HAM

Gereja Masih Disegel, Jemaat Rayakan Paskah Di Depan Istana Kepresidenan

Monday, 21 April 2014 | View : 2902

JAKARTA-SBN.

Perayaan Paskah di berbagai daerah di Tanah Air berlangsung aman dan damai terkecuali peristiwa insiden didapatinya seperangkat kotak paketan yang diduga bom Gereja Kristen Injili Nusantara Balikpapan. Di sekitar lokasi itu, petugas keamanan gereja yang mendapati pemasangan benda mencurigakan dan menemukan sebuah kotak yang tersambung ke dua peralatan accu kering dengan kabel sepanjang 6 meter. Kotak mencurigakan ini juga tersambung dengan instalasi jaringan listrik bangunan musik Gereja Kristen Injili Nusantara Balikpapan.

Dari temuan itu, belasan personel tim Gegana bersenjata lengkap langsung menyisir seluruh area Gereja Kristen Injili Nusantara di Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan. Polisi mengamankan paketan mencurigakan ini serta membawanya ke Markas Brimob Polda Kaltim. Wakil Kepala Satuan Brimob Polisi Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim), Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Desman Tarigan mengatakan belum mengetahui apakah benda itu bisa memicu ledakan atau tidak. "Yang jelas tindakan ini sudah menimbulkan keresahan dan perasaan tidak aman di masyarakat,” ungkapnya, Minggu (20/4/2014).

Namun, pada dasarnya umat Kristiani di negeri ini dapat memperingati Paskah melalui kegiatan ibadah dengan lancar.

Paskah melalui kegiatan ibadah, prosesi Jalan Salib hingga Pawai Obor untuk mengenang penderitaan dan kebangkitan Penebus dan Juru Selamat dunia, Tuhan Yesus Kristus.

Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengucapkan Selamat Hari Paskah bagi umat Kristiani di berbagai daerah di Tanah Air.

Pesan yang disampaikan Kepala Negara itu disampaikan melalui akun twitter @SBYudhoyono, yang diunggah pada Minggu (20/4/2014). “Selamat merayakan Paskah bagi umat Kristiani. Kiranya momen Paskah membangkitkan motivasi untuk mendatangkan kebaikan bagi sesama,” ujar Kepala Negara.

Sementara itu, sungguh ironis, peringatan Jumat Agung dan perayaan Paskah 2014 di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bogor, provinsi Jawa Barat terlihat sepi. Dari Pantauan wartawan di gereja yang berlokasi di Jalan Abdulah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, provinsi Jawa Barat tersebut, tidak ada kegiatan keagamaan di dalam maupun luar gereja.

Selain itu, kondisi gereja GKI Yasmin yang disegel oleh Pemkot Bogor tahun 2010 tersebut terlihat tak terurus. Besi pondasi dan pagar gereja terlihat sudah berkarat. Ditambah banyaknya tumbuhan liar yang tumbuh subur di sekitar halaman gereja. Segel bangunan dari Pemkot Bogor juga masih terpasang di dinding pagar Gereja.

Kasus pembangunan GKI Yasmin di Bogor, Jawa Barat, sudah berlarut-larut sejak bekas Wali Kota Bogor Diani Budiarto membatalkan izin pendirian GKI Yasmin pada 2008. Pada 2010 Mahkamah Agung bahkan sudah mengeluarkan putusan, yang meminta Wali Kota Bogor membatalkan pencabutan IMB. Namun belum ada aksi yang dilakukan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, tak hanya GKI Yasmin, jemaat dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Philadelphia Bekasi juga menggelar ibadah Jumat Agung di depan Istana Negara.

Bertahun-tahun gereja GKI Yasmin dan HKBP Philadelphia ditutup. Pemerintah setempat telah menutup bangunan kedua gereja tersebut selama bertahun-tahun.

Akhirnya, jemaat gereja pun terkatung-katung karena tidak punya tempat untuk beribadah. Di hari Paskah, Minggu 20 April 2014, jemaat kedua gereja tersebut kembali merayakannya di depan Istana Merdeka.

Setelah sebelumnya pada hari Jumat (18/4/2014) merayakan Jumat Agung di depan Istana Negara, jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin kembali merayakan Paskah di depan kantor Presiden tersebut.

Ternyata, kenyataannya ada perayaan Paskah di Jakarta yang tidak hanya digelar gereja. Ratusan jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bogor, provinsi Jawa Barat dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Philadelphia, Bekasi, provinsi Jawa Barat merayakan Paskah di depan Istana Kepresidenan, Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).

Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Philadelphia melaksanakan ibadah Paskah di depan Istana Negara Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014). Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Philadelphia terpaksa kembali melaksanakan ibadah Paskah di depan Istana Negara akibat masih disegelnya bangunan gereja mereka. Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Philadelphia berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dapat segera mengakhiri segala bentuk diskriminasi yang juga dialami kelompok-kelompok minoritas lainnya, seperti Ahmadiyah dan Syiah.

Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Philadelphia mengikuti ibadah perayaan Paskah pada Hari Kebangkitan Isa Almasih, di depan Istana Merdeka Jakarta, Minggu (20/4/2014). Ratusan jemaat dari dua gereja merayakan Paskah di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014) sore. Jemaat itu berasal dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Philadelphia, Bekasi.

Ibadah Paskah itu oleh ratusan dari kedua jemaat gereja tersebut akhirnya digelar di depan Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Perayaan Paskah di pinggiran jalan seberang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkantor terpaksa dilakukan dengan suka cita karena kedua gereja jemaat masih disegel.

Dalam ibadah itu, jemaat kedua gereja berdoa agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera turun tangan dan menyelesaikan penyegelan kedua gereja itu sehingga jemaat kedua gereja dapat kembali beribadah di gereja yang tengah disengketakan itu.

Dalam kesempatan itu jemaat GKI Yasmin dan HKBP Philadelphia menyerukan tegaknya keadilan untuk terciptanya kebebasan beragama dan beribadah di tempat ibadah yang sah.

Koordinator aksi dan Juru Bicara Jemaat GKI Yasmin, Bona Sigalingging mengatakan, untuk peringatan Jumat Agung dan Paskah 2014 untuk jemaat GKI Yasmin dilaksanakan di depan Istana Merdeka Jakarta. "Jumat Agung akan dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB, kalau untuk perayaan Paskah dilaksanakan pada hari Minggu (20/4/2014) di depan Istana Merdeka juga," ungkapnya saat dihubungi wartawan, Jumat (18/4/2014). “Untuk perayaan Paskah, akan kembali dilaksanakan disini (Istana Negara) pada hari Minggu (20/4/2014) nanti,” imbuh Bona Sigalingging di depan Istana Negara, Jumat (18/4/2014).

Bona Sigalingging menambahkan, dalam pelaksanaan ibadah Jumat Agung nanti terdiri dari 2 jemaat gereja yaitu GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Bekasi.

Sejumlah pendeta memimpin puluhan jemaat dari HKBP Philadelphia Bekasi dan GKI Yasmin Bogor yang menggelar ibadah Jumat Agung di depan Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/4/2014). Ini adalah tahun kedua mereka menggelar ibadah Jumat Agung dan prosesi Perjamuan Kudus di depan Istana Negara terkait masalah penyegelan gereja mereka oleh Pemkot setempat. “Kemudian dalam kegiatan ibadah kami mendatangkan 10 pendeta dari berbagai gereja," jelasnya.

Menurut Juru Bicara jemaat GKI Yasmin, Bona Sigalingging, alasan pihaknya melakukan perayaan di depan Istana untuk mengingatkan Presiden bahwa ada dua masalah pembangunan gereja yang belum selesai. Dirinya menuturkan, alasan kenapa melaksanakan perayaan Jumat Agung di depan Istana Merdeka, yakni ingin selalu mengingatkan kepada Presiden, bahwa ada permasalahan yang belum diselesaikan. "Ada 2 masalah pembangunan gereja yang belum selesai disini,” tandasnya.

Dalam perayaan itu, para jemaat dari kedua gereja membawa puluhan telur paskah. “Kami berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan dan meminta pemda setempat membuka gereja kami," kata Bona Singalingging, koordinasi aksi. “Kami berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dapat turun tangan untuk meminta Wali Kota Bogor dan Bupati Bekasi membuka gedung gereja kami,” kata Pengurus GKI Yasmin, Bona Sigalingging di Jakarta, Minggu (20/4/2014).

Bona Sigalingging menuturkan pihaknya menginginkan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto supaya membuka kembali gerbang gereja yang selama ini terkunci. Menurutnya pihaknya juga sudah menyampaikan secara langsung keinginan tersebut kepada Wali Kota. Bona Sigalingging berharap, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mau membuka segel gerbang gereja yang selama ini terkunci. "Kami sudah menyampaikan secara langsung harapan dan dukungan kepada Bima Arya dan menyatakan kesiapan kami untuk terus berkoordinasi dengan Wali Kota terpilih untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk membantu Wali Kota agar Wali Kota dapat menjalankan kewajiban hukumnya," pungkas Bona Sigalingging. “Kami juga berkoordinasi dengan Wali Kota supaya ada langkah konkrit dan segera menjalankan kewajiban hukumnya. Kami sudah sampaikan harapan ini secara langsung," tuturnya lagi.

Terlihat sejumlah polisi dari Polres Jakarta Pusat tampak mengawal ketat aksi jemaat kedua gereja tersebut. Ibadah itu berjalan dengan hikmad, damai, lancar, dan tertib. (tri/viv/jos)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.684.106 Since: 05.03.13 | 0.1763 sec