Hukum

Kapolri Perintahkan Pelaku Pelecehan Seksual Di JIS Dihukum Berat

Monday, 21 April 2014 | View : 1231

JAKARTA-SBN.

Dalam Konferensi Regional Polisi Wanita Se-Asia II di Akademi Kepolisian Semarang, Semarang, Senin (21/4/2014), Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ke-22 yang mulai menjabat sejak 25 Oktober 2013, Jenderal Polisi Drs. Sutarman menegaskan pelaku pelecehan seksual terhadap AK (6), siswa TK Jakarta International School (JIS) Jakarta, harus di hukum berat. “Ini merupakan kejahatan luar biasa, Polri setuju hukuman maksimal bagi para pelakunya,” tandas mantan Kapolda Kepri pada 2005-2008 dan Kapolwiltabes Surabaya Polda Jatim pada 2004-2005 ini, Jenderal Pol. Sutarman usai membuka konferensi yang diikuti delegasi dari sembilan negara tersebut, Senin (21/4/2014).

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Polri pada 2011-2013 ini, Jenderal Pol. Sutarman menambahkan, penjatuhan hukuman tersebut tetap berada di ranah pengadilan. Sementara saat ini, sudah ada tersangka yang di proses hukum.

Berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi yang diperoleh, menurut dia, kepolisian tidak perlu mengejar pengakuan para tersangka yang sudah ditahan. Sebab, kepolisian memiliki kemampuan untuk mengolah tempat kejadian peristiwa.

Mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) pada 2010-2011 dan mantan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (Kapolda Metro Jaya) pada 2010 ini, Jenderal Pol. Sutarman berharap, kasus ini menjadi pengalaman berharga bagi orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka.

Dikutip dari situs resmi JIS, Senin (21/4/2014), sekolah ini merupakan salah satu sekolah internasional tertua di Indonesia. Sekolah itu pertama kali didirikan oleh sekelompok ekspatriat yang beraktivitas di Jakarta pada 1951. Mereka umumnya bekerja sebagai perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Indonesia. Saat itu, Indonesia baru saja merdeka dan mulai menerima perwakilan negara lain.

Para pekerja PBB sepakat untuk mendirikan sekolah untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Sekolah itu mulai beroperasi dengan bahasa Inggris sebagai pengantar pendidikan sehari-hari. Awalnya, sekolah ini hanya memiliki lima siswa yang merupakan anak ekspatriat tersebut.

Sekolah itu diberi nama Joint Embassy School pada 1969 karena diisi oleh anak-anak dari ekspatriat yang berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Yugoslavia. Pihak kedutaan negara-negara itu menjadi penyokong dana untuk aktivitas siswa di sekolah tersebut.

Setelah melalui hampir enam dekade sejak didirikan, kini sekolah itu menawarkan pendidikan untuk tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Kini sekolah yang terletak di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, ini mendidik sekitar 2.400 siswa dari 60 negara. Guru yang bekerja di JIS berjumlah ratusan yang mewakili 20 kewarganeagaraan yang berbeda.

Mereka memiliki sebuah yayasan yang bertanggung jawab atas pengelolaan sekolah tersebut. Yayasan itu terdiri atas sebelas orang yang berasal dari perwakilan kedutaan Inggris, Amerika Serikat, dan Australia. Perwakilan dari Yugoslavia tak masuk dalam yayasan karena negara itu sudah bubar dan terpecah-pecah menjadi beberapa negara. Yayasan itu bertugas untuk menentukan arah pendidikan sekolah dan memiliki kepala sekolah.

Berikut ini runtutan sejarah berdirinya JIS:

=> 1951

Sejumlah pekerja PBB mendirikan Joint Embassy School (JES)

=> 1978

JES berganti nama menjadi Jakarta International School (JIS), meliputi SD dan SMP.

=> 1992

Taman Kanak-Kanak JIS diresmikan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan saat itu Hasan Walinono.

=> 2010

Terbit Peraturan Pemerintah Nomor 17 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Ketentuan ini mengharuskan sekolah internasional bekerja sama dengan lembaga pendidikan yang terakreditasi di negara asalnya dan diakui di Indonesia.

=> 2013

Mahkamah Konstitusi membubarkan keberadaan rintisan sekolah berstandar internasional.

=> 2014

Kasus kekerasan seksual memunculkan rencana evaluasi sekolah internasional. (ant)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.307.061 Since: 05.03.13 | 0.2378 sec