Hukum

Kasus Suap Mantan Kepala SKK Migas, Penerimaan Hadiah Tidak Terkait Jabatan

Tuesday, 15 April 2014 | View : 858

JAKARTA-SBN.

Terdakwa suap mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R.) membacakan nota pembelaan atau pledoi setebal 26 halaman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (15/4/2014). Rudi Rubiandini duduk sebagai terdakwa suap saat menjabat sebagai Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R.) tampak mengenakan kemeja batik cokelat lengan panjang.

Pembelaan berjudul “Restorative Justice, memperbaiki: ‘Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga’” itu dibacakan atas tuntutan 10 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rudi Rubiandini membacakan pembelaannya sambil berdiri di hadapan Majelis Hakim. Ia sempat tercekat dan hampir menangis saat membaca nama ayahnya yang tercantum di sampul pembelaan. “Nama saya Rudi Rubiandini Ria Soehatsyah. Soehatsyah adalah nama ayah saya, yang artinya Soekarno, Hatta, dan Syahrir," tutur Rudi Rubiandini dengan suara bergetar.

Mengawali pembelaan, Rudi Rubiandini mengakui ada hadiah yang diterimanya sebagai pejabat negara. Selain itu, Rudi Rubiandini menyatakan, penerimaan hadiah itu juga tidak terkait dengan jabatannya sebagai kepala SKK Migas.‎ Ia menyatakan bahwa hadiah yang diterimanya tidak terkait dengan proyek dan tender-tender di SKK Migas. “Hadiah tersebut tidak ada hubungannya dengan mengatur-ngatur proyek atau tender di SKK Migas yang bukan kewenangan saya, sehingga penerimaan hadiah tersebut sama sekali bukan merupakan suap kepada saya," ungkap Rudi Rubiandini dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Rudi Rubiandini juga mengaku ada hadiah yang diberikannya kepada stakeholders. “Sejak saya menjadi Kepala SKK Migas, banyak sekali godaan gratifikasi yang muncul. Tetapi, seluruh godaan tersebut berhasil saya tolak. Namun, atas tekanan yang sangat sulit saya atasi, terjadilah kekhilafan, saya menerima hadiah yang diteruskan kepada stakeholder,” terang Rudi Rubiandini.

Namun‎ demikian, ia tidak menyebutkan secara detil stakeholders yang dimaksudnya.

Namun, Rudi Rubiandini mengatakan, hadiah itu bukan dimaksudkan untuk menyuap. ‎Pemberian hadiah dilakukan karena dia tidak memiliki kemampuan untuk menolak.

Ia pun menyebut pemberian hadiah kepada stakeholders merupakan hal yang lumrah dilakukan.

Terkait hal tersebut, tersangka Rudi Rubiandini mengaku menyesali atas perbuatannya karena tidak mampu memberi contoh dan teladan sebagai pemimpin yang baik. Rudi Rubiandini juga mengaku malu karena menjadi pesakitan dan harus disidangkan. Oleh karena itu, Rudi Rubiandini mengaku sangat menyesal atas tindakan yang belum pernah dilakukan olehnya sebelumnya. “Saya sangat menyesal atas tindakan yang belum pernah seumur hidup saya lakukan sebelumnya. Saya menyesal dan malu di hadapan teman-teman yang selama ini mempercayai saya. Di hadapan para murid dan kolega saya dalam dunia Migas karena tidak mampu mengatakan “tidak” pada sistem yang salah yang sedang berjalan,” cetus Rudi Rubiandini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Rudi Rubiandini juga memohon maaf karena tidak mampu menahan cobaan di hadapan karyawan dan anak buahnya di SKK Migas. “Di hadapan karyawan dan anak buah saya di SKK Migas karena tidak mampu menahan cobaan. Di hadapan keluarga karena tidak mampu memberikan contoh dan tauladan yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang bapak pemimpin keluarga," tandasnya.

Rudi Rubiandini dituntut hukuman 10 tahun penjara, denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan. Menurut Jaksa, Rudi Rubiandini terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama, kedua, dan ketiga. Jaksa juga memberikan pidana tambahan, yaitu denda Rp 250 juta subsider 3 bulan penjara.

Dalam pertimbangannya, Rudi Rubiandini dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi. Ia tidak mengakui perbuatan tindak pidana secara keseluruhan atau hanya sebagian.

Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi menilai Rudi Rubiandini terbukti menerima suap terkait pelaksanaan proyek di lingkungan SKK Migas. Rudi Rubiandini diyakini terbukti menerima uang dari sejumlah pihak.

Dalam surat tuntutannya, Jaksa KPK menyebut alasan Rudi Rubiandini soal adanya tekanan sehingga menerima uang, tidak dapat menghapus kesalahannya. “Alasan adanya tekanan dari pihak lain tidak dapat dijadikan alasan penghapus kesalahan atas perbuatan terdakwa menerima uang dari pihak-pihak terkait SKK Migas," kata Jaksa KPK Andi Suharlis, Selasa (8/4/2014).

Menurut Jaksa, Rudi Rubiandini seharusnya tidak menerima uang meskipun mendapat tekanan dari pihak lain. "Terdakwa masih bisa menghindar untuk tidak melakukan penerimaan dari siapapun terkait dengan tugasnya selaku Kepala SKK Migas," pungkas Jaksa Andi Suharlis. (ant/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.001.917 Since: 05.03.13 | 1.9301 sec