Politik

Ini Delapan Caleg DPR Terpilih Di Dapil Sumut 1

Friday, 25 April 2014 | View : 1815

MEDAN-SBN.

Rekapitulasi suara hasil pemilu legislatif 2014 sudah berlangsung di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi di masing-masing wilayah. Berapa perolehan kursi tiap partai mulai diketahui termasuk siapa caleg yang lolos ke Senayan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Sejumlah politisi tenar DPR RI dikabarkan tidak lolos kembali ke Gedung DPR RI Senayan dalam Pemilu legislatif 9 April.

Asumsi ini dilihat dari 10 kursi yang diperebutkan oleh puluhan Caleg dengan batas minimum perolehan suara 9,5 persen.

Partai Demokrat (PD) hanya mendapatkan 1 kursi di Senayan dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut 1. Selain Partai Demokrat, ada juga politikus dari partai lain yang selama ini telah berkiprah di DPR RI namun diprediksi tak lolos.

Tiga sosok yang selama ini dikenal vokal dan populer di Senayan dan sejumlah kader partai berlambang bintang mercy itu bakal berebut suara di dapil yang sama.

Ketiga caleg vokal dan populer itu adalah Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Poltak Sitompul, Sutan Bhatoegana Siregar, dan Ramadhan Pohan.

Dua politikus Partai Demokrat yang selama ini dikenal cukup vokal, Sutan Bhatoegana Siregar dan Ramadhan Pohan hampir dipastikan gagal ke Senayan. Keduanya kalah suara dengan rekannya, Ruhut Poltak Sitompul.

Ketiga politikus partai berlambang bintang mercy ini bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) DPR RI Sumatera Utara (Sumut) I, meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kota Tebing Tinggi. Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Sumut yang diperoleh Jumat (25/4/2014), Partai Demokrat hanya memperoleh satu kursi.

Dari data SMRC, Partai Demokrat hanya memperoleh satu kursi di Sumut 1. Sementara di sana, ada nama Ruhut Sitompul, Sutan Bhatoegana, Ramadhan Pohan, dan Abdul Wahab Dalimunthe yang notabene adalah incumbent dan tenar di parlemen.

Dari total 1.907.627 suara sah di daerah pemilihan (Dapil) Sumut I, Partai Demokrat hanya memperoleh 201.404 suara. Sementara itu, bilangan pembagi pemilih (BPP) pada dapil ini 190.627 suara.

Khusus di Partai Demokrat, caleg nomor urut 1, Ruhut Poltak Sitompul memimpin dengan perolehan 34.685 suara. Posisi kedua ditempati caleg nomor urut 7, Abdul Wahab Dalimunthe. Pencetak suara tertinggi di daerah pemilihan (Dapil) Sumut I pada Pemilu 2009 ini hanya memperoleh 24.049 suara.

Ramadhan Pohan, yang merupakan caleg nomor urut 4, berada di posisi ketiga dengan raihan 19.439 suara. Ramadhan Pohan diikuti incumbent lainnya, Sutan Bathoegana Siregar. Caleg nomor urut 2 ini hanya mendapatkan 18.865 suara.

Menanggapi hasil hitung cepat ini, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana tidak yakin dengan hal tersebut. Menurut dia, Partai Demokrat mampu meraih minimal dua kursi di Dapil Sumut 1.

Dia menjelaskan, dari hitung-hitungan manual yang dilakukan timnya, saat ini Partai Demokrat sudah berhasil mengumpulkan 70 ribu suara di Dapil Sumut 1. Namun perolehan itu, kata dia, baru 38 persen suara yang masuk, belum seluruhnya.

“Jadi perhitungan kawan kita di sana baru masuk 38 persen kita sudah 70 ribu suara. Masih ada 70 persen lagi, itu baru sepertiga. Jadi bisa jadi 200 ribu, kan satu kursi di Dapil Sumut 1 minimal 100 ribu, kemungkinan bisa dua kursi,” jelas Sutan Bhatoegana saat berbincang dengan wartawan, Senin (14/4/2014).

Dia tak mau berpolemik soal hasil hitung cepat SMRC itu. Sutan Bhatoegana hanya yakin dengan timnya di lapangan yang memantau penghitungan langsung di tingkat provinsi. “Dari kita punya orang di lapangan masuk suara 78 ribu baru sekitar 30 persen,” tegas dia.

Jika hanya mendapat satu kursi, 2 di antaranya dipastikan tidak akan kembali ke Senayan. “Itu wajarlah. Orang yang lolos cuma satu. Caleg ada 100 yang diperebutkan 10, wajar sebagian tidak masuk,” tukas Sutan Bhatoegana saat ditemui di posko pemenangannya di Jalan Kenanga Raya Nomor 89 Medan, Kamis (17/4/2014) sore.

Sutan Bhatoegana sebelumnya memang sudah memperkirakan partainya akan mendapatkan setidaknya 1 kursi dari Dapil Sumut 1. "Kota Medan itu kan 110 ribu suara untuk satu kursi. Kita bisa sekitar 150 ribu, kalau 200 ribu kan 2 orang, tapi saya percaya tembus di atas 100 ribu,” jelasnya.

