Hukum

Deviardi Dituntut Hukuman 5 Tahun Penjara

Tuesday, 08 April 2014 | View : 748

JAKARTA-SBN.

Terdakwa, Deviardi alias Ardi yang merupakan pelatih golf pribadi Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R.) yang adalah mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama hukuman lima tahun pidana penjara.

Selain hukuman penjara, Deviardi juga dituntut membayar denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

“Memohon Majelis Hakim memutuskan terdakwa Deviardi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah bersama-sama melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” kata Ketua Jaksa Penuntut Umum KPK Riyono saat membacakan tuntutan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (8/4/2014).

Pelatih golf pribadi Rudi Rubiandini ini, Deviardi alias Ardi dinyatakan melanggar dakwaan pertama Pasal 12 huruf a UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP dan dakwaan kedua Pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Selain itu, Deviardi juga dinyatakan terbukti melakukan pencucian uang sebagaimana dalam dakwaan ketiga, yakni melanggar berdasarkan Pasal 3 UU No.8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP tentang orang yang menyamarkan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana.

Jaksa Andi Suharlis menilai Deviardi alias Ardi telah menjadi perantara uang suap bagi Rudi Rubiandini. Deviardi juga dinyatakan telah membantu Rudi Rubiandini dalam menyamarkan, menyembunyikan, mengalihkan, dan mengubah bentuk harta yang diduga berasal dari tindak pidana.

Menurut Jaksa Andi Suharlis, Deviardi alias Ardi dianggap membantu Rudi Rubiandini dengan melakukan transfer uang, penyetoran tunai, dan pembelanjaan menggunakan uang Rudi Rubiandini dari hasil korupsi.

Berdasarkan pengakuan Deviardi, lanjut Jaksa Andi Suharlis, Rudi Rubiandini menempatkan pemberian uang tersebut pada safe deposit box di Bank Mandiri Outlet Prioritas Thamrin, dan di safe deposit box Bank CIMB Niaga Cabang Pondok Indah milik Deviardi.

Menurut dia, uang yang diterima Rudi Rubiandini tidak hanya disimpan, ada pula yang ditransfer, dibelanjakan, dan ditukarkan dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usulnya. Misalnya, membeli jam Rolex Datejust, pembelian jam tangan merek Citizen Echo Drive, mobil Volvo XC90, dan Toyota Camry atas nama Deviardi, membeli satu unit rumah di Tebet di Jakarta Selatan, serta pembayaran wedding organiser sekitar Rp 405 juta.

Atas tuntutan Jaksa tersebut, hal senada juga diutarakan Deviardi. Deviardi mengatakan dirinya bersama-sama tim penasihat hukumnya menyatakan bakal akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi pada persidangan pekan depan. “Kami mengajukan pembelaan bersama-sama,” tukas Deviardi alias Ardi. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.301.060 Since: 05.03.13 | 0.1793 sec