Politik

330 Profesor Menilai Kualitas JK Ungguli Jokowi

JAKARTA-SBN.

Survei Pol-Tracking Institute merilis hasil penelitian terbaru mereka terkait kandidat capres yang paling berkualitas. Survei Pol-Tracking Institute yang melibatkan 330 profesor atau guru besar dari 33 provinsi di seluruh Indonesia sebagai tim penilai, menempatkan Jusuf Kalla sebagai tokoh dengan kualitas dan kompetensi personal terbaik.

Hasilnya, mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) mendapat skor total 7,70 disusul Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ 7,66 dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di tempat ketiga dengan skor 7,55 berada di urutan teratas dari 35 nama capres yang dinilai.

Penelitian kali ini dilakukan Pol-Tracking Institute dengan mengumpulkan 330 guru besar (profesor) dari 33 provinsi seluruh Indonesia. Seluruh kegiatan survei dilakukan pada 3 Februari hingga 10 Maret 2014 lalu. "Ini merupakan ikhtiar Pol-Tracking sebagai lembaga riset dan survei politik untuk memberikan referensi mendalam bagi publik atas penilaian Capres-Cawapres Potensial di 2014 dari pandangan 330 pakar," beber Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hanta Yuda dalam jumpa pers di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Minggu (23/3/2014).

Calon Presiden (Capres) berlatang-belakang kepala daerah berprestasi mendapat perhatian paling banyak dan diminati publik.

Berdasarkan Survei Pakar (Profesor) bertajuk “Mengukur Kualitas Personal Para Kandidat Capres-Cawapres 2014” oleh Pol-Tracking Institute, Minggu (23/3/2014), kepala daerah berprestasi dinilai sebagai modalitas tokoh atau figur yang dianggap cukup penting sebagai capres.

Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda AR mengungkapkan tokoh berlatarbelakang 'kepala daerah berprestasi' adalah paling banyak dipilih oleh 29 persen juri penilai. Kemudian disusul profesional berprestasi 28 persen dan purnawirawan militer berprestasi 15 persen.

Setelah itu, sosok capres berlatar belakang tokoh masyarakat berpengaruh 12 persen dan politisi atau pemimpin partai politik berpengaruh 10 persen serta pengusaha sukses hanya 6 persen.

Survei Pakar (Profesor) bertajuk “Mengukur Kualitas Personal Para Kandidat Capres-Cawapres 2014” ini dilakukan Pol-Tracking Institute dengan jumlah responden juri penilai adalah 330 Guru Besar (Profesor) yang tersebar di semua provinsi di Indonesia.

Survei Pakar (Profesor) bertajuk “Mengukur Kualitas Personal Para Kandidat Capres-Cawapres 2014” oleh Pol-Tracking Institute ini melibatkan juri penilai yang terdiri atas 330 guru besar atau profesor yang tersebar dari seluruh provinsi yakni 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Para profesor ini tidak hanya pakar ilmu politik, tetapi juga pakar di bidang lainnya, seperti ekonomi, pertanian, hukum, dan manajemen.

Para guru besar itu, antara lain Amat Mukhaddis (Institut Teknologi Surabaya), Darawati Hari (Universitas Indonesia), Asep Warlan Yusuf (UNPAR), Asep Kartiwa (UNPAD), Muhajir Utomo (Universitas Lampung), Andi Imakesuma (Universitas Negeri Makassar), Admin Alif (Universitas Andalas),  Daniel Saaludin (Universitas Jambi), Sandi Maryanto (Universitas Muhammadiyah Kupang), Ali Rahmanu (Universitas Haluoleo), Danes Jaya Negara (Universitas Palangkaraya).

Menurut dia hal ini beralasan karena kepala daerah memegang kursi eksekutif Indonesia di level lokal dengan eksperimen dan pengalaman kebijakan bagi demografi masyarakat Indonesia di daerah. "Kepala daerah berprestasi dianggap para juri penilai sebagai modalitas tokoh atau figur yang dianggap cukup penting sebagai capres selain juga latar belakang profesional berprestasi," ungkap Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hanta Yuda AR, Minggu (23/3/2014) di JS Luwansa Hotel, Jakarta.

Sebagaimana diketahui, sejumlah nama kepala daerah yang dinilai berprestasi juga masuk dalam 'radar' sebagai Capres-Cawapres 2014. Di antaranya yang sudah dideklarasikan PDIP, yakni Gubernur provinsi DKI Jakarta dan mantan Wali Kota Solo, Joko Widodo (Jokowi).

