Internasional

Kota Donetsk Di Ukraina Nyatakan Kemerdekaan

Tuesday, 08 April 2014 | View : 830

DONETSK-SBN.

Ukraina kembali mengalami perpecahan setelah Senin (7/4/2014) kemarin kelompok militan pro-Rusia menyerbu gedung-gedung pemerintahan di Kota Donetsk dan menyatakan kemerdekaan.

Ribuan demonstran kemarin berteriak "Rusia!" dan menyerbu gedung-gedung pemerintahan di Kharkiv dan Donetsk, termasuk markas militer di wilayah timur Lugansk.

Dalam video di media sosial YouTube seorang pemimpin demo berbahasa Rusia menyatakan kemerdekaan Donetsk. "Untuk menciptakan negara yang sah dan berdaulat, saya nyatakan pembentukan negara berdaulat Republik Rakyat Donetsk," teriak aktivis tersebut.

Ukraina menuding Rusia memicu kerusuhan itu. Sedangkan di Washington Gedung Putih menyerukan Moskow untuk berhenti mengacaukan Ukraina dan mengancam akan menjatuhkan sanksi.

Namun Moskow menepis tudingan itu dan menyebut kerusuhan teranyar di Donetsk itu adalah tanda dukungan negara barat kepada Kiev tidak sah.

Sejak Rusia mencaplok Krimea bulan lalu, sejumlah wilayah berbahasa Rusia juga ingin menggelar referendum buat bergabung dengan Rusia.

Ukraina dihadapkan pada krisis separatis baru, setelah pada Senin (7/4/2014) para aktivis kelompok pro-Rusia yang menduduki kantor Gedung Pemerintahan Donetsk di kota Donetsk, wilayah timur Ukraina, untuk memproklamasikan kemerdekaannya dari Ukraina dengan  pembentukan sebuah republik independen dari kekuasaan Kiev.

Para aktivis kelompok pro-Rusia itu juga berjanji akan menggelar referendum demi bergabung dengan Federasi Rusia.

Para militan itu mendeklarasikan pembentukan republik rakyat dan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan pasukan keamanan buat mendukung mereka, seperti dilansir situs asiaone.com, Selasa (8/4/2014). Deklarasi ini dilanjutkan dengan permohonan bantuan pada militer Rusia jika pemimpin pro-Barat di Kiev menolak keinginan merdeka itu.

Pengumuman itu disampaikan seorang juru bicara yang menduduki kantor pemerintah yang diduduki para akivis-pro Rusia itu.

Negara bekas Uni Soviet di perbatasan timur Uni Eropa (UE) ini terus menjadi diawasi puluhan ribu pasukan Rusia, yang sudah mencaplok semenanjung Laut Hitam Crimea. Aneksasi itu sebagai respons atas penggulingan terhadap rezim yang didukung Moskow bulan lalu.

Beberapa wilayah di kawasan timur yang mayoritas penduduknya orang Rusia ingin menggelar referendum untuk bergabung dengan Rusia.

Sedangkan, Ukraina akan menggelar pemilihan presiden pada 25 Mei 2014, dengan dua kandidat yang sama-sama ingin menghubungkan masa depan negara ke Eropa Barat sekaligus mematahkan ketergantungan sejarah pada negara tetangganya itu.

Tapi, tekanan politik terhadap para pemimpin Ukraina mencapai puncak pada Minggu (6/4/2014), ketika ribuan aktivis mengepung gedung-gedung pemerintah Kharkiv dan Donetsk serta markas besar keamanan di kawasan timur Lugansk. Para aktivis terus menerus meneriakkan Rusia.

Para aktivis Donetsk itu bertindak lebih jauh pada Senin (7/4/2014) dengan memproklamirkan pembentukan ‘republik rakyat’ berdaulat di kawasan berpenduduk sekitar lima juta orang itu.

Dalam sebuah rekaman video yang diunggah ke situs YouTube memperlihatkan seorang Rusia di atas sebuah podiom menyampaikan pernyataan kemerdekaan Donetsk di hadapan sekelompok orang. "Untuk membentuk sebuah negara yang berdaulat, maka I memproklamasikan pembentukan negara Republik Rakyat Donetsk," kata pria itu.

Pengumuman itu disambut sorak sorai sekitar 100 orang pria di dalam sebuah ruang auditorium yang nampaknya adalah gedung administrasi pusat kota Donetsk.

Pulau Ostrov, sebuah situs berita di kota industri itu mengabarkan bahwa para aktivis itu kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Federasi Rusia dalam sebuah proses yang sama seperti diambil Semenanjung Crimea bulan lalu.

Situs berita Pulau Ostrov itu mengatakan resolusi tersebut disambut gegap gempita dan teriakan keras meminta pertolongan pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kantor berita Interfax mengabarkan para pemimpin kiota Donetsk yang memproklamirkan kemerdekaan itu bertekad untuk menggelar referendum paling lambat pada 11 Mei mendatang.

Krisis perpecahan terbaru ini membuat PM Ukraina Arseniy Yatsenyuk mengirimkan wakilnya, Vitaliy Yarema ke kawasan itu untuk mengembalikan kendali pemerintahan.

Gubernur Donetsk, Sergiy Toruta mendesak pemerintah pusat untuk menggelar pertemuan darurat dengan dewan pertahanan dan keamanan regional untuk membahas masalah ini. "Hari ini, sebuah rencana dijalankan di Donetsk, Lugank dan Kharkiv untuk mengganggu stabilitas perdamaian, sosial dan ekonomi," tukas Sergiy Toruta.

Jika merdeka, negara berpenduduk 46 juta tersebut berada dalam bahaya disintegrasi dan membuat Barat semakin terdesak untuk mengambil tindakan. (afp/asiaone/interfax)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.388.926 Since: 05.03.13 | 0.2212 sec