungan PKB kepada partai berlambang banteng tersebut pada pemilihan presiden 2014.

"Kita terbuka, hasil pertemuan Pak Tjahjo (Sekjen PDIP) dan Pak Surya Paloh (Ketua Partai NasDem) dimana ada partai pengusung dan pendukung," kata Wakil Sekjen Partai NasDem, Willy Aditya, di Maarif Institute, Jakarta, Kamis (1/5/2014).

NasDem, sambung Willy Aditya, masuk sebagai partai pengusung. Sedangkan partai lain masuk kategori pendukung. "Kita terbuka untuk partai pendukung. Ini untuk memperkuat platform presidensial," imbuhnya.

Willy Aditya mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan mengenai calon wakil presiden pendamping Jokowi. Ia juga tidak mempersoalkan bila ternyata cawapres Jokowi dari PKB.

"Yang penting rembuk dulu oleh Pak Surya dan Bu Mega. Ini kan tidak bisa kawin paksa. Terpenting cawapres memiliki chemistry dengan Pak Jokowi,” lanjutnya.

Partai NasDem memiliki kriteria pendamping Jokowi yakni elektabilitas tinggi, ketegasan, dan berpengalaman. "Nanti yang akan umumkan Pak Surya dan Bu Mega,” tambahnya. (tri/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.542.050 Since: 05.03.13 | 0.1567 sec