Internasional

Kalimat Terakhir Dari Kokpit Good Night Malaysian Three Seven Zero

Tuesday, 01 April 2014 | View : 989

KUALA LUMPUR-SBN.

Pihak berwenang Malaysia mengeluarkan versi terbaru dari komunikasi terakhir antara menara pengawas dengan kokpit pesawat Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines (MAS) dengan nomor penerbangan (flight number) MH 370. Pejabat Malaysia mengkoreksi percakapan yang terakhir direkam sebelum pesawat Malaysia Airlines MH 370 hilang pada Sabtu (8/3/2014). Otoritas penerbangan sipil Malaysia, Senin (31/3/2014), "meralat" kalimat terakhir yang terkirim dari kokpit pesawat Malaysia Airlines berkode penerbangan MH370 yang hilang pada Sabtu (8/3/2014).

Kata-kata terakhir yang dilontarkan dari MH370 ternyata bukan "Allright, good night," seperti yang telah diberitakan sebelumnya. Ternyata kata-kata terakhir dari kokpit MH 370 adalah "Good night Malaysian three seven zero." Otoritas tersebut mengatakan, kalimat terakhir yang diterima menara kontrol lalu lintas udara dari kokpit pesawat tersebut adalah "Good night Malaysian three seven zero".

Akhirnya terungkap, itulah kata terakhir yang terucap dari Malaysia Airlines MH 370 yang raib Sabtu (8/3/2014) lalu.  Bukan, "All right, good night" seperti yang diberitakan sebelumnya. Sebelumnya, otoritas Malaysia menyatakan kalimat terakhir dari kokpit tersebut adalah "All right, good night". “Bukan Allright, good night. Tapi  'Good night Malaysian three seven zero'," kata pejabat itu seperti dilansir BBC, Senin (31/3/2014).

"Good night Malaysian three seven zero" (Selamat malam Malaysia tiga tujuh kosong) adalah percakapan terakhir dalam transkrip antara menara pengawas pesawat dengan kokpit Malaysia Airlines MH 370. Kalimat terakhir yang terjadi adalah percakapan antara awak pesawat di ruang kokpit dengan petugas pengawas lalu lintas udara.

“Kami ingin mengonfirmasi bahwa percakapan terakhir dalam transkrip antara pengendali lalu lintas udara dan kokpit adalah pada 01.19 (waktu Malaysia) dan (kalimatnya adalah) 'Good night Malaysian three seven zero'," kata Departemen Penerbangan Sipil Malaysia dalam sebuah pernyataan. Pernyataan dari otoritas penerbangan sipil ini keluar setelah Plt. Menteri Transportasi Hishammuddin Hussein mendapat pertanyaan tentang kata-kata terakhir dari kokpit dan menolak merilis transkrip resmi percakapan terakhir tersebut. Pernyataan pejabat otoritas Malaysia ini muncul setelah sejumlah jurnalis bertanya dalam konferensi pers dengan Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Hussein, Senin (31/3/2014) malam.

Kontak terakhir dengan menara peawat terjadi pada 01:19 waktu Malaysia. “Percakapan terakhir itu terekam pada pukul 01.19 waktu Malaysia tanggal 8 Maret,” beber pejabat Menteri Perhubungan Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Hussein seperti dikutip kantor berita Malaysia, Bernama.

Dalam pernyataan dari otoritas penerbangan disampaikan pula bahwa saat ini masih berlangsung penyelidikan forensik untuk memastikan kalimat terakhir itu diucapkan oleh pilot atau co-pilot. Sebelumnya, Malaysia Airlines menyatakan bahwa kalimat terakhir itu diucapkan co-pilot MH 370.

Menurut Kementerian Transportasi atau Perhubungan Malaysia mengatakan investigasi forensik akan menentukan apakah pilot atau co-pilot yang mengeluarkan kalimat atau mengucapkan kata-kata terakhir itu. Namun belum ada penjelasan resmi mengapa koreksi atas percakapan terakhir itu butuh waktu lama untuk menentukan kata-kata mana yang benar. Menteri Perhubungan Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Hussein menegaskan pihak berwenang tengah melakukan investigasi forensik untuk menentukan apakah kalimat terakhir berasal dari pilot atau co-pilot.

Departemen Penerbangan Sipil mengatakan, tim penyelidik telah diperintahkan untuk menyampaikan transkrip penuh dari pembicaraan terakhir antara kokpit dan menara kontrol lalu lintas udara. Menurut rencana, penyampaian tersebut dilakukan pada pertemuan berikutnya dengan keluarga terdekat penumpang pesawat.

Hishammuddin Hussein telah menginstruksikan tim investigasinya merilis transkrip semua pembicaraan yang terjadi dengan awak pesawat MH 370. Hishammuddin Hussein juga memerintahkan tim penyelidik untuk merilis transkrip percakapan selama penerbangan secara penuh yang disebarkan dalam briefing dengan para keluarga penumpang dan awak pesawat.

