Hukum

PPATK Sebut Wawan Akui Jennifer Dunn Sebagai Neneknya

Wednesday, 02 April 2014 | View : 4618

JAKARTA-SBN.

Suami dari Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany yang juga adik kandung dari Gubernur provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan mengakui Jennifer Dunn, salah seorang wanita penerima mobil darinya, sebagai neneknya.

Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso mengatakan ini dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (1/4/2014). Wawan membeli mobil “atas nama neneknya, Jennifer Dunn. Saya baru tahu nama neneknya seperti itu,” beber Agus Santoso.

Tubagus Chaery Wardana alias Wawan, yang merupakan tersangka kasus korupsi dan pencucian uang, diketahui sering membeli mobl dalam jumlah banyak. Namun, adik Gubernur Banten Atut Chosiyah ini mencatatkan kepemilikan mobil-mobil itu atas nama sejumlah perempuan yang diakuinya sebagai kerabat.

Ketua lembaga antirasuah yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengatakan, jika ada bukti yang cukup, Jennifer Dunn dan para wanita penerima mobil Wawan bisa saja dijadikan tersangka. "Kasusnya masih didalami terus," tegasnya.

Selain atas nama Jennifer Dunn, yang disebut Wawan sebagai neneknya, mobil Wawan juga tercatat atas nama Catherine Wilson. Jennifer Dunn dan Catherine Wilson merupakan model majalah dewasa.

Dalam kasus pencucian uang yang disangkakan kepada Wawan, KPK juga telah memeriksa model dan artis Cynthiara Alona serta penyanyi Rebecca Soejati Reijman.

Ketika diperiksa oleh penyidik KPK, Jennifer Dunn mengaku mendapatkan mobil Toyota Alphard Velfire bernomor polisi B 510 JDC yang telah disita KPK dari Wawan. Mobil itu diklaimnya sebagai uang muka agar ia bergabung dengan rumah produksi film R1 milik Wawan.

Saat hendak dimintai konfirmasi melalui pengacaranya, Hotman Paris Hutapea, baik melalui telepon maupun pesan pendek, pihak Jennifer Dunn tak membalas.

Adapun salah satu dari tim pengacara Wawan, Maqdir Ismail, membantah pernyataan Agus Santoso. Menurut dia, pemberian mobil untuk Jennifer Dunn itu tidak dimaksudkan untuk mengaburkan aset Wawan. “Setahu saya, tidak ada aset yang coba disembunyikan,” tukasnya.

Sementara itu, pakar Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Yenti Garnasih mengatakan, meski bukan penyelenggara negara, sejumlah artis yang diduga menerima aliran dana tersangka kasus korupsi, bisa turut dijerat pasal dalam UU TPPU, khususnya mengacu pada ketentuan Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Yenti Garnasih menanggapi dipanggilnya artis Jennifer Dunn dan Catherine Wilson oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima mobil dari tersangka kasus dugaan suap penanganan dan pengurusan perkara sengketa Pemilukada Kabupaten Lebak, provinsi Banten di Mahkamah Konstitusi, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan.

Wawan juga dijerat dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Dalam pasal tersebut disebutkan setiap orang yang menerima sesuatu yang diduga sumbernya berasal dari tindak pidana. Jadi bukan hanya artis, tapi setiap orang,” terang Yenti Garnasih, saat dihubungi wartawan, Sabtu (15/2/2014).

Pasal 5 ayat (1) UU TPPU menyebutkan, “Setiap Orang yang menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran, atau menggunakan Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)".

Oleh karena itu, menurutnya, setiap orang yang menerima pemberian dalam jumlah yang tidak wajar, harus menduga terlebih dahulu dari mana asal pemberian tersebut. Seseorang tidak bisa langsung saja menerima suatu pemberian dalam jumlah yang besar. “Seperti kalau kita ulang tahun kan dikasih kado, kalau kadonya biasa saja kan kita tidak akan menduga-duga. Tapi kalau kadonya mobil, atau uang sampai miliaran, tentu itu mencurigakan dan harus dilaporkan,” jelas Yenti Ganarsih.

Yenti Ganarsih menambahkan, jika barang itu diberikan secara profesional atas alasan pekerjaan seperti yang menjadi alasan Jennifer Dunn, tetap harus ditelaah apakah itu adalah nilai yang wajar. Jika nilainya berlebihan, maka sudah sepatutnya diduga kalau itu adalah pencucian uang. “Benar tidak tarif dia sampai sebesar itu? Itu juga harus dipikirkan, jangan asal diterima saja,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Yenti Garnasih mendorong KPK menerapkan pasal 5 TPPU dengan maksimal. Jika si artis terbukti telah mengetahui atau menduga barang yang diterimanya dari Wawan adalah hasil tindak pidana, maka, imbuh Yenti Garnasih, KPK harus menjeratnya tanpa ragu. “Selama ini kan barangnya saja yang disita, tapi orangnya dilepaskan. Harusnya jangan seperti itu lagi,” pungkasnya lagi.

Seperti diberitakan, KPK memeriksa Jennifer Dunn Jumat, (14/2/2014) terkait kasus dugaan pencucian uang yang menyeret Wawan. Sebelumnya, KPK menyita mobil Toyota Alphard Vellfire warna putih B 510 JDC dari kediaman Jennifer Dunn di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2014). Selain Jennifer Dunn, KPK memanggil model Catherine Wilson untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama. (tem/jos)

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.251.419 Since: 05.03.13 | 0.1847 sec