Hukum

KPK Tetapkan Mantan Anggota DPR Fraksi PAN Jadi Tersangka Baru

Tuesday, 25 Maret 2014 | View : 1536

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan status tersangka kepada mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Teuku Syaiful Achmad. Mantan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) periode 2006-2010 itu resmi menjadi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan proyek pembangunan dermaga bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dibiayai APBN Tahun Anggaran (TA) 2006-2010. “KPK telah meningkatkan ke penyidikan dengan tersangka SA, mantan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang," ungkap Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo saat konferensi pers di Gedung KPK, Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/3/2014).

Teuku Syaiful Achmad diduga melakukan penyelewengan dalam pembangunan dermaga Sabang. Teuku Syaiful Achmad diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang terkait proyek tersebut yang mengakibatkan kerugian negara sebesar 249 miliar. “Terkait penanganan perkara pembangunan dermaga bongkar di Kawasan Perdagangan Bebas Sabang, KPK meningkatkan ke tahap penyidikan dengan tersangka SA (Syaiful Achmad), Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Sabang 2006-2010," beber Juru Bicara KPK Johan Budi SP. di Kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/3/2014).

Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi SP., atas perbuatannya, Teuku Syaiful Achmad diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal penjara seumur hidup dan denda Rp 1 miliar.

Teuku Syaiful Achmad sudah pernah dicegah ke luar negeri oleh Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM atas permintaan penyidik KPK.

Johan Budi SP. menjelaskan, penetapan Teuku Syaiful Achmad sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi Dermaga Sabang yang menjerat Ramadhani Ismy dan Heru Sulaksono sebagai tersangka.

Selain Teuku Syaiful Achmad, KPK juga menjerat Kepala PT. Nindya Karya Cabang Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam merangkap kuasa Nindya Sejati Joint Operation, Heru Sulaksono terkait pasal pencucian uang. “Penyidik meningkatkan HS untuk dugaan tindak pidana pencucian uang," tutur Johan Budi SP.

Heru Sulaksono disangkakan melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dan atau Pasal 3 ayat (1) dan atau Pasal 6 ayat (1) Undang-undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus dermaga Sabang ini, KPK telah lebih dulu menetapkan dua orang tersangka pada Agustus 2013 silam. Mereka adalah Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ramadhani Ismy dan Heru Sulaksono, bos perusahaan rekanan.

Ramadhani Ismy merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang pada BPKS. Sementara itu, Heru Sulaksono adalah Kepala PT. NK Cabang Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam merangkap kuasa Nindya Sejati Joint Operation.

Kedua tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait pembangunan dermaga bongkar di Sabang. Akibatnya, negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp 249 miliar.

Terkait penyidikan kasus dengan tersangka Heru Sulaksono dan Ramadhani Ismy, KPK telah memeriksa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar yang juga mantan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam.

Seusai diperiksa, Azwar Abubakar mengaku telah mengangkat Teuku Syaiful Achmad sebagai Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Sabang sekitar 2006. Ketika itu, Teuku Syaiful Achmad menggantikan kepala sebelumnya, Sahrul Sauta, yang dianggap Azwar Abubakar kurang cakap. (ant/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.994.106 Since: 05.03.13 | 0.218 sec