Politik

Konflik Internal Partai Persatuan Pembangunan Memanas

Sunday, 20 April 2014 | View : 946

JAKARTA-SBN.

Konflik internal di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mulai memanas sejak akhir Maret 2014 mencapai klimaks pada Minggu (20/4/2014) dinihari.

Rapat pimpinan nasional yang digelar di kantor Dewan Pimpinan Pusat PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, akhirnya memutuskan pemecatan sementara Suryadharma Ali sebagai Ketua Umum DPP PPP.

Namun, jauh sebelum Suryadharma Ali digulingkan, drama perpecahan di tubuh partai berlambang Kakbah ini sudah hiruk pikuk.

1. Muncul dalam Kampanye Partai Gerindra.

Konflik internal di PPP bermula dari kemunculan Suryadharma Ali dalam kampanye akbar Partai Gerakan Indonesia Raya yang diadakan di Gelora Bung Karno, Minggu (23/3/2014). Suryadharma Ali datang mengenakan atribut PPP dan kopiah hitam. Menteri Agama ini datang bersama Ketua DPP PPP Djan Faridz. 

Suryadharma Ali mengaku terpukau dengan sosok Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto, yang juga calon presiden dari partai itu. Sebabnya, kata Suryadharma Ali, tekad Prabowo Subianto untuk mengubah Indonesia sangat tinggi. "Saya jatuh cinta dengan sosok Prabowo dan visi-misinya," kata Suryadharma Ali saat berpidato dalam kampanye Gerindra itu.

Tak hanya itu, Suryadharma Ali juga mengatakan Prabowo Subianto sosok yang penuh toleransi dalam beragama. Suryadharma Ali mengklaim jarang ada orang seperti Prabowo Subianto. Ia yakin Indonesia dapat lebih baik jika ditangani oleh Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. "Dengan seyakin-yakinnya, Prabowo orang yang tepat menjadi presiden," ujarnya.

2. Rencana Penggulingan Suryadharma Ali.

Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi mengatakan Suryadharma Ali bisa dicopot dari jabatan ketua umum. Alasannya, Menteri Agama itu dianggap sudah melanggar aturan partai karena terlihat mesra dengan Partai Gerindra. "Pelanggarannya termasuk berat, harus ada sikap tegas dari partai," cetus Emron Pangkapi saat dihubungi, Rabu (9/4/2014).

Menurut Emron Pangkapi, sanksi pemberhentian itu sudah sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai. Dalam aturan, tindakan Suryadharma Ali menghadiri acara Partai Gerindra termasuk mencemarkan partai. "Itu tindakan paling buruk dalam berpartai, karena saat partai sedang berlomba-lomba justru Suryadharma bersama partai lain."

Dia menyebutkan tindakan Suryadharma Ali yang bermanuver ke kubu Partai Gerindra sebagai kecelakaan sejarah. Dia berharap kejadian tersebut tak berdampak signifikan dan PPP tetap bisa mencapai target minimal 10 persen suara. "Nasi sudah jadi bubur, dan itu bagian titik lemah kami. Sebagai pimpinan partai, mungkin dia khilaf," ucap Emron Pangkapi.

3. Pencopotan 7 Petinggi Partai.

Kisruh semakin memanas. Upaya penggulingan Suryadharma Ali dibalas dengan pemecatan terhadap Ketua Badan Pemenangan Pemilu PPP Suharso Monoarfa dan enam pengurus provinsi. "Surat pemecatan sudah ditandatangani tadi pagi oleh ketua umum dan wakil sekjen," kata Wakil Sekretaris Jenderal PPP Syaifullah Tamliha, Rabu (16/4/2014).

Dia mengatakan pemecatan dilakukan karena kader PPP ini tidak melaksanakan keputusan untuk mengawal perolehan suara. Kader yang dipecat oleh Suryadharma Ali antara lain Suharso Monoarfa, Ketua DPW Jawa Barat Rahmat Yasin, Ketua DPW Jawa Timur Musyaffa Noe, Ketua DPW Sulawesi Selatan Amir Uskara, Ketua DPW Sumatera Utara Fadly Nursa, dan Sekretaris DPW Kalimantan Tengah Awaluddin.

Syaifullah Tamliha mempersilakan kader yang dipecat ini untuk menggugat keputusan tersebut. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga memberikan mandat kepada Ketua Umum untuk mengambil keputusan dalam keadaan mendesak. Menurut dia, pengambilan keputusan bisa dilakukan tanpa melalui rapat pengurus harian.

