HAM

Toleransi Beragama Berada Di Persimpangan Jalan

Tuesday, 16 Juli 2013 | View : 1026

JAKARTA-SBN. 

Pemerintah pusat, bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Timur, telah menunjuk Rektor IAIN Sunan Ampel, Prof. Dr. Abdul A’la, sebagai fasilitator atau leading person rekonsiliasi konflik antara warga Islam Suni dan Islam  Syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur. Saat ini, warga Islam Syiah Sampang terpaksa diungsikan ke tempat tinggal sementara, Rumah Susun (Rusun) Sidoarjo, karena diusir oleh warga Islam Suni. 

“Proses rekonsiliasi saat ini sedang berlangsung dengan mempertemukan keluarga yang bersengketa yang saat ini berada di rusunawa Sidoarjo dan yang berada di Sampang,” tutur Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (R.I.), Marsekal TNI (Purn.) Djoko Suyanto, seusai rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Senin (15/7/2013).

“Ada dua opsi yang ditawarkan apabila proses pertemuan kedua belah pihak bisa berjalan baik. Pertama, warga Islam Syiah bisa kembali ke tempat asalnya dengan catatan resistensi dari warga Islam Suni sudah berubah,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan R.I. ke-11 tersebut. “ Bila opsi pertama gagal, pilihan kedua adalah warga Islam Syiah pindah ke lokasi lain yang masih di sekitar Madura,” sambung mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (TNI-AU) yang menjabat sejak 23 Februari 2005 hingga 13 Februari 2006. “Namun, ini masih digodok oleh tim dan Pemda Jatim,” tambah mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia yang menjabat dari 13 Februari 2006 hingga 28 Desember 2007. 

“Apabila proses rekonsiliasi berjalan lancar, akan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama terkait penataan kembali keluarga yang bersengketa dengan keluarga di Sampang,” ujar Menkopolhukam yang menjabat sejak 22 Oktober 2009. “Setelah itu, pasti ada penataan kembali baik infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pesantren oleh Kementerian Agama dan Kementerian Perumahan Rakyat,” imbuh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan R.I. ke-11 tersebut.

“Penunjukan Rektor IAIN sebagai leading person dalam rekonsiliasi ini merupakan pilihan yang tepat karena yang bersangkutan dari kelompok independen. Rektor IAIN juga dianggap memahami ilmu agama,” ujar Sekda Provinsi Jatim, Rasiyo. “Kalau dari MUI, NU, atau Muhammadiyah nanti tambah repot, tapi kalau rektor kan netralitasnya bisa dijamin,” lanjut Rasiyo. “Presiden SBY meminta semua pihak berhati-hati dalam menyelesaikan konflik tersebut,” ucap Rasiyo. “Penyelesaiannya permasalahan sosial ini nggak bisa grusa grusu (cepat-cepat). Kondusif, solusi terbaik yang win-win,” tukas Rasiyo.
Sebanyak 235 jiwa atau 69 keluarga warga Sampang penganut Islam Syiah yang menjadi korban tragedi kemanusiaan pada tahun 2012 telah dipindahkan sejak Kamis (20/6/2013) dari GOR Wijaya Kusuma Sampang, Madura, ke Rusun Sidoarjo. Konflik antara Islam Syiah dan Islam Suni di Sampang, Madura, ini berawal dari hubungan keluarga antara pemimpin Islam Syiah, Tajul Muluk, dan saudaranya, Rois Al Hukama.

Ketika itu, keduanya masih sama-sama menganut aliran Islam Syiah. Namun, karena persoalan perempuan, Rois akhirnya memilih keluar dari aliran Islam Syiah itu. Sejak saat itu, tersiar kabar di kalangan Islam Suni pimpinan Rois bahwa Tajul Muluk mengajarkan aliran Islam sesat. Pada Agustus tahun 2012, perkampungan pengikut Islam aliran Syiah di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, dan Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang, diserang kelompok bersenjata dan menyebabkan satu orang tewas dan enam orang lainnya luka-luka. Sebanyak 47 unit rumah milik penganut aliran Syiah ini juga dibakar, termasuk madrasah dan musala penganut Islam Syiah. Penyerangan yang terjadi pada Agustus tahun2012 itu merupakan yang kedua. Sebelumnya, pada Desember 2011, pengikut Tajul Muluk juga pernah diserang, dan sekitar 300 keluarga terpaksa mengungsi.

Pemerintah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya termasuk berusaha mendamaikan kedua belah pihak yang berseteru, namun hingga saat ini belum nampak membuahkan hasil, hingga akhirnya pemerintah memutuskan agar penganut Islam aliran Syiah di Sampang itu harus eksodus untuk menghindari terjadinya aksi anarkistis dan jatuhnya lebih banyak korban. (kj/jp)

 

See Also

Viral Surat Edaran RW Di Surabaya Menghebohkan
Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.798.792 Since: 05.03.13 | 0.2255 sec