Hukum

Kasus Suap SKK Migas, Rudi Rubiandini Keukeuh Tidak Terima Suap

Tuesday, 29 April 2014 | View : 1168

JAKARTA-SBN.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Selasa (29/4/2014) menjatuhkan vonis hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan kepada Rudi Rubiandini.

Menurut Rudi Rubiandini, kendati menerima vonis hakim, dia mengaku tak puas.

Rudi Rubiandini berkukuh merasa tak pernah menerima suap atau melakukan pencucian uang. Putusan hakim disebutnya hanya salinan dari tuntutan Jaksa yang berdasar dakwaan. “Siapa yang puas dengan keputusan ini, tidak ada. Saya pun tidak. Tapi saya terima karena hidup masih panjang. Beri saya ketenangan untuk istirahat dulu,” ucapnya seusai sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2014) siang.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). bersikukuh tak mengakui perbuatannya menerima suap dan melakukan pencucian uang sebagaimana dakwaan Jaksa Komisi pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia mengklaim, selama menjabat sebagai Kepala SKK Migas, dirinya sudah mengikuti peraturan berlaku. "Selama ini apa yang dituduhkan kepada saya menerima suap itu tidak benar. Saya tidak pernah minta. Saya melakukan tender dengan benar,” jelas Rudi Rubiandini jelang mendengarkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Seperti dikabarkan sebelumnya, tersangka Rudi Rubiandini pasrah apapun yang diputuskan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terhadap dirinya. Sebelumnya, Rudi Rubiandini dituntut Jaksa KPK, 10 tahun penjara atas dugaan suap di lingkungan SKK Migas dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Kami serahkan saja kepada Majelis Hakim dengan segala kerendahan hati secara hukum nanti penasihat hukum saya akan menyampaikan bagaimana duduk perkaranya," kata Rudi Rubiandini diwawancara wartawan usai menjalani sidang pembacaan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Mantan Kepala SKK Migas itu ikhlas segala keputusan Majelis Hakim. Diapun mengaku siap menjalani sidang babak akhirnya, pada tanggal 29 April nanti. “Saya akan ikhlas. Insya Allah apapun yang akan diberikan ke saya karena itu datang dari Allah SWT. Saya hanya akan mengucap innalilahi wa inna illahi rojiun," imbuhnya.

Rudi Rubiandini berharap Majelis Hakim bisa melihat fakta perkara ini dengan sangat teliti. Dia pun berharap Majelis Hakim tak terintervensi dari pihak manapun. "Kalau saya sih vonis hari ini gak penting. Mau turun mau apa. Saya cuma ingin hakim menjatuhkan hukuman ke saya sesuai dengan yang seharusnya. Gak tahu kalau hakimnya takut sama KPK," tambah Rudi Rubiandini jelang mendengarkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (29/4/2014).

"Saya juga gak akan menangis bombay. Saya masih punya harga diri," sambung Rudi Rubiandini jelang mendengarkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Namun, Rudi Rubiandini optimistis mendapat putusan yang setimpal dari Majelis Hakim hari ini, Selasa (29/4/2014). Sebab, terang Rudi Rubiandini, semua sudah dijabarkan dalam nota pembelaan atau Pledoi, yang dibacakan dua pekan lalu olehnya.

"Kan sudah jelas di Pleidoi saya. Saya gak menerima suap, gak melakukan TPPU. Saya hanya gratifikasi. Tapi kemarin tuntutan kok cuma copy paste saja dari dakwaan. Yang saya ungkap peran-peran orang lain itu ternyata gak penting (menurut Jaksa),” tandas Rudi Rubiandini. (tri/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.289.016 Since: 05.03.13 | 0.1791 sec