Syaifullah Tamliha mengkritik sikap Suharso Monoarfa yang lebih sibuk membicarakan calon presiden (capres) ketimbang mengawal perolehan suara.

4. Deklarasikan Dukungan ke Partai Gerindra.

Suryadharma Ali mendeklarasikan dukungan PPP kepada Partai Gerindra dan Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden Juli mendatang. Keputusan ini diambil Suryadharma Ali bersama sejumlah petinggi partainya setelah bertemu Prabowo Subianto dan elite Partai Gerindra di kantor Dewan Pimpinan Pusat PPP, Jakarta, Jumat (18/4/2014).

"Partai Persatuan Pembangunan telah sepakat untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada Bapak Haji Prabowo Subianto sebagai calon presiden Republik Indonesia," kata Suryadharma Ali.

Suryadharma Ali menilai Prabowo Subianto sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Indonesia ke depan. Dia menyebut dukungan partainya buat Prabowo Subianto ini sebagai dukungan tanpa kondisi apa pun.

Artinya, dia menambahkan, PPP tidak mempersyaratkan mendapat posisi sebagai calon wakil presiden atau kedudukan sejumlah menteri jika Prabowo Subianto memenangi pemilihan presiden nanti. Dukungan partainya buat Prabowo Subianto adalah dukungan penuh keikhlasan, bukan dukungan transaksional. "Sebagai bentuk kontribusi PPP untuk kepentingan bangsa dan negara ke depan."

5. Suryadharma Ali Dilengserkan dari Ketua Umum.

Rapat pimpinan nasional yang diadakan pada 19-20 April 2014 resmi memberhentikan sementara Suryadharma Ali. Sekretaris rapat, Muchammad Romahurmuziy, mengatakan awalnya rapat dimaksudkan untuk islah (perdamaian) di antara berbagai kubu di PPP. Namun, kata dia, Suryadharma Ali tetap tak bersedia mengikuti forum rapimnas.

Rapat mendapuk Emron Pangkapi menduduki posisi lowong ketua umum hingga pelaksanaan muktamar yang dipercepat. Dengan pencopotan itu maka koalisi dengan Prabowo Subianto otomatis batal. "Musyawarah kerja nasional pada 23 April akan memutuskan langkah koalisi calon presiden 2014," ungkap Muchammad Romahurmuziy di kantor DPP PPP, Minggu (20/4/2014) dinihari.

Menurut Sekjen DPP PPP, Muchammad Romahurmuziy, Suryadharma Ali juga tak bisa lagi bermanuver dengan mengklaim sebagai pimpinan PPP. Menurut Muchammad Romahurmuziy, Suryadharma Ali tak memiliki legalitas sebagai representasi partai berlambang Kakbah itu. "Namun Suryadharma masih tercatat sebagai kader PPP," katanya.

6. Pemecatan Suryadharma Ali Dituding Aksi Makar.

Hanya beberapa jam setelah dipecat, kubu Suryadharma Ali menuding keputusan rapimnas cenderung aksi makar. Pencopotan Suryadharma Ali disebut tidak sah karena tidak sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. "Tidak bisa ketua umum dicopot begitu saja karena tidak datang rapat. Ini makar namanya," ujar Ketua DPP PPP Achmad Dimyati Natakusumah, Minggu (20/4/2014).

Menurut dia, undangan rapimnas seharusnya disampaikan Ketua Umum, bukan Wakil Ketua Umum. Ketua DPP PPP Achmad Dimyati Natakusumah menambahkan, jika pun Suryadharma Ali tidak hadir, hal ini tidak melanggar aturan. Lagi pula, menurut Achmad Dimyati Natakusumah, rapat tersebut dilaksanakan mendadak. "Padahal Pak Suryadharma kan sibuk," Achmad Dimyati Natakusumah menambahkan.

Menurut dia, Suryadharma Ali akan mengunjungi Ketua Majelis Syariah PPP Maimun Zubair untuk berkonsultasi mengenai pemecatannya. "Ketua Majelis Syariah mungkin bisa menengahi karena semua kader hormat kepadanya," ujar Achmad Dimyati Natakusumah. Menurut Achmad Dimyati Natakusumah, pihaknya ingin agar konflik pada tubuh partainya selesai dengan damai. (mer)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.888.547 Since: 05.03.13 | 0.1403 sec