HAM

Masjid Muhammad Ramadhan Diambil Alih

Sunday, 20 April 2014 | View : 1371
Tags : Masjid

BEKASI-SBN.

Pengambilan alih Masjid Muhammad Ramadhan di Perum Kompek Galaxy, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan menjadi Masjid Raya Kecamatan Bekasi Selatan diwarnai tembakan peringatan. Selain diwarnai tembakan peringatan, pengambilan alih Masjid Muhammad Ramadhan di Perum Kompek Galaxy, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan menjadi Masjid Raya Kecamatan Bekasi Selatan juga diwarnai dengan pengeroyokan.

Berdasarkan pantauan wartawan, aksi pengeroyokan terjadi Minggu (20/4/2014) siang. Pengeroyokan terjadi antara massa dari ormas tertentu terhadap dua jamaah yang biasa  melaksakan kegiatan di Masjid Ramadhan.

Akibat pengeroyokan itu, kedua korban mengalami sejumlah luka memar di wajah mereka. Kedua korban itu yakni : H. Rosid (44), warga Rawalumbu, Kota Bekasi dan Zulfikri (38), warga Pekayon Jaya, Kota Bekasi.

Kejadian bermula saat korban Rosid mendatangi Masjid Ramadhan, kemudian ia bertanya dengan nada tinggi ke massa ormas tertentu mengenai pengambilan alih Masjid.

Lalu massa ormas menjawab: “kamu darimana?" Lalu dijawab oleh korban "saya jamaah Masjid sini". Usai percakapan itu, korban dikerubuti oleh massa ormas hingga terjadi pemukulan karena tersinggung atas ucapan korban yang dinilai melecehkan ketua ormas.

Setelah terjadi aksi pemukulan korban dibawa ke Polsek Bekasi Selatan yang berjarak sekitar 50 m dari Masjid. Di tengah perjalanan, tepatnya di depan Koramil, korban Zulfikri berusaha membantu korban Rosid.

Tapi korban Zulfikri juga dikeroyok oleh massa hingga wajahnya memar. Saat ini kedua orang korban sudah diamankan di Polsek Bekasi Selatan.

Menurut keterangan dari seorang warga sekitar bernama Mustofa (47), awalnya pengambilan alih Masjid berlangsung aman. Namun tiba-tiba saja memanas dan memicu keributan hingga petugas kepolisian terpaksa membuang tembakan peringatan.

"Dari pagi Masjid ini sudah dapat penjagaan dari polisi. Ributnya pas siang tadi, saya dengar suara tembakan peringatan empat kali dan saya serta beberapa teman berlarian ke arah Masjid melihat apa yang terjadi ternyata ada ribut-ribut," tegas Mustofa.

Rekan dari Mustofa, Almin juga mengatakan adanya tembakan peringatan sebanyak empat kali. Lalu ada massa dari ormas yang berpakaian hitam mendaratkan pukulan ke jemaah Masjid.

"Saya lihat orang pakai baju hitam memukul jemaat masjid. Itu langsung dilerai polisi dan dibawa ke Polsek Bekasi Selatan," ungkap Almin.

Potensi keributan saat proses pengambilan alih sudah diantisipasi oleh pihak kepolisian. Itu sebabnya, sejak Minggu (20/4/2014) pagi, anggota Polisi bersama SatPol PP sudah melakukan penjagaan.

Pantauan di lapangan kini, situasi sudah kembali kondusif dan anggota kepolisian dan SatPol PP masih bersiaga di lokasi.

Untuk diketahui, ratusan anggota kepolisian sejak pagi hingga siang hari ini, Minggu (20/4/2014) melakukan penjagaan di sekitar Masjid Muhammad Ramadhan di Perum Kompek Galaxy, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan.

Berdasarkan pantauan wartawan, dua truk polisi terparkir di sekitar Masjid, beberapa personel itu pun tersebar tidak hanya fokus di Masjid tapi juga di sekitar lingkungan Masjid.

Selain mendapatkan penjagaan dari pihak kepolisian, puluhan anggota SatPol PP Kota Bekasi juga bersiaga di Kecamatan Bekasi Selatan yang letaknya persis di samping Masjid tersebut.

Informasi yang dihimpun wartawan, penjagaan terhadap Masjid tersebut berkaitan dengan pengambilalihan Masjid Muhammad Ramadhan menjadi Masjid Raya Kecamatan Bekasi Selatan.

Beberapa pihak yang turut hadir yakni Camat Bekasi Selatan, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) lama, Ormas Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya.

Hadir pula Forum Silturahmi Warga Nady'in (Foswan), ormas Forum Betawi Rempug (FBR) Bekasi Selatan, Pendekar Banten, Front Pemuda Muslim Maluku (FPSM), dan perwakilan warga RW12, RW13, dan RW14 Kelurahan Pekayon Kecamatan Bekasi Selatan.

Untuk diketahui, adanya pengalihan Masjid Muhammad Ramadhan dilakukan karena keinginan warga masyarakat setempat serta surat tembusan dari Wali Kota Bekasi dan disampaikan ke Camat Bekasi Selatan pada Warga Bekasi Selatan RW12, RW13, dan RW14.

Surat tembusan itu berisi penyerahan Masjid Muhammad Ramadhan menjadi Masjid Raya Bekasi Selatan dengan nomor 001/YIA/PGRS/2/2014 tanggal 3 Mei 2014, dengan beberapa ketentuan :

1. Penetapan masjid Muhammad Ramadhan sebagai Masjid Raya Bekasi Selatan.

2. Pengelola akan diserahkan pengurus tingkat Kecamatan dan DKM ditetapkan Camat Bekasi Selatan.

3. Akan adanya peremajaan dari DKM Masjid Muhammad Ramadhan menjadi Masjid Raya Bekasi Selatan. maka dari itu segala fasilitas sementara ditanggung AD/ART Kecamatan Bekasi Selatan.

Fasilitas anggaran ditanggung Pemkot Bekasi Kota. (tri)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.684.069 Since: 05.03.13 | 0.214 sec