Politik

PKB Curiga Koalisi Partai Islam Usung Capres Tertentu

Saturday, 19 April 2014 | View : 685

JAKARTA-SBN.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Djafar menaruh curiga pada wacana koalisi poros tengah atau bersatunya partai-partai Islam disisipi agenda politik oleh pihak tertentu untuk dukung calon presiden (capres) tertentu. "Saya kira partai berbasis Islam belum bersatu, akan tulus untuk membangun bangsa, atau hanya tendangan pisangan politik untuk mendukung capres tertentu," tandas Marwan Djafar dalam diskusi Polemik yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (19/4/2014).

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Djafar menilai, dugaan mengusung capres tertentu lantaran hingga kini partai-partai Islam belum memiliki figur yang kuat untuk bersaing dengan capres-capres dari partai nasionalis seperti Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Prabowo Subianto dari Partai Gerindra. “Kedua soal figur, figur yang ada memang belum ada yang bisa menandingi tokoh nasionalis, waktunya sangat mepet,” tukas Marwan Djafar.

Marwan Djafar melanjutkan, keraguan bertahan lamanya koalisi partai-partai Islam didasarkan juga pada berkoalisinya PPP dengan Partai Gerindra yang mendukung penuh Prabowo Subianto sebagai Capres. "Tidak tahu kalau lima tahun ke depan, kalau ada upaya menyatukan partai Islam jadi bisa disetting jauh-jauh hari, dari segi kekompakan, PPP lebih dulu cek in ke Prabowo, yang lain punya capres sendiri sulit membuat koalisi partai islam," ucap Marwan Djafar.

Sementara itu, sebelumnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan hingga saat ini pihaknya belum membicarakan calon Wakil Presiden (cawapres) maupun peluang berkoalisi dengan parpol lain.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, mengatakan masalah koalisi dan cawapres akan dibahas dalam forum koordinasi, konsultasi, dan koalisi. Menurutnya hingga saat ini, peluang koalisi PKB masih terbuka dengan partai manapun.

"Dari PKB belum bicara cawapres. Ini akan dibawa dalam forum koordinasi, konsultasi, dan koalisi. Koalisi masih terbuka dengan siapa pun. Sampai hari ini belum ada pembicaraan khusus," ujar Muhaimin Iskandar di kantor DPP PKB, Senin (7/4/2014).

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih menyimpan rapat-rapat siapa tokoh yang akan diajukan sebagai calon presiden. PKB juga belum memberikan garansi akan mengajukan Mahfud MD atau Rhoma Irama sebagai capres. "Kita masih nunggu Pileg karena pertimbangan elektabilitas Mahfud dan Rhoma kuatan mana dibanding yang lain. Sedangkan Jusuf Kalla sampai hari ini tidak ada niat untuk capres, dia hanya cawapres," beber Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin di DPP PKB, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2014).

Cak Imin menambahkan, saat ini PKB masih menunggu hasil pemilu legislatif. Jika mencapai 20 persen, PKB baru mengusung capres sendiri. "Kalau tidak sampai tentu kita harus ajak partai lain, cocok-cocokan lalu terbangun koalisi. Pokoknya kita siap menang untuk negeri ini dan siap mendukung siapapun pemenangnya nanti," jelasnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar yang akrab disapa ‘Cak Imin’ mengaku usai Pemilu kemarin, partainya langsung menggencarkan penjajakan guna membentuk koalisi untuk pilpres 9 Juli mendatang. Meski perolehan suara PKB meningkat, PKB tetap realistis dalam berkoalisi. "Dalam hari-hari ini kami melakukan penjajakan koalisi untuk pilpres akan datang," kata Cak Imin saat jumpa pers di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Dia menjelaskan, pihaknya sudah sadar diri tidak bakal menjagokan para calon presidennya, seperti Rhoma Irama dan Mahfud MD. Maka dari itu, imbuh Cak Imin, pihaknya mengaku siap untuk berebut kursi wakil presiden.

Terkait koalisi, Cak Imin mengaku sudah intensif melakukan penjajakan dengan dua orang calon presiden dari partai lain. Sayangnya dia ogah menyebutkan namanya. "Di antara capres yang ada, PKB sudah melakukan komunikasi intensif di luar partai, yang terus kita kaji dan gali. Mohon maaf kita belum bisa sebutkan namanya," ucapnya.

Ketika disinggung soal kesiapannya siap maju menjadi calon wakil presiden ke depan, Cak Imin dengan tegas menolak. Dia lebih menawarkan tokoh yang ada di partainya. "Tentu saya tidak ingin (jadi calon wakil presiden). Siapa yang paling laku, di sini banyak," ungkapnya. "Kita lebih tertarik orang meminang kita jadi wakil presiden," tambah Cak Imin. (tri/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.994.232 Since: 05.03.13 | 0.2014 sec