Kemudian ada nama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharani, Wakil Gubernur provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo, Isran Noor, Gubernur provinsi Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Gubernur provinsi Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang.

Dalam survei pakar yang berlangsung dari Februari-Maret 2014 itu, para profesor menilai 35 kandidat capres-cawapres dengan menggunakan berdasarkan 7 poin penilaian kualitas dan aspek dimensi yakni integritas, visi dan gagasan, leadership dan keberanian mengambil keputusan, kompetensi dan kapabilitas, pengalaman dan prestasi kepemimpinan, kemampuan memimpin pemerintahan dan negara, serta kemampuan memimpin koalisi partai politik atau parpol di pemerintahan.

Semua poin itu dibahas melalui metode focus group discussion (FGD) dengan tema 'Mengukur Kualitas Personal Para Kandidat Capres-Cawapres 2014'.

Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hanta Yuda AR menjelaskan, untuk skor total dari seluruh kandidat capres-cawapres potensial dari skor total penilaian setiap tokoh dari 7 (tujuh) aspek dimensi yang dinilai, hasilnya adalah setidaknya ada 25 kandidat yang mempunyai skor nilai kualitas dan kompetensi personal di atas nilai ketercukupan 6. “Untuk skor total penilaian dari tujuh aspek itu terdapat 25 tokoh yang nilai ketercukupannya di atas 6. Peringkat pertama Jusuf Kalla (7,70) beda tipis dengan Joko Widodo (7,66),” terang Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda dalam survei “Mengukur Kualitas Personal Para Kandidat Capres-Cawapres 2014” di Jakarta, Minggu (23/3/2014).

Selanjutnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD (7,55), Ketua Umum Partai Hanura Wiranto (7,09), Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra Prabowo Subianto (7,08).

Posisi selanjutnya ditempati Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan (6,97), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (6,84), Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh (6,81), Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra (6,72).

Sedangkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menduduki posisi dengan skor 6,70. Di bawahnya, ada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (6,69), dan Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan (6,61).

Selanjutnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa (6,56), Akbar Tanjung (6,39), mantan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri (6,39), politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (6,33), mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (6,18), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Partai Demokrat, Marzuki Alie (6,18), Gubernur provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo (6,16), mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau Bang Yos (6,15), mantan Panglima TNI (2002-2006) Endriartono Sutarto (6,09), Bupati Kutai Timur Isran Noor (6,07), Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (6,06), mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo (6,04), dan politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Hary Tanoesoedibjo (6,00).

Mereka adalah:

1. Jusuf Kalla (7,70).

2. Joko Widodo (7,66).

3. Mahfud MD (7,55).

4. Wiranto (7,09).

5. Prabowo Subianto (7,08).

6. Dahlan Iskan (6,97).

7. Tri Rismaharini (6,84).

8. Surya Paloh (6,81).

9. Yusril Ihza Mahendra (6,72).

10. Aburizal Bakrie (6,70).

11. Basuki Tjahaja Purnama (6,69).

12. Anies Baswedan (6,61).

13. Hatta Rajasa (6,56).

14. Akbar Tanjung (6,39).

15. Megawati Sukarnoputri (6,39).

16. Hidayat Nurwahid (6,33).

17. Gita Wirjawan (6,18).

18. Marzuki Alie (6,18).

19. Syahrul Yasin Limpo (6,16).

20. Sutiyoso (6,15).

21. Endriartono Sutarto (6,09).

22. Isran Noor (6,07).

23. Suryadharma Ali (6,06).

24. Pramono Edhie Wibowo (6,04).

25. Hary Tanoesoedibjo (6,00).

Selain itu, sejumlah tokoh yang selama ini digadang-gadang menjadi bakal Capres dan Cawapres ada juga yang tidak mendapatkan skor memuaskan. Dari 35 tokoh yang disurvei, ada 10 tokoh yang mendapat skor di bawah 6,0. "Sedangkan 10 kandidat capres mempunyai total nilai tujuh aspek di bawah nilai ketercukupan 6," pungkas Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda.

Ke-10 tokoh yang mendapat skor total di bawah 6,0 yakni Gubernur provinsi Jawa Barat Ahmad Heryawan, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal, Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta, Ketua DPD RI Irman Gusman, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, anggota BPK RI Ali Masykur Musa, Gubernur provinsi Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang, Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI Puan Maharani, dan si “Raja Dangdut” Haji Rhoma Irama. (mer/tri/jos)

See Also

Sosialisasi Pilkada Jadi Tantangan KPU
Bawaslu RI Pastikan Pilkada Luber Dan Jurdil
Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.484.367 Since: 05.03.13 | 0.2697 sec