Politik

Suryadharma Ali: PPP Resmi Koalisi Partai Gerindra

Friday, 18 April 2014 | View : 841

JAKARTA-SBN.

Dukungan untuk pencapresan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto semakin terlihat. Prabowo  Subianto akan didukung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam pencapresannya.

Dari undangan yang diterima wartawan, Jumat (18/4/2014), acara deklarasi ini akan digelar sekitar 15.00 WIB. Deklarasi ini juga dihadiri Prabowo Subianto.

Menurut Koordinator Prabowo Media Center, Budi Purnomo Karjodihardjo, deklarasi tersebut akan dilaksanakan di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Rencananya, Prabowo Subianto akan hadir dalam deklarasi dukungan PPP tersebut. “Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto akan hadir mengikuti Deklarasi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden RI," ungkap Budi Purnomo Karjodihardjo di Jakarta, Jumat (18/4/2014).

Bakal calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto akhirnya tiba di Kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (18/4/2014). Kali ini, Prabowo Subianto tiba bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Jumat (18/4/2014), mantan Danjen Kopassus itu tiba di markas PPP sekitar pukul 14.55 WIB. Dia memakai baju kemeja putih, peci hitam dan celana panjang cokelat, sesaat setelah turun dari kendaraannya, ia langsung jadi buruan wartawan.

Saat dicecar sejumlah pertanyaan wartawan perihal dukungan PPP, Prabowo Subianto masih enggan berkomentar tentang kedatangannya kali ini.

Ketika di dalam ruangan, Prabowo Subianto langsung di sambut Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali (SDA). Tiba di markas PPP, Prabowo Subianto tertawa kencang bersama SDA. Namun, pertemuan itu tertutup dan hanya terdengar gelak tawa suara Prabowo Subianto.

Sementara itu, Fadli Zon ketika disinggung apakah pertemuan ini bakal menggabungkan kedua partai, dia belum memberi jawaban pasti. "Tunggu nanti ya," jawab Fadli Zon.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suryadharma Ali menyatakan PPP resmi berkoalisi dengan Partai Gerindra. Keputusan tersebut telah direstui jajaran fungsionaris partai berlambang Kabah itu. "Koalisi sudah mengkristal. Ketua Umum bersama sejumlah pengurus sepakat berkoalisi dengan Pak Prabowo. Tidak ada persoalan dengan Gerindra," terang pria yang biasa disapa SDA itu di kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat (18/4/2014).

Kedekatan PPP dan Partai Gerindra sudah terlihat saat Ketua Umum PPP Suryadharma Ali datang ke kampanye Partai Gerindra Minggu (23/3/2014) di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan.

Sebelum deklarasi berlangsung, Prabowo Subianto sempat dituding sebagai biang keladi kekisruhan di internal PPP. Sejumlah petinggi DPP PPP dan 26 DPW PPP mengancam akan menggelar muktamar luar biasa untuk mencopot Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali.

Ancaman itu dibalas dengan pemecatan terhadap Waketum PPP Suharso Monoarfa dan empat pengurus yang menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yakni; Ketua DPW PPP Jawa Barat Rahmat Yasin, Ketua DPW PPP Sumatera Utara Fadli Nursal, Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyaffa Noer dan Ketua DPW PPP Sulawesi Amir Uskara.

Namun, Ketua Umum DPP PPP, Suryadharma Ali menegaskan bahwa pemecatan itu adalah benar. "Untuk kepentingan organisasi. Yang memicu ya macam-macam," tukas pria yang akrab disapa SDA ini saat menghadiri sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (17/4/2014).

Soal pernyataan Sekjen PPP yang menyebut surat pemecatan tidak sah karena tidak ditandatangani Sekjen dibantahnya mentah-mentah. Menurutnya, sebagai mandataris partai, Ketua Umum memiliki hak untuk mengeluarkan surat yang diperlukan demi kepentingan partai. “Saya berharap masing-masing tahu posisinya. Ketum itu tidak sejajar dengan sekjen, ketua umum tidak sejajar dengan wakil ketua umum. Ketua umum itu mandataris," tegasnya. (tri/mer)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.888.522 Since: 05.03.13 | 0.201 sec