Politik

Bima Arya Sugiarto Janji Pangkas Birokrasi Dan Bersih Korupsi

Monday, 07 April 2014 | View : 1175

BOGOR-SBN.

Di hadapan ribuan masyarakat, dalam pidato perdananya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto berjanji akan langsung bekerja membenahi Kota Bogor.

Salah satu program yang bakal diwujudkan di antaranya menjadikan Kota Bogor sebagai Kota sejuta taman dan ramah pejalan kaki. "Mari kita wujudkan Bogor sebagai kota sejuta taman," katanya yang juga disaksikan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa di halaman Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (7/4/2014).

Lebih lanjut ia berjanji bersama Usmar Hariman akan membersihkan korupsi di Kota Bogor. "Bagi yang mendukung dan tidak mendukung saya. Hari ini saya katakan, saya milik semua warga Kota Bogor. Mari bersihkan Bogor dari Korupsi," tandasnya yang disambut tepuk tangan ribuan warga.

Didampingi wakilnya, Usmar Hariman, Bima Arya Sugiarto akan membuka pintu sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Bogor. Birokrasi tak boleh menyusahkan warga. "Pimpinan itu tidak boleh ada jarak dengan warganya," tegas Bima Arya Sugiarto.

Bogor memiliki segudang permasalahan yang kompleks. Mulai dari macet, sampah hingga PKL yang berdagang di sembarang tempat.

Wali Kota Bogor yang baru Bima Arya Sugiarto mengatakan, semua masalah tersebut tidak akan tuntas dalam lima tahun, atau satu periode jabatan. "Tidak semua persoalan selesai dalam lima tahun. Ketika pemimpin berusaha menyelesaikan dalam lima tahun, ketika masyarakat meminta semua selesai, itu bukan suatu pendidikan yang baik untuk semua warga," urai Bima Arya Sugiarto saat berbincang dengan merdeka.com di rumahnya, Jalan Pendopo 6, Kompleks Perumahan Baranangsiang Indah, Bogor, Minggu (6/4/2014).

Titik tekan Bima Arya Sugiarto bukan pada waktu kapan masalah tersebut selesai. Tapi lebih pada bagaimana pemimpin itu bekerja, dan masyarakat tahu bahwa pemimpinnya bekerja. “Soal selesai atau tidak, semua itu menjadi relatif, dan tidak semua masalah terselesaikan. Tapi paling tidak, ada perbaikan dalam taraf hidup warga, dan ada skala prioritas yang dituju. Dan warga itu tahu bahwa kota ini bergerak ke mana," lanjutnya.

Ditanya soal dua periode, Bima Arya Sugiarto enggan memikirkan terlalu jauh. Dia akan fokus terlebih dahulu di lima tahun ini. "Ya kita fight satu demi satu babak dulu lah. PR kita selesaikan dulu lima tahun," katanya serius.

Bima Arya Sugiarto mencontohkan penanganan sampah. Menurutnya, yang menjadi masalah utama adalah karakter dan kultur warga Bogor.

Dia memprediksi dua hal itu merupakan penyebab terbanyak, dengan persentase 80 persen. Dia pun membandingkan dengan keberhasilan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang berhasil mengubah pola pikir warganya. “Di Surabaya, apa yang dilakukan Bu Risma, karena dia bisa membangun kultur baru warga Surabaya yang semangat bekerja menjemput perubahan untuk bekerja langsung konkret. Ke depan, saya akan banyak sekali berkonsentrasi untuk membangun semangat kebersamaan untuk membangun kultur baru," papar Bima Arya Sugiarto.

Kesemrawutan jalanan Bogor, tidak lepas dari ulah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar lapak di sembarang tempat. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mendapat informasi jika para PKL menyetor uang keamanan kepada sejumlah pihak. "Saya sudah minta dilacak itu. Ada laporan PKL setiap hari itu setor empat kali. Saya bilang, mau jenderal, mau habib, mau ustaz, siapa saja yang jadi beking, saya tindak tegas. Saya enggak peduli,” tukas Bima Arya Sugiarto kepada wartawan di Bogor, Minggu (6/4/2014).

Untuk menghentikan praktik liar tersebut, Bima Arya Sugiarto telah memanggil kepala dinas terkait. Bahkan dia mengancam akan melakukan pergeseran jabatan, jika masalah PKL tak selesai.

Terkait PKL, Bima Arya Sugiarto akan memfokuskan di sekeliling Pasar Bogor dan Jembatan Merah dengan cara revitalisasi, relokasi, retribusi ke daerah pinggir kota dan represif. "Kalau yang pertama, kedua dan ketiga sudah jalan. Baru kita tegakkan hukumnya. Kalau masih bandel akan kita tindak tegas," tegas Bima Arya Sugiarto.

Dalam kesempatan itu Bima Arya Sugiarto juga memohon doa restu agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik secara Khusnul Kotimah dan Istiqomah. "Doakan saya agar selalu khusnul kotimah dan istiqomah dalam memimpin Kota Bogor," tutur dia.

Hingga saat ini, ribuan warga masih menyemut di halaman Balai Kota Bogor untuk mendengar dan melihat langsung pemimpin baru Kota Bogor itu. (mer)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.446.096 Since: 05.03.13 | 0.1688 sec