Ralat tersebut disampaikan setelah serangkaian kritik menghujani otoritas Malaysia atas penanganan pesawat yang hilang dengan 239 orang di dalamnya itu. Keluarga penumpang, mayoritas dari China, menuduh Malaysia menyembunyikan informasi dan gagal mengelola upaya pencarian.

Pelaksana Tugas Menteri Transportasi Malaysia,  Hishammuddin Hussein, mengatakan, tak ada niat di pihaknya untuk menyembunyikan informasi tentang pesawat yang hilang. Berdalih tak semua informasi bisa diungkap untuk kepentingan penyelidikan. "Kami tak menyembunyikan apapun," kata dia, Senin (31/3/2014). "Kami hanya mengikuti prosedur yang ditetapkan," tambah dia.

Malaysia juga banjir kecaman dari media China, sementara pihak Beijing menuntut transparansi dalam penyelidikan. Sementara, artikel media pemerintah China Daily berusaha menenangkan, meminta keluarga korban menerima takdir orang-orang terdekat mereka dengan tabah. "Meski pemerintah Malaysia menangani krisis terlihat kikuk, kita harus memahami, mungkin ini insiden paling aneh dalam sejarah penerbangan di Asia," demikian kata media China.

Seorang sumber pemerintah Malaysia mengatakan, tindakan mematikan sistem komunikasi pesawat yang terjadi pada MH 370 adalah tindakan kriminal. Tak peduli itu jika dilakukan penerbang atau orang lain dalam pesawat.

Penyelidik Malaysia mengatakan, mereka percaya pesawat itu "diterbangkan oleh seseorang dengan pengetahuan navigasi pesawat yang baik."

Pesawat Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines (MAS) dengan nomor penerbangan (flight number) MH 370 yang membawa 239 orang penumpang termasuk 12 orang awak pesawat yang terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju ke Beijing, China dinyatakan hilang pada Sabtu (8/3/2014) lalu pukul 01.19 waktu Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak pada Senin (24/3/2014) mengumumkan pesawat jet Boeing 777-200ER itu berakhir di perairan Samudera Hindia. Tak seorangpun dari penumpang diyakini selamat.

Hingga kini pencarian terhadap pesawat itu masih dilakukan di sekitar Samudera Hindia yang dipimpin oleh Australia. Belum ada petunjuk yang ditemukan untuk menentukan lokasi pesawat.

Duta Besar Malaysia untuk China mengatakan kepada keluarga penumpang di Beijing, Rabu (12/3/2014), bahwa kalimat terakhir dari kokpit adalah "All right, good night". Penggunaan kalimat "Good night Malaysian three seven zero" adalah versi lebih formal sebagai standar "pamitan" dari kokpit Boeing 777-200ER tersebut, untuk meninggalkan ruang udara Malaysia dalam rute menuju Beijing itu.

Versi terbaru dari kata-kata terakhir MH 370 ini lebih formal dan sering diucapkan oleh pilot kepada menara pengawas dibanding kata-kata terakhir dalam versi sebelumnya. Jika benar "Good night Malaysian three seven zero" adalah kata terakhir MH 370, itu adalah kalimat rutin, bukan petunjuk bahwa ada sesuatu yang tak diinginkan dalam penerbangan.

Pihak Malaysia tak memberikan penjelasan soal perubahan itu. Aparat negeri jiran bahkan masih mencoba menentukan apakah kata terakhir anyar itu diucapkan pilot atau co-pilot.

Pertanyaannya, mengapa baru diungkap sekarang. Fakta itu menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pejabat Malaysia menangani penyelidikan. "Ini soal kredibilitas," kata analis penerbangan CNN, Mary Schiavo, seperti dimuat pada Selasa (1/4/2014).

Mantan Kepala Staf US Federal Aviation Administration, Michael Goldfarb, juga menyayangkan ketidakjelasan informasi dari pihak Malaysia. "Yang pasti, kecelakaan tragis sudah terjadi, disusul tragedi penyelidikan yang kacau, dan kita pun bertanya-tanya mau dibawa ke mana kita?," kata dia.

Apapun kata-kata terakhir dari pilot, sulit dimengerti apa yang mereka maksudkan tanpa rincian lebih lanjut dari pihak berwenang: tentang apa yang mereka ucap dan bagaimana cara mengatakannya.

"Tanpa informasi sebelumnya ... baik transkrip atau rekaman itu sendiri , sulit untuk mengetahui apakah kata terakhir itu benar-benar punya makna," kata analis penerbangan Miles O'Brien. "Itu juga masalah yang dihadapi dalam penyelidikan ini, begitu buram."

Perubahan kata terakhir tersebut diumumkan secara resmi, hampir 4 pekan setelah Boeing 777-200ER itu raib. Belum jelas mengapa terjadi perubahan pada kata-kata terakhir tersebut atau mengapa butuh begitu lama bagi pihak yang berwenang untuk menemukan perbedaan tersebut. (bbc/malaysiainsider/bernama)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.388.968 Since: 05.03.13 | 0.2189 sec