Hukum

Tiga Tahun Buron Mantan Bupati Semarang Ditangkap Di Yogya

Saturday, 26 April 2014 | View : 964

SLEMAN-SBN.

Setelah menjadi buron selama tiga tahun, mantan Bupati Semarang, provinsi Jawa Tengah, H. Bambang Guritno, S.E., M.M., akhirnya tertangkap di Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (25/4/2014) petang. Mantan Bupati Semarang yang sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak bulan Maret 2011 lalu, H. Bambang Guritno, S.E., M.M. dibekuk saat mengisi ceramah di Masjid At-Taqwa, Babarsari, Sleman, Jumat (25/4/2014) sore. "Ya, sore tadi ditangkap saat di Masjid dekat rumah kontrakannya," beber Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DIY Purwanto Sudarmadji, Jumat (25/4/2014).

Dia buronan korupsi pengadaan buku pelajaran tingkat SD/MI tahun 2004 senilai Rp 3,5 miliar. Mantan Bupati Semarang itu, Bambang Guritno sebelumnya tersandung dan tersangkut kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan buku pelajaran tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Semarang pada tahun 2004 silam. Akibatnya, kerugian negara ditaksir mencapai sebesar Rp 3,5 miliar.

Tim Satuan Tugas (Satgas) Kejaksaan Agung (Kejagung) meringkus mantan Bupati Semarang, Bambang Guritno yang menjadi buron korupsi buku pelajaran tingkat SD/MI Kabupaten Semarang tahun 2004. Penangkapan dilakukan tim gabungan dari Kejati Jawa Tengah, Kejati DIY, Kejari Sleman, dan Kejari Ambarawa. Bambang Guritno ditangkap oleh tim Monitoring Center Kejaksaan Agung bersama Kejaksaaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta saat memberi ceramah dalam pengajian di rumah kontrakannya, di samping Masjid Attaqwa kompleks Yadara PJKA, Babarsari. “Tim Satgas Kejagung, Tim Kejati Jateng, dan Kejati DIY berhasil mengamankan DPO (Daftar Pencarian Orang) asal Kejari Ambarawa atas nama H. Bambang Guritno, S.E., M.M., mantan Bupati Semarang,” ungkap Setia Untung Arimuladi, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, pada hari Sabtu (26/4/2014).

“Penangkapannya pada Jumat (25/4/2014) pukul 17.00 WIB di Kompleks Yadara-PJKA, Babarsari, Catur Tunggal, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ditangkap oleh Kejagung bersama Kejati Jateng dan Kejati DIY,” papar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi di Jakarta, Jumat (25/4/2014).

Terdakwa ditangkap saat mengisi ceramah di masjid yang dihadiri sekitar 20 orang. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Setia Untung Arimuladi menjelaskan Bambang Guritno ditangkap di Komplek Yadara-PJKA, Babarsari, Catur Tunggal, Sleman, Yogyakarta, pada Jumat (25/4/2014), pukul 17.00 WIB.

Selama di Babarsari, Sleman, terpidana Bambang Guritno mengubah identitasnya menjadi Muh Umar Assidiq. Ironisnya, ditengarai dia sering mengisi pengajian di sekitar lokasi tempat kontrakannya. "Bahkan untuk penyamaran ia mengaku bernama Umar Assidiq,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta, Purwanta Sudarmadji, Jumat (25/4/2014) malam.

Saat ditangkap, terpidana tidak melakukan perlawanan. Beberapa orang yang ada dilokasi terlihat kaget atas penangkapan itu. "Ya pada kaget tentu," jelasnya.

Setelah ditangkap, terpidana 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan itu dibawa ke kantor Kejaksaan Tinggi di Jalan Sukonandi, Kota Yogyakarta. Bambang Guritno alias Umar Assidiq selanjutnya dibawa ke Kantor Kejati DIY di Jalan Sukonandi, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Sambil diproses secara administratif, petugas menunggu Jaksa dari Kejaksaan Negeri Ambarawa, Kabupaten Semarang. Selanjutnya, dia akan dibawa petugas Kejari Ambarawa untuk segera dilakukan eksekusi sesuai dengan putusan MA.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang menjatuhkan hukuman dua tahun penjara ditambah denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan, serta mewajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 321 juta kepada Bambang Guritno.

Atas putusan itu, kemudian dia mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah.

Selanjutnya, oleh P.T. Jawa Tengah, hukumannya berkurang menjadi satu tahun penjara ditambah denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Setelah putusan banding itu, Bambang Guritno dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sama-sama mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Dan, pada 21 April 2010, MA mengeluarkan putusan bernomor 793K/Pid.Sus/2009 yang menolak kasasi terpidana dan menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta, Purwanta Sudarmadji, Jumat (25/4/2014) malam menyatakan yang bersangkutan dipidana berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 793K/Pid.Sus/2009 tanggal 21 April 2011. Dia dinyatakan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buron oleh Kejaksaan Negeri Ambarawa pada 23 Februari 2012.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi mengatakan yang bersangkutan merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Ambarawa sejak Maret 2011. Mantan Bupati Semarang itu sudah menjadi terpidana berdasarkan Putusan Kasasi MA RI No.793K/Pid.Sus/2009, tanggal 21 April 2010.

Putusan Kasasi MA RI No.793K/Pid.Sus/2009, Tanggal 21 April 2010 telah menjatuhkan pidana penjara 1 tahun, denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan. “MA menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan,” ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi.

Hanya saja, dia kabur tidak menjalani hukuman atas putusan tetap M.A.

Bambang Guritno membantah bila dia dikatakan melarikan diri dan tidak bersikap kooperatif. Dia menyebut, pelarian itu atas saran dari pengacaranya. “Saya ini kan buta hukum. Saya turuti kata pengacara saya, putusan sudah batal hukum, sehingga saya tidak usah menjalani (hukuman),” tukasnya.

Sedangkan Sila H. Pulungan, Kepala Kejari Ambarawa mengatakan, kehadiran Bambang di kantornya adalah untuk menyelesaikan berita acara eksekusi sesuai Pasal 270 KUHAP. “Pada saat ini kami akan melakukan eksekusi terhadap terpidana Bambang Guritno, segera akan kita masukkan ke Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II A Ambarawa untuk menjalani masa hukumannya,” terang Sila H. Pulungan.

Dan, selain Bambang Guritno, dalam perkara ini juga telah menjerat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Sri Kuwanto dan Ketua Komisi E DPRD Kabupaten Semarang, Lubby Widarbo. Keduanya dinyatakan bersalah dan divonis serta telah menjalani masa hukuman di dalam penjara.

H. Bambang Guritno, S.E., M.M. yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa sejak Maret 2011 itu, dinyatakan bersalah dan terbukti secara sah melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1999 seperti diubah dan ditambah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) KUH Pidana.

Sementara itu, sampai sekarang Kejaksaan telah melaksanakan pengamanan DPO kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ataupun tindak pidana umum baik yang masih berstatus tersangka, terdakwa, hingga terpidana.

Sejak Juni 2011 sampai 17 April 2014 sebanyak 167 DPO diamankan. Pada 2011, sebanyak delapan orang, tahun 2012 tercatat 50 orang, tahun 2013 sebanyak 65 orang, dan pada tahun 2014 tercatat 44 orang. (sin/tem/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.996.373 Since: 05.03.13 | 0.2272 sec