Sutan Bhatoegana mengaku optimistis meraih satu kursi itu. Alasannya, dia selama ini langsung turun ke daerah. Namun demikian dia merasa kecurangan yang terjadi telah menggerus suaranya. “Setelah saya lihat begini, suara saya tadinya di atas, turun terus. Setelah ada temuan kawan-kawan, berarti ada yang curang. Dia tidak pernah turun, tapi suaranya melonjak. Ini kita bawa ke DPP supaya ditindak,” beber Sutan Bhatoegana.

Dia tidak mempermasalahkan siapa caleg Demokrat yang mendapat 1 kursi DPR RI dari Dapil Sumut 1. Namun, dia berharap kursi itu diperoleh dengan cara benar. "Siapa pun orangnya, sepanjang itu fair play, tidak masalah," ucapnya.

Seperti dikabarkan, pencapaian suara ini memunculkan persoalan di tubuh Partai Demokrat. Sebab sebelumnya, Sutan Bhatoegana Siregar menuding rekan separtainya telah merampas suara yang diraihnya dan suara partai. "Ada pihak yang mengambil suara saya saat perpindahan dari formulir C1 ke D1,” beber Sutan Bhatoegana Siregar, Kamis (17/4/2014).

Meski didesak, Sutan Bhatoegana tetap menolak membeberkan siapa rekan separtainya yang telah berbuat curang. Dia hanya memberi sinyal bahwa pelaku tidak pernah turun dan kampanye, namun suaranya bisa melambung.

Sutan Bhatoegana mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke DPP Partai Demokrat agar kader yang curang didiskualifikasi. "Kalau internal selesai, ngapain kita ke Panwaslu. Kalau tidak selesai baru kita lapor ke Panwaslu dan polisi," jelas Sutan Bathoegana Siregar.

Berdasarkan penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara (Sumut), tercatat delapan caleg yang berpeluang besar terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari daerah pemilihan Sumut-1.

Berdasarkan penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), tercatat delapan caleg yang berpeluang besar terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari daerah pemilihan Sumut-1. Dari penetapan yang dilakukan melalui rapat pleno KPU Sumut di Medan, Jumat (25/4/2014) dinihari, delapan caleg yang berpeluang besar menjadi anggota DPR RI tersebut adalah Sofyan Tan dan Irmadi Lubis dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), anggota Komisi I DPR Republik Indonesia dari Partai Golongan Karya (Golkar) pada masa jabatan tahun 2009-2014, Meutya Viada Hafid, dan HRM Syafii dari Partai Gerindra.

Ruhut Sitompul (Partai Demokrat), Mulfachri Harahap dari Partai Amanat Nasional (PAN), Nurdin Tampubolon dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Prananda Surya Paloh dari Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Namun jika ada parpol yang tidak lolos "parliamentary threshold" atau ambang batas kursi parlemen, kemungkinan dua kursi DPR RI lagi akan diisi Hasrul Azwar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Tifatul Sembiring dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Adapun parpol yang meraih suara terbanyak dari Dapil Sumut-1 yang terdiri dari Kota Medan, Tebing Tinggi, Kabupaten Deliserdang, dan Serdang Bedagai itu adalah PDI Perjuangan 363.024 suara, Partai Golkar 265.125 suara, Partai Gerindra 207.394 suara.

Kemudian, PKS 206.247 suara, Partai Demokrat 201.404 suara, PAN 146.803 suara, Partai Hanura 140. 224 suara, PPP 113.622 suara, Partai NasDem 103.289 suara, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 73.298 suara.

Dapil Sumut 1 ini dikenal sebagai dapil neraka bagi caleg yang akan bertarung mengambil suara rakyat.

Usai membacakan hasil rekapitulasi perolehan suara untuk daerah pemilihan (Dapil) Sumut-1, anggota KPU Sumut Benget Silitonga mengatakan, pihaknya belum dapat menentukan caleg yang lolos ke Senayan karena tergantung kemungkinan adanya parpol yang tidak lolos parliamentary threshold.

KPU Sumut akan mengumumkan nama-nama caleg yang akan lolos sebangai anggota DPR RI tersebut pada bulan Mei melalui rapat pleno untuk menentukan Bilang Pembagi Pemilih (BPP) dari suara sah parpol yang lolos parliamentary threshold sebesar 3,5 persen. "Kalau ada yang tidak lolos, maka akan semakin besar peluang mendapatkan kursi karena BPP-nya akan semakin kecil," pungkasnya, Jumat (25/4/2014). (ant/mer/jos)

See Also

Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
Rapat Paripurna DPR RI Setujui Program Dana Aspirasi
Pimpinan DPR RI Minta MKD Usut Tuntas Dugaan Gelar Doktor Palsu
4 Butir Hasil Islah Partai Golkar
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.166.312 Since: 05.03.13 | 0.3327 sec