Olah Raga

Simon Santoso Juara Malaysia Terbuka GP Gold

Sunday, 30 Maret 2014 | View : 163

JOHOR-SBN.

Berakhir sudah paceklik puasa gelar juara internasional yang dialami pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia kelahiran Tegal pada 29 Juli 1985, Simon Santoso. Mantan penghuni Pelatnas Cipayung itu secara mengejutkan berhasil merebut gelar juara tunggal putra Malaysia Terbuka Grand Prix Gold 2014. Simon Santoso (28 tahun) akhirnya sukses meraih gelar perdananya di tahun 2014 ini usai menekuk wakil India, Sourabh Varma (21 tahun) pada partai final Malaysia Terbuka Grand Prix Gold 2014 di Stadium Perbandaran Pasir Gudang, Johor, Malaysia, Minggu (30/3/2014).

Simon Santoso berhak membawa pulang titel gelar juara tunggal putra setelah mengkandaskan perlawanan unggulan kedelapan asal India, Sourabh Varma, lewat pertarungan sengit selama tiga gim. Di laga final tersebut berakhir lewat permainan tiga gim dengan skor 15-21, 21-16, dan 21-19 untuk kemenangan putra pasangan dari Hosea Liem dan Rahel Yanti ini, Simon Santoso.

Bermain di Stadium Perbandaran Pasir Gudang, Johor, Malaysia, Simon Santoso membutuhkan waktu selama 69 menit atau satu jam, sembilan menit untuk jadi juara.

Simon Santoso berhasil membawa pulang prize money atau uang hadiah senilai US$ 9.000, sedangkan Sourabh Varma mendapat US$ 4.560.

Pertemuan Simon Santoso dan Sourabh Varma di babak final turnamen berhadiah US$ 120 ribu atau setara dengan Rp 1,3 miliar ini adalah yang kedua kali. Pada pertemuan pertama di Djarum Indonesia Terbuka Super Series Premier 2012, Simon Santoso menang dua gim langsung, 21-18 dan 21-14. Dengan demikian, Simon Santoso berhasil mendominasi rekor pertemuannya dengan Sourabh Varma dengan keunggulan 2-0.

Simon Santoso berhasil mengobati kekecewaan Indonesia dengan mempersembahkan satu-satunya gelar juara untuk Indonesia dari ajang turnamen Malaysia Open Grand Prix Gold (GPG) Yonex-Sunrise 2014, Minggu (30/3/2014). Kemenangan Simon Santoso atas Sourabh Varma itu sendiri menjadi gelar pertama tim Merah-Putih di ajang Malaysia Terbuka Grand Prix Gold 2014 tersebut.

Simon Santoso akhirnya kembali naik podium juara setelah pada akhir tahun 2013, Simon Santoso menjadi kampiun di ajang Prim-A Kejurnas PBSI. Gelar internasional terakhir Simon Santoso dapat sewaktu Simon Santoso menyabet gelar juara di Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold (GPG) September 2013 silam di Yogyakarta.

Bagi Simon Santoso, itu merupakan gelar pertamanya sepanjang tahun 2014. Itu juga trofi pertamanya sejak ditendang dari Pelatnas. Sebelumnya, Simon Santoso didepak setelah tampil buruk di Malaysia Open Superseries Premier dan Korea Open Superseries.

Di laga final, Minggu (30/3/2014), Simon Santoso pun tampil panas sejak awal. Namun, performa Simon Santoso masih terlihat angin-anginan. Itu terlihat saat Simon Santoso leading jauh dengan skor 12-5 pada set pertama. Pertarungan Simon Santoso melawan Sourabh Varma berlangsung sengit. Pemain asal Tegal itu unggul 13-8 selepas interval. Namun setelah itu Simon Santoso tertahan.

Simon Santoso yang sudah unggul jauh 12-5 di game pertama, malah balik tertinggal 15-20. Poin beruntun yang diraih Sourabh Varma dihasilkannya dari perubahan permainan yang terlambat diantisipasi oleh Simon Santoso.

Unggulan kedelapan asal India, Sourabh Varma terus menjaga momentum. Pertahanannya yang semula rapuh berubah kokoh. Berkali-kali smash Simon Santoso gagal tembus dan malah berbuah poin bagi Sourabh Varma.

Bukannya memetik kemenangan, Simon Santoso justru dipaksa menelan kekalahan. Simon Santoso pun takluk di kedudukan 15-21.

Di set kedua, Simon Santoso mengubah permainan. Mantan pemain pelatnas Cipayung itu bermain lebih sabar. Ia tak lagi banyak mengumbar smash, namun lebih banyak melakukan lob. Beruntung bagi Simon Santoso, Sourabh Varma kerap salah membaca lokasi jatuhnya shuttlecock.

Simon Santoso unggul jauh 16-6. Sourabh Varma sempat mengejar hingga 16-9, namun Simon Santoso kembali mendapat poin setelah hakim garis mengubah keputusan atas smashnya, dari tanda keluar menjadi masuk. Kedudukan 17-9 untuk Simon Santoso. Sourabh Varma kembali mengejar. Enam poin beruntun didapat hingga kedudukan menipis, 18-15. Dan sekali lagi Simon Santoso keluar dari tekanan untuk memenangi set kedua, 21-16.

