Hukum

Mantan Sekjen Menlu Bantah Bagi-bagi Uang

JAKARTA-SBN.

Mantan Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri (Sekjen Deplu) sekarang Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Sudjadnan Parnohadiningrat, terdakwa kasus dugaan korupsi dana sidang dan konferensi internasional membantah ada bagi-bagi uang dari kegiatan itu.

Sudjadnan Parnohadiningrat membantah adanya uang sebesar Rp 400 juta ke mantan Menteri Luar Negeri, Dr. Nur Hassan Wirajuda. Begitu juga dengan tuduhan uang Rp 300 juta yang masuk ke kantong pribadinya. “Pasti enggak ada itu," cetus Sudjadnan Parnohadiningrat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (3/4/2014).

Sudjadnan Parnohadiningrat membantah membagi-bagikan uang dari hasil kegiatan seperti yang diuraikan dalam dakwaan Jaksa KPK. "Saya tegaskan, sama sekali tidak pernah memerintahkan bagi-bagi uang atau apapun," tegasnya.

Dalam dakwaan Jaksa, ada 12 kegiatan internasional yang dilaksanakan oleh Kemenlu dalam kurun waktu 2004-2005, Sudjadnan Parnohadiningrat bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Mantan Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri (Sekjen Deplu) sekarang Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Sudjadnan Parnohadiningrat, didakwa melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebesar Rp 4,570 miliar secara bersama-sama dan berkelanjutan terkait dengan penyelenggaraan 12 pertemuan dan sidang konferensi internasional di Departemen Luar Negeri (sekarang Kementerian Luar Negeri) yang dilakukan Kemenlu pada kurun waktu 2004-2005 untuk memperkaya diri dalam kasus penggunaan anggaran Kesekjenan pada 2004-2005 di Kemenlu.

Jaksa I Kadek Wiradana menyebut Sudjadnan Parnohadiningrat yang juga mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat ditengarai menyelewengkan uang negara sebesar Rp 11,091 miliar dalam 12 penyelenggaraan konferensi internasional.

Dari total 12 kegiatan tersebut, menurut Jaksa, terdapat selisih nilai pertanggungjawaban dengan pengeluaran riil sekitar Rp 12,7 miliar. Nilai selisih ini yang kemudian dianggap sebagai kerugian negara setelah dikurangi sekitar Rp 1,6 miliar uang yang telah dikembalikan. “Bahwa atas perbuatan terdakwa secara bersama-sama telah mengakibatkan kerugian keuangan negara Deplu sebesar Rp 12.744.804.630,55 dikurangi pengembalian kerugian negara sebesar Rp 1.653.343.559 menjadi sebesar Rp 11.091.461.071," tutur Jaksa I Kadek Wiradana.

Perbuatan terdakwa diancam dalam dakwaan atas Sudjadnan Parnohadiningrat disusun secara alternatif, yakni Pertama, dengan memuat melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana pada dakwaan pertama. Atau Kedua, melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang No.31 Tahun 1999 tetang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana sebagaimana dakwaan kedua.

Jaksa mendakwa Sudjadnan Parnohadiningrat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. Pasal tersebut mengatur ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau dengan ancaman tertinggi hukuman pidana penjara seumur hidup. (sin/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.209.601 Since: 05.03.13 | 0.2324 sec