Politik

Tak Mau Jadi Oposisi, Majelis Syuro PKS Condong Dekati Partai Gerindra

Sunday, 27 April 2014 | View : 667

JAKARTA-SBN.

Hasil rapat Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memutuskan PKS akan tetap berada di jalur koalisi, bukan oposisi. Untuk mitra koalisi akan terus dijajaki walau diakui Partai Gerindra menjadi yang terdepan dan yang utama.

Dalam menentukan mitra koalisi, PKS bersikap tidak berdasarkan mengacu kepada jatah bagi-bagi kursi.

Anggota Majelis Syuro PKS, Ahmad Heryawan, di Jakarta, Minggu (27/4/2014), menyatakan alasan PKS tak memilih menjadi oposisi adalah agar bisa bersama-sama berjuang dalam Pemilihan Presiden 9 Juli 2014. Gagasan-gagasan PKS untuk memajukan bangsa dan negara lebih bisa diakomodasi lewat koalisi ketimbang oposisi. “Majelis Syuro PKS sepakat membentuk sebuah tim guna melakukan penjajakan lebih lanjut dengan calon-calon mitra yang ada dalam daftar PKS," kata Aher, sapaan akrabnya.

Ahmad Heryawan mengakui Partai Gerindra, melalui capres dan Ketua Dewan Pembinanya, Prabowo Subianto, sudah mengirimkan sebuah surat berisi lamaran untuk berkoalisi ke PKS. Surat itupun telah dibahas dalam rapat Majelis Syuro. “Prabowo kita lihat nilainya sudah di atas. Beliau secara resmi sudah kirim surat untuk meminta kita berkoalisi,” tutur Aher. “Masalah kursi cawapres itu ditentukan nanti. Misalnya, kami sudah ada empat partai yang berkoalisi, maka empat-empatnya duduk bersama dan membicarakan itu,” jelas Aher.

Setelah sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menyebut Partai Demokrat telah mengajukan tawaran koalisi, kini elite partai itu menyatakan, Partai Golkar dan Partai Gerindra juga telah mengajukan tawaran koalisi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M. Taufik Ridho mengatakan dalam menentukan mitra koalisinya, partainya tidak ingin berdasarkan kepada bagi-bagi kursi.

Saat ini, PKS telah melakukan penjajakan politik dengan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS M. Taufik Ridho, mengatakan, pihaknya telah melakukan penjajakan politik dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pendekatan paling intens dilakukan ARB yang menemui Ketua Umum PKS Anis Matta dan Ketua Dewan Syuro Hilmi Aminuddin.

Sementara tawaran dari Prabowo Subianto dituliskan di sebuah kertas dan dibacakan di sidang Majelis Syuro PKS, di Jakarta, Minggu (27/3/2014). "Karena semua masih penjajakan untuk dilaporkan ke Majelis Syuro,” ungkap Sekjen PKS M. Taufik Ridho.

PKS mengklaim telah mengikuti gaya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Jokowi untuk bekerja sama dengan tak membasiskan diri pada 'bagi-bagi kursi'. Sebab koalisi bagi-bagi kursi tak akan bisa membangun suatu pemerintahan yang kuat dan efektif.

Dia berkaca pada pengalaman partainya saat berkoalisi dengan Partai Demokrat dalam Sekretariat Gabungan (Setgab).

"PKS tidak mau seperti itu lagi. Dulu mungkin karena sudah ada transaksi jadi mereka bebas menentukan. Mereka rapat sendirian dulu, Lalu setelah ada keputusan baru minta kita mendukung. Kedepannya, siapapun yang membentuk koalisi, dalam membuat kebijakan harus dilakukan bersama," pungkas dia.

Walau demikian, dia mengakui PKS tetap membuka pintu koalisi dengan Partai Demokrat.
Dia juga menyatakan PKS siap untuk turun derajat dengan menjadikan tiga capres versi Pemira PKS menjadi calon Wakil Presiden di Pilpres 2014. Menurutnya, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, ataupun Ahmad Heryawan, tak masalah bila jadi cawapres.

Dia mengatakan, PKS menyadari hal itu dilakukan menyusul rendahnya perolehan suara partai itu dalam pemilu legislatif 9 April lalu. "Sekarang masih proses, kita masih mencari rekan koalisi terbaik kita," tukas dia lagi. (tri/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.177.603 Since: 05.03.13 | 0.2293 sec