Politik

Komentar Wagub DKI Terkait Wacana Koalisi Gerindra Dan PKS

Monday, 28 April 2014 | View : 1049

JAKARTA-SBN.

Pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) 2014 tinggal 72 hari lagi. Gambaran koalisi partai politik juga beranjak terang. Salah satunya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sudah terlihat merapat ke Partai Gerindra.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama  yang biasa disapa ‘Ahok’ turut angkat bicara terkait rencana koalisi Partai Gerindra dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Basuki Tjahaja Purnama tidak mempermasalahkan Gerindra berkoalisi dengaan partai Islam tersebut. Ia membantah bila disebutkan bermasalah dengan partai yang dipimpin oleh Anis Matta itu. Basuki Tjahaja Purnama yang juga kader Partai Gerindra itu mengatakan, kader dan anggota PKS tidak ada yang pernah berpikir maupun bertindak negatif kepadanya. “Kalau PKS kan tidak pernah negatif sama saya, PKS tidak pernah macam-macam. Saya dari dulu, baik-baik saja dengan semua anggotanya, enggak ada masalah," terang mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota DKI,  Jakarta, Senin (28/4/2014).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama enggan berbicara tentang komunikasi politik antara Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sedang dibangun. Politikus Partai Gerindra itu mengaku tak mau mengurus urusan partai. “Saya enggak tahu. Itu urusan partailah," ujar pria asal Manggar, Belitung, itu di kantornya, Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/4/2014).

Mantan anggota DPR RI tersebut, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, dia menyerahkan perihal strategi politik tersebut kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

Pria yang akrab dipanggil ‘Ahok’ ini memang selalu enggan menjawab pertanyaan wartawan jika terkait kebijakan partai. Ia selalu menjawab singkat, "Saya sudah dihibahkan ke warga Jakarta."

Beberapa waktu lalu, kader muda PKS yang terhimpun dalam elemen muda organisasi sayap PKS yaitu Gerakan Pemuda Keadilan (Gema Keadilan), Garda Keadilan, dan Benteng Muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pernah membuat survei yang menyebutkan 93 persen warga Jakarta menolak Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta jika kelak menggantikan Joko Widodo yang menjadi bakal calon presiden PDI-Perjuangan.

Menanggapi hal tersebut, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pihak penolaknya bukanlah anggota resmi PKS. “Kemarin bikin survei dan bilang enggak setuju sama saya kan bukan resmi dari PKS-nya. Tapi, lembaga-lembaga underbow PKS-nya saja,” tutur Basuki Tjahaja Purnama.

Basuki Tjahaja Purnama pernah menantang kader muda PKS yang menentangnya menjadi Gubernur DKI Jakarta. Basuki Tjahaja Purnama menantangnya untuk melihat hasil perolehan suara Partai Gerindra, yang akan mengungguli PKS di Jakarta pada Pemilu Legislatif 2009. Untuk sementara, ucapan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu terbukti.

Berdasarkan perhitungan manual di KPU DKI Jakarta yang masuk hingga Selasa (15/4/2014) malam, PKS berada di urutan ketiga, baik untuk kursi di DPRD DKI Jakarta maupun DPR RI. Partai Gerindra berada di atasnya, yakni urutan kedua.

Untuk perolehan suara pada pemilu DPRD DKI, Partai Gerindra mendapatkan 14,17 persen suara atau setara 355.843 suara, sementara PKS dengan 9,34 persen suara atau setara 234.467 suara.

Untuk perolehan suara DPR RI, Partai Gerindra mendapatkan 13,59 persen suara atau setara 341.698 suara. Adapun, PKS mendapat 10,71 persen suara, setara 269.417 suara.

Pada Selasa (15/4/2014), suara sah yang sudah direkapitulasi di KPU DKI Jakarta mencapai 2.514.588 untuk pemilihan DPR RI dan 2.510.665 suara untuk kursi DPRD DKI. Data tersebut akan digabungkan dengan data suara yang masuk pada Senin (14/4/2014) dan suara lain yang belum masuk.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku senang karena perolehan suara partainya, Gerindra, mampu mengalahkan PKS di wilayah Jakarta.

Ia menilai, hasil tersebut membuktikan bahwa hasil survei yang pernah dilakukan oleh kader muda PKS yang terhimpun dalam Gerakan Pemuda Keadilan (Gema Keadilan), Garda Keadilan, dan Benteng Muda PKS beberapa waktu lalu tidak benar. "Jadi, survei mereka yang mengatakan 93 persen warga DKI menolak Ahok tidak tepat," tutur Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (21/4/2014).