Di set kedua dan set ketiga turnamen kali ini, Simon Santoso tampil lebih sabar setelah sempat kalah di set pertama. Ia tak ingin gegabah dan mengulangi kesalahan yang sama seperti game pertama. Usaha Simon Santoso berhasil, ia mampu menahan laju Sourabh Varma dan menembus pertahanan lawannya yang merupakan unggulan kedelapan tersebut.

Di set ketiga, Sourabh Varma ada di atas angin. Pertahanan ketatnya sulit ditembus Simon Santoso, baik dengan smash, drop shot, maupun netting. Sourabh Varma unggul 10-11 pada interval set ketiga. Sourab Varma (21 tahun) dan Simon Santoso (28 tahun) terus bermain ketat selepas interval. Simon Santoso unggul 16-13, tapi Sourabh Varma bisa menyamakan skor. Terjadi reli panjang pada kedudukan 16-16. Simon Santoso memenanginya berkat pengembalian yang mengenai net. Susah bagi Sourabh Varma menjangkau shuttlecock yang berubah arah. Sourabh Varma berbalik unggul 18-19 berkat satu smash keras ke arah kiri Simon Santoso. Dan sekali lagi, kedudukan sama selepas rangkaian serangan Simon Santoso gagal dibendung Sourabh Varma. Smash keras Simon Santoso gagal dikembalikan Sourabh Varma.

Pada gim penentuan, permainan sengit diperlihatkan kedua pemain, sebelum akhirnya Simon Santoso berhasil menyudahi set ketiga dan mengunci kemenangan dengan skor 21-19, sekaligus mengangkat gelar perdananya tahun ini.

Di akhir laga, penonton tuan rumah yang mendukung Sourabh Varma harus kecewa.

Warga Negara Indonesia (WNI) yang hadir di Stadium Perbandaran Pasir Gudang, Johor, Malaysia pun bersorak girang. Sementara keriuhan penonton tuan rumah berubah senyap.

"Saat lawan mengubah pola permainan, saya terlambat mengantisipasi. Saat itu saya harus berpikir dengan cepat tentang apa yang mesti saya lakukan atas perubahan tersebut," terang Simon Santoso di laman PBSI.

Hal itulah yang membuat Simon Santoso berjanji memperbaiki penampilannya di turnamen-turnamen selanjutnya. Namun, Simon Santoso tetap bangga dengan trofi pertama yang diraihnya itu. "Ini adalah awal yang baik buat saya. Target saya memang ingin jadi juara. Kemenangan ini menjadi modal untuk meningkatkan rasa percaya diri saya dan untuk mendongkrak rangking saya," tegas Simon Santoso seperti dilansir laman PBSI, badmintonindonesia.org, Minggu (30/3/2014).

Pemain asal Tangkas Specs itu juga mengungkapkan bahwa kunci kemenangannya atas Sourabh Varma, adalah bermain lepas. Hal itu diungkapkan Simon Santoso setelah putra pasangan dari Hosea Liem dan Rahel Yanti ini, Simon Santoso sukses ke melenggang ke final pasca mendepak pebulutangkis negeri Gajah Putih, Thailand, Thammasin Sitthikom dengan skor akhir 21-12, 19-21, dan 21-18 pada laga semifinal.

“Tidak mudah mencapai gelar juara ini, masih banyak yang perlu saya perbaiki. Mudah-mudahan secepatnya saya bisa menjadi top player lagi,” tambah Simon Santoso.

Sekembalinya ke Jakarta, Simon Santoso akan berlatih untuk mempersiapkan diri jelang Singapore Open Super Series 2014. (badmintonindonesia.org)

See Also

ISL Larang Masuknya Pemain Baru Dari 13 Negara
Daftar Klub Sepak Bola Dunia Terpopuler Di Media Sosial
Indonesia Babat Laos 5-1, Indonesia Pulang
Daftar Nama Pebalap MotoGP 2015
Persib Bandung Juara Liga Super Indonesia
Pewushu Malaysia Terjerat Doping, Indonesia Dapat Emas Keempat
Hari Ke-12, Indonesia Bertahan Di Peringkat 16 Asian Games XVII/2014
Maria Londa Persembahkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
Ahsan/Hendra Sumbang Emas Ke-2 Untuk Indonesia
Hari Ke-9, Indonesia Naik Ke Peringkat 17 Asian Games XVII/2014
Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari Persembahkan Emas Pertama Untuk Indonesia
Valentino Rossi Patahkan Kutukan Misano Dan Beri Kemenangan Pertama Yamaha
Nozomi Okuhara Juara Tunggal Putri Vietnam Open 2014
Indonesia Borong Empat Gelar Dari Vietnam Open
Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan Juara Ganda Putra Vietnam Open 2014
Dionysius Hayom Rumbaka Juara Vietnam Grand Prix Open 2014
Atletico Madrid Juara Piala Super Spanyol 2014
Roger Federer Juara Cincinnati Masters
GM Indonesia Medina Warda Aulia Juara Turnamen Catur Di Ceko
Pebalap Australia Daniel Ricciardo Menang F1 GP Hungaria
Ganda Putri Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii Juara Taipei Open 2014
Ji Hyun Sung Juara Tunggal Putri Taipei Open
Indonesia Raih Dua Trofi Di Taipei Open
Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan Sumbang Gelar Ganda Putra Di Taipei Open 2014
Mantan Pesepakbola Dunia Puji Joachim Loew Bawa Jerman Sebagai Juara Dunia
jQuery Slider

Comments

Arsip :20142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 1.208.175 Since: 05.03.13 | 0.1912 sec