Politik

KPU DKI: Hanya 64,33 Warga DKI Jakarta Gunakan Hak Pilih

Saturday, 26 April 2014 | View : 515

JAKARTA-SBN.

Setelah melakukan penghitungan suara selama tiga hari, dari 23-25 April 2014, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menyatakan hasil rekapitulasi penghitungan suara secara manual mencatat hanya 4.503.788 warga dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 7.001.520 warga, yang menggunakan hak pilih.

Dengan kata lain, warga yang menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum legislatif (Pileg) 2014 sebesar 64,33%. Selebihnya, sebanyak 35,67% memilih tidak menggunakan hak suaranya.

Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan, jumlah warga Jakarta yang menggunakan hak pilihnya tidak sesuai target yang telah ditetapkan KPU DKI, yaitu sebesar 75%. Bahkan, angka pemilih pada Pileg 9 April 2014 tidak jauh beda dengan angka pemilih pada saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI 2012 yang mencapai 64%.

“Ya, memang tidak sesuai target yang telah kami tentukan. Tetapi, selama ini kami sudah berusaha untuk menyosialisasikan agar warga Jakarta menggunakan hak pilihnya,” terang Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno, Sabtu (26/4/2014).

Menurutnya, angka pemilih sebesar 64,33% sudah cukup rasional dalam pelaksanaan pemilu kemarin. Pencapaian angka ini akan menjadi evaluasi bagi KPU DKI untuk bekerja lebih keras lagi saat pelaksanaan pemilihan umum presiden dan wakil presiden.

Supaya jumlah warga Jakarta yang menggunakan hak pilih dapat meningkat dari angka saat ini. Paling tidak, pihaknya sudah tahu langkah apa yang akan dilakukan untuk mendongkrak angka warga yang menggunakan hak pilihnya dan menekan angka golput pada 9 Juli mendatang.

“Kami akan lakukan sosialisasi pada saat pilpres mendatang. Kami harapkan kerja keras KPU DKI mampu menambah jumlah partisipasi warga Jakarta untuk datang memberikan suaranya,” jelas Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno.

Sosialisasi yang dilakukan seperti dalam bentuk tatap muka, membentuk relawan demokrasi untuk masuk ke dalam kantong- kantong pemilih, membuat poster, kerja sama di kalangan disabilitas, panti jompo, dan sosialisasi di kampus, sekolah, serta kelompok agama. (ant)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.177.468 Since: 05.03.13 | 0.2283 sec