Menurut Basuki Tjahaja Purnama, saat ini perolehan partainya saja sudah mencapai lebih dari tujuh persen, sedangkan PDI Perjuangan hampir mencapai 20 persen. Karena itu, tambah dia, survei yang dilakukan tersebut benar-benar diragukan kebenarannya. “Kalau dia klaim yang nolak Ahok hampir 70 persen, itu pun masih tanda tanya. Apakah Hanura, NasDem nolak saya juga? Kalau cuma PKS, berarti tidak sampai 10 persen dong yang nolak Ahok di sini? Dan saya ingatkan, jadi Gubernur itu hanya perlu 50 + 1," ucap Basuki Tjahaja Purnama.  “Jadi, survei mereka kurang lihai," tukas pria yang akrab disapa ‘Ahok’ itu.

Seperti yang diberitakan, dalam survei tersebut, penolakan warga disebabkan kepribadian dan gaya komunikasi Basuki Tjahaja Purnama yang tidak santun. Menanggapi hal tersebut, Basuki Tjahaja Purnama sempat menantang kader-kader muda PKS itu untuk melihat perolehan suara partai mereka dan Partai Gerindra pada Pemilu Legislatif (pileg) 9 April 2014.

Sebelumnya diberitakan, Basuki Tjahaja Purnama menegaskan bahwa ia tak ciut dengan penolakan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat terhadap rencana pengangkatan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pria yang akrab disapa ‘Ahok’ ini dengan tegas menyatakan bahwa ia bukan politisi "kemarin sore" yang ciut jika digertak. “Mereka lupa Ahok itu tidak lahir hari ini. Ahok itu sudah ngalamin dari tahun 2003, saat di Belitung Timur diserang PBB (Partai Bulan Bintang). Mereka lupa Ahok ini sudah sepuluh tahun ditekan seperti itu. Jadi, yang ini terlalu kecil dan terlalu halus mainnya," tukas Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/3/2014).

Basuki Tjahaja Purnama menilai, jika ada sekelompok orang menolaknya, mereka paling-paling hanya berasal dari PKS. Saat itu, dia menantang partai tersebut untuk bersaing dengan Partai Gerindra pada pemilu mendatang. "Yang tidak suka kan cuma PKS. PKS tes saja sama Partai Gerindra, siapa yang nanti menang di Jakarta," ucapnya pada Rabu (26/3/2014).

Seperti diberitakan, setelah gagal berkoalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerindra menjajaki koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

PKS memutuskan membentuk tim khusus untuk merealisasikan koalisi dengan Partai Gerindra.

Koalisi PKS dengan Partai Gerindra itu diyakini akan meningkatkan peluang kemenangan Prabowo Subianto di pemilihan umum presiden (Pilpres) 2014. Pembentukan tim tersebut diputuskan dalam Rapat Majelis Syuro PKS, Minggu (27/4/2014) malam lalu.

PKS memilih berkoalisi dengan Partai Gerindra karena baru partai tersebut yang telah mengirimkan surat resmi ke PKS soal koalisi.

Tim tersebut akan dipimpin Sekjen PKS Muhammad Taufik Ridho dan beranggotakan Ketua Fraksi PKS di DPR RI Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPR RI Sohibul Iman, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Muzzamil Yusuf, dan Bendahara PKS Mahfudz Abdurrahman.

Seperti dikabarkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selama musim kampanye belakangan ini, heboh gara-gara kader elitnya, H. Fahri Hamzah, S.E. mengumumkan PKS menolak Wagub DKI Jakarta ‘Ahok’ jika proses Pemilu memuluskan langkah Jokowi. Akibatnya, menuai polemik panas bukan hanya dengan ‘Ahok’. Bahkan, para elit Gerindra partai yang mengusung ‘Ahok’ ikut saling serang.

Buntutnya, berkembang spekulasi bahwa PKS sengaja melancarkan manuver ibarat tamsil “sekali dayung dua tiga pula”. Selain keukeuh target di balik menggoyang ‘Ahok’, sekaligus memanfaatkan momen untuk mencari empati publik khususnya pemilih dari masyarakat Islam. (kom/det/jos)

See Also

Sosialisasi Pilkada Jadi Tantangan KPU
Bawaslu RI Pastikan Pilkada Luber Dan Jurdil
Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.289.115 Since: 05.03.13 | 0.1912 sec