HAM

Gereja Disegel, Gelar Ritual Pembasuhan Kaki Di Depan Istana Negara

Friday, 18 April 2014 | View : 2344

JAKARTA-SBN.

Ratusan jemaat dari dua gereja berbeda menggelar ibadah Paskah memperingati Jumat Agung di seberang depan Istana Negara, Istana Merdeka Jakarta Pusat, Jumat (18/4/2014) siang.

Kedua gereja tersebut disegel pemerintah karena persoalan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yakni GKI Yasmin dengan kasus penyegelan pada (10/4/2010) dan Gereja HKBP Philadelphia dengan kasus sama pada (7/3/2013). HKBP Philadelphia dan GKI Yasmin bernasib sama. Rumah Ibadah kedua gereja di kotanya masing-masing disegel Kepala Daerah. HKBP Philadelphia berada di Kabupaten Bekasi. Sedangkan GKI Yasmin berada di Kabupaten Bogor. Padahal kedua gereja sudah sama-sama menang di Mahkamah Agung (MA).

Ini adalah tahun kedua bagi rumah ibadah tersebut menggelar kebaktian Jumat Agung di seberang Istana Negara.

Jemaat di HKBP Philadelphia dan GKI Yasmin pertama kali menggelar Ibadah di depan Istana Negara sejak Februari 2012 lalu.

Ibadah mulai digelar di Istana Negara tiap dua minggu sekali usai Mahkamah Agung (MA) memutuskan kedua gereja tersebut sebagai pemenang kasus penyegelan rumah ibadah. Keputusan MA itu sudah keluar sejak tahun 2010.

Hingga saat ini, jemaat dua gereja tersebut tidak bisa melangsungkan peribadatan. Ibadah di depan Istana Negara juga bukan pertama kali dilakukan, termasuk saat malam ibadah Natal tahun lalu juga digelar di depan Istana Negara.

Ratusan jemaat HKBP Philadelphia dan GKI Yasmin menggelar ibadah tepat jalan di depan Istana Negara menggunakan baju serba hitam.

Jemaat terlihat hanyut dalam kesedihan. Jemaat mengekspresikan kekecewaan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang terkesan tutup mata terhadap persoalan gereja mereka.

Menurut Bona Sigalingging selaku Juru Bicara GKI Yasmin, dua gereja yang bernasib sama tersebut merasakan pahitnya mencari kebebasan beribadah di wilayah Jawa Barat.

Pasalnya dua gereja tersebut terletak di Provinsi Jawa Barat yang telah disegel pemerintah daerah setempat. Padahal secara hukum, kasus mereka sudah dimenangkan di tingkat Mahkamah Agung (MA). “Ironis memang melihat sosok Presiden SBY yang hingga saat ini belum mem buka segel gereja kami,” papar Bona Sigalingging.

Padahal kita tahu, bahwa Presiden itu seharusnya bisa mencarikan solusi dan bukan justru melakukan pembiaran, seolah-olah tidak mau tahu nasib gereja yang disegel. Ini kan negara RI yang dilandaskan UUD 1945 dan Pancasila,” cetus Bona Sigalingging yang mengenakan jubah dan baju hitam saat diwawancarai di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Jemaat HKBP Philadelphia dan GKI Yasmin terlihat menangis saat ritual upacara pembasuhan kaki pada Ibadah Jumat Agung. Ritual itu menjadi bagian dalam Ibadah Jumat Agung kedua jemaat di depan Istana Negara, Jumat (18/4/2014) siang.

Para jemaat mulai menangis ketika mencelupkan kaki mereka di baskom lalu pendeta berjubah hitam mulai membasuh kaki mereka.

Pantauan di lokasi jemaat-jemaat itu mulai menangis ketika mencelupkan kaki mereka di dalam baskom, lalu pelayan berjubah hitam mulai membasuh kaki mereka

Sambil ritual pembasuhan kaki berlangsung, jemaat lainnya menyanyikan lagu 'Mengasihi Lebih Sungguh'.

Jemaat dan hadirin kelihatan menutup mukanya sembari menangis. Sementara pewarta foto terus mengambil momen itu. Sambil ritual berjalan, langit Jakarta kelihatan makin gelap.

Dalam ritual itu, satu per satu jemaat bergantian maju ke kursi yang disediakan. Sementara pelayan berjubah hitam bergantian membasuhnya satu per satu. Jemaat disediakan sederet kursi untuk duduk.

Salah satu jemaat, R. Sinaga mengatakan sangat merindukan suasana kebaktian di dalam gereja. Namun harapan untuk bisa melakukan peribadatan kebaktian belum bisa terjawab. “Selama ini kami tak bisa beribadah di dalam gereja sendiri belum tahu kapan bisa dilakukan, karena gereja masih di segel. Kami hanya berdoa, agar Tuhan bisa membukakan jalan bagi kami, bagi kami Tuhan tidak tutup mata,” ungkapnya.

Para jemaat hanya bisa pasrah. Dia yakin suatu saat masalah tersebut akan teratasi dan jemaat bisa mendapatkan gereja mereka. ”Kami jemaat tidak pernah merasa dendam terhadap siapapun terkait penyegelan gereja kami, biarlah Tuhan yang berperkara,” paparnya sambil meneteskan air mata.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat Jemaat HKBP Philadephia dan GKI Yasmin memakai payung saat beribadah di seberang Istana Negara. Para jemaat duduk di kursi plastik. Beberapa juga ada yang duduk di spanduk putih digelar. Para jemaat terlihat khusuk mengikuti ibadah di bawah teriknya matahari.

Ibadah berlangsung hikmad dan tertib. Para jemaat juga terlihat setelah ibadah Jumat Agung depan Istana Negara, seberang Istana Merdeka Jakarta usai, beberapa jemaat memunguti sampah-sampah mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, keluhan juga diungkapkan oleh salah satu jemaat GKI Yasmin Jayadi Damanik. Ia mengaku sudah tak tahan lagi menyaksikan Pemda Bogor, Jawa Barat yang terus menentang konstitusi terkait hak gereja itu untuk tetap didirikan sebagai tempat ibadah. Setiap Minggu, ia bersama jemaat GKI Yasmin lainnya berkeliling mengadakan doa bersama di depan Istana Negara maupun di gereja GKI Yasmin yang diboikot. Tetapi tetap pemerintah tak juga memberikan ketegasan untuk memberikan kebebasan bagi mereka untuk beribadah. "Apa saya harus mati di depan Presiden SBY agar apa yang kami harapkan terpenuhi? Surat, tuntutan, unjukrasa tidak mempan. Mungkin kalau saya bunuh diri depan Presiden, baru bisa dipenuhi kebebasan untuk kami," keluh Jayadi Damanik.

Jayadi Damanik berharap Presiden SBY memberikan ketegasan pada Pemda Jabar yang kukuh tidak memberikan izin pendirian gereja GKI Yasmin. Selain itu memberikan perlindungan pada jemaat, agar bisa beribadah di gereja dengan tenang tanpa mendapat intimidasi dari kelompok intoleran. (jpnn/ip/tri)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.254 Since: 05.03.13 | 0.188 sec