Politik

Uni Eropa Pantau Koalisi Partai NasDem Dan PDIP

Tuesday, 29 April 2014 | View : 838

JAKARTA-SBN.

Uni Eropa menyampaikan rasa kagumnya atas proses demokrasi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia & ASEAN, Olof Skoog, saat bertandang ke DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem). “Kami melihat hal yang mengagumkan dalam demokrasi indonesia. Begitu juga dalam pertumbuhan ekonomi. Dalam masa sulit, Indonesia masih dapat mempertahankan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi," kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia & ASEAN, Olof Skoog di kantor DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem), Jakarta, Senin (28/4/2014).

Uni Eropa memberikan perhatian khusus pada koalisi antara Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengusung Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) 2014.

Olof Skoog mengatakan, perkembangan pemilu Presiden (pilpres) di Indonesia mendapat perhatian serius dari Uni Eropa. Menurutnya demokrasi dan ekonomi di Indonesia terlihat mengagumkan bagi Uni Eropa.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia & ASEAN, Olof Skoog menyampaikan hal itu saat melakukan kunjungan ke DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang ditemui oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Duta Besar untuk Indonesia & ASEAN, Olof Skoog, melakukan kunjungan DPP Partai NasDem untuk melihat koalisi antara NasDem dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) serta prediksi kebijakan pemerintah Indonesia setelah pemilu.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia & ASEAN, Olof Skoog menuturkan selama ini kerja sama antara Uni Eropa dan Indonesia terjalin dengan baik. Olof Skoog mengatakan selama ini kerjasama yang terjalin adalah Uni Eropa memberi dan Indonesia menerima. Oleh karena itu, diharapkan kerja sama kedua negara selanjutnya dapat lebih seimbang. Uni Eropa, lanjut Olof Skoog, berharap kerjasama antara Indonesia dengan Uni Eropa selanjutnya dapat lebih seimbang. “Tak hanya Eropa yang berinvestasi, tetapi juga Indonesia. Tak hanya Indonesia yang ekspor ke kami tetapi juga sebaliknya," tuturnya.

Mengenai sosok Jokowi, ia mengaku sangat mengaguminya. "Saya bertemu dengan Jokowi sebagai Gubernur pada November 2013. Saat itu saya kagum dengan kebijakan politik yang diterapkan. Saya kagum dengan cara pendekatan Jokowi terhadap masyarakat," ucapnya.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan kunjungan Olof Skoog merupakan kunjungan kehormatan yang sebelumnya telah diagendakan sejak dua minggu lalu. Namun karena kesibukan, agenda tersebut akhirnya baru dapat terlaksana.

Dalam pertemuan itu, sambung dia, Olof Skoog mengucapkan selamat kepada Partai Nasional Demokrat (NasDem) karena mendapatkan tempat di masyarakat dengan hasil impresif saat Pemilu Legislatif (pileg). Dalam pertemuan itu, Olof Skoog menurut Surya Paloh, juga mengucapkan selamat kepada Partai NasDem karena berhasil menembus ambang batas parlemen dan memastikan wakilnya duduk di parlemen untuk periode 2014-2019.

Hal lain yang menjadi pembicaraan adalah keingintahuan Uni Eropa mengenai koalisi antara Partai Nasional Demokrat (NasDem) dengan PDIP. “Hal lain yang menjadi keingintahuan Uni Eropa adalah koalisi dengan PDIP. Mereka ingin mengetahui lebih dalam soal kemungkinan Jokowi bisa memimpin Indonesia ke depan," katanya. “Mereka mau memahami kemungkinan Jokowi untuk bisa memimpin Indonesa kedepan," tambah Surya Paloh di kantor DPP Partai NasDem, Senin (28/4/2014).

Melihat pembicaraan itu menggambarkan potensialnya Indonesia dalam memainkan peran ekonomi dunia. Surya Paloh mengatakan pembicaraan antara dirinya dengan Olof Skoog menggambarkan potensialnya Indonesia dalam memainkan peran ekonomi dunia. Hal ini mengingat besarnya potensi Indonesia terhadap luasnya geografis, Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang besar.

Uni Eropa yang terdiri atas 28 negara juga ingin melihat kebijakan apa yang akan dijalankan pemerintah selanjutnya. Ditambahkannya, Uni Eropa yang terdiri atas 28 negara juga ingin melihat kebijakan apa yang akan dijalankan pemerintah selanjutnya. “Apakah hanya akan melanjutkan kebijakan yang sudah dijalankan saat ini atau ada kebijakan-kebijakan baru," papar Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. (jos)

See Also

Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
Rapat Paripurna DPR RI Setujui Program Dana Aspirasi
Pimpinan DPR RI Minta MKD Usut Tuntas Dugaan Gelar Doktor Palsu
4 Butir Hasil Islah Partai Golkar
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.166.285 Since: 05.03.13 | 0.402 sec