Nasional

Wali Kota Surabaya Nilai Gubernur Jawa Tengah Kurang Galak

Thursday, 01 Mei 2014 | View : 799

JAKARTA-SBN.

Wali Kota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, M.T. atau terkadang ditulis Tri Risma Harini yang menjabat sejak 28 September 2010 lalu dan Gubernur provinsi Jawa Tengah (Jateng) H. Ganjar Pranowo, S.H. hadir dalam acara musyawarah rencana pembangunan nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (30/4/2014). Saat bertemu, keduanya tampak akrab dan saling melontarkan lelucon dalam bahasa Jawa.

Wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarahnya, Risma kemudian menyinggung soal aksi Ganjar Pranowo saat marah-marah di jembatan timbang, Batang, Jawa Tengah. "Pak Ganjar ini lucu, kelihatan aslinya. Tapi misuh-misuh (memaki-maki) kok halus," kata mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya dan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) hingga tahun 2010, Risma sambil tertawa lepas.

Ganjar Pranowo yang berada di sampingnya kemudian membalas Risma. "Ini terinspirasi ibu (Risma)," ujar Ganjar Pranowo sambil tertawa.

Insinyur lulusan Arsitektur dan pasca sarjana Manajemen Pembangunan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Risma yakin Ganjar Pranowo sudah memendam kekesalan lama karena melihat birokrasi korup dan tidak efisien. "Marah seperti itu tidak bisa karena terinspirasi. Sudah ngempet (menahan), kapan iso ngamuk (marah), nah dapat tempat, akhirnya keluar semua," kata wanita pertama di Indonesia yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi di Indonesa pasca Reformasi 98, Risma.

Dapat candaan seperti itu, Ganjar Pranowo akhirnya mengakui. Walaupun orang Karanganyar, yang relatif halus, kalau memang ada persoalan dia bisa galak. "Nek ketemon (kalau ketemu masalah), yo ngene iki. Metu sungune, ketok bantenge (keluar tanduknya, terlihat bantengnya)," canda Ganjar Pranowo.

Ditemui setelah pertemuan dengan Risma, Ganjar Pranowo mengakui marah-marahnya tidak bisa langsung menyelesaikan masalah. Dia menilai, persoalan pungli dan arus truk kelebihan muatan tidak bisa diselesaikan Jawa Tengah sendirian. "Ini juga harus kerja sama dengan Jatim. Tapi saya sudah ketemu Gubernur Jatim, dia juga belum bisa mengatasi, bagaimana dong,” jelas Ganjar Pranowo.

Sebanyak 281 petugas Dishubkominfo yang bertugas di jembatan di seluruh Jawa Tengah (Jateng) dipanggil untuk mengikuti evaluasi paska dipergokinya praktek pungli oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa hari lalu.

Kepala Dishubkominfo Jateng, Urip Sihabudin mengatakan 281 petugas itu berasal dari 16 jembatan timbang yang berada di wilayah Jateng.

"Mereka akan dievaluasi dan dinyatakan layak atau tidak untuk kembali bertugas di jembatan timbang. Yang tidak layak akan kita tempatkan di kantor," kata Urip Sihabudin Selasa (29/4/2014).

Urip Sihabudin merencanakan proses evaluasi terkait maraknya praktek pungli di jembatan timbang itu akan selesai dalam waktu dua hari.

"Jika dari 281 petugas ternyata hanya 200 yang mendapat nilai evaluasi yang layak, maka hanya 200 petugas saja yang dikembalikan ke jembatan timbang. Nanti dari hasil evaluasi akan ditentukan mana petugas yang siap dikembalikan ke posisinya," ungkapnya.

Selain itu, Urip Sihabudin menambahkan paska Ganjar Pranowo mengamuk karena memergoki praktek pungli yang dilakukan oleh kernet dan sopir truk yang kelebihan muatan kepada petugas Dishubkominfo di jembatan timbang, Jembatan timbang Subah, Batang, Jawa Tengah ditutup sementara hanya beberapa jam.

"Penutupan mulai pagi tadi dan hanya beberapa jam karena petugas masih dipanggil di kantor Dishubkominfo setempat. Petugas dipanggil di kantor, evaluasi dan dibriefing,” bebernya.

Seperti yang diberitakan Ganjar Pranowo mengamuk ketika memergoki seorang kernet truk yang kelebihan muatan meletakkan uang di meja petugas jembatan timbang Subah tanpa meminta kuitansi. Politisi PDIP itu pun semakin marah ketika menemukan amplop berisi uang di dalam laci meja petugas.

Keesokan harinya, Senin (28/4/2014) Ganjar Pranowo mendatangi kantor Dishubkominfo Jateng dan menemui Urip Sihabudin. Ganjar Pranowo meminta agar dilakukan evaluasi dan segera hilangkan praktik pungli karena menjadi faktor penyebab jalur pantura rusak parah. (mer/jos)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.417 Since: 05.03.13 | 0.133 sec