Olah Raga

Daud Yordan Juara Dunia Tinju Kelas Ringan IBO

Sunday, 07 Juli 2013 | View : 1987

PERTH-SBN.

Dalam perebutan gelar juara yang lowong, akhirnya petinju asal Indonesia, Daud “Cino” Yordan (30-3, 23 KOs) berhasil merebut sabuk Juara Dunia Tinju kelas ringan versi badan tinju dunia IBO dengan mempecundangi petinju Argentina, Daniel Eduardo “Tatu” Brizuela (25-1-2, 8 KOs) melalui kemenangan angka mutlak dalam pertarungan yang dilangsungkan di Perth Metro City, Perth, Australia Barat, Australia, Sabtu (6/7/2013) malam WIB.

Hakim memutuskan Daud “Cino” Yordan menang angka mutlak atas lawannya dalam pertarungan ketat 12 ronde, yakni 117-111, 115-113, 116-112. Hasil pertandingan ini membuat rekor bertanding “Cino” begitu Daud Yordan disapa, menjadi 31 kali menang, termasuk 23 kali menang KO, serta tiga kali kalah dengan 1 kali kalah KO dari 34 kali naik ring (31-3, 23 KOs). Daniel Eduardo “Tatu” Brizuela (27 tahun), petinju kelahiran Las Heras, Mendoza, Argentina ini kini memiliki rekor bertanding menjadi tetap 25 kali menang dengan delapan kali KO, bertambah 1 kekalahan menjadi dua kali kalah, dan dua kali seri (25-2-2, 8 KOs). 

Daud “Cino” Yordan yang tiga saudara laki-lakinya (Damianus Yordan, Petrus Yordan, dan Yohanes Yordan) juga mantan petinju amatir maupun profesional ini mengukir sejarah sebagai petinju Indonesia pertama yang bisa menjadi juara dunia di dua kelas berbeda, setelah sebelumnya petinju kelahiran Sukadana, Ketapang, Kalimantan Barat ini pernah memegang sabuk Juara Dunia Tinju kelas bulu versi IBO. Pertandingan ini merupakan pertarungan perdana Daud “Cino” Yordan di kelas ringan (61 kilogram), pasalnya sebelumnya bertarung di kelas yang lebih ringan, yakni kelas bulu (57,1 kilogram). Sebelumnya, Daud “Cino” Yordan menjadi juara IBO Asia Pasifik setelah menang KO ronde ke-4 atas petinju Amerika Serikat, Frankie Archuleta, di Australia, Rabu, pada tanggal 30 Desember 2011. Daud Yordan juga sempat memegang gelar Juara Dunia Tinju kelas bulu versi IBO dengan berhasil merebut gelar Juara Dunia Tinju kelas bulu versi IBO yang lowong setelah menang TKO ronde ke-2 atas petinju asal Filipina, Lorenzo Villanueva, pada partai tambahan utama pertandingan kejuaraan WBA kelas bulu antara Yohannes Christian John atau Chris “The Dragon” John melawan Shoji Kimura di Marina Bay Sands, Singapura, pada tanggal 5 Mei 2012. Selanjutnya, Daud “Cino” Yordan berhasil mempertahankan gelarnya dengan menang angka mutlak atas Choi Tseveenpurev dari Mongolia (berdomisili di Inggris) dalam pertarungan 12 ronde di Marina Bay Sands, Singapura, pada tanggal 9 September 2012. Namun, dalam pertandingan terakhir, “Cino” kalah TKO ronde ke-12 dari petinju Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka dalam duel dengan gagal mempertahankan gelar Juara Dunia Tinju kelas bulu versi IBO di Indoor Tennis Stadium, Senayan, Jakarta, pada 14 April 2013. Pada ronde ke-12, Daud Yordan terkena knockdown akibat pukulan Simpiwe Vetyeka, sebelum akhirnya dihentikan oleh wasit.

“Cino” adalah julukan yang dianugerahkan mantan pelatihnya semasa amatir, Carlos Jesus Renate Tores, asal Kuba, merujuk kata Chino dalam bahasa Spanyol artinya China, karena Daud Yordan berwajah khas oriental. Sejak ronde pertama, “Cino” langsung melancarkan pukulan ke badan Daniel Eduardo Brizuela. Satu pukulan “Cino” begitu Daud Yordan disapa sempat mendarat tepat di muka sang lawan pada ronde ke-2. Bahkan di penghujung ronde ini, “Cino” sempat memojokkan Daniel Eduardo Brizuela dan pukulan kombinasinya sebagian kena sasaran. Di ronde ke-4, wajah “Cino” sering mendapat pukulan Daniel “Tatu” Brizuela yang mampu membongkar pertahanannya. Pada ronde ke-5 dan ke-6, petinju Indonesia yang berusia 26 tahun ini kembali unggul. Sempat menyudutkan lawannya di salah satu pojok ring, pukulan kombinasi “Cino” merepotkan lawannya. Namun, Daniel “Tatu” Brizuela terlihat tangguh dan tahan pukul. Kondisi berbeda terjadi di ronde ke-7, Daniel “Tatu” Brizuela berbalik gencar melepaskan pukulan di wajah dan tubuh “Cino”. Alhasil, “Cino” sempat goyah. Bahkan, pukulan petinju Argentina berusia 27 tahun tersebut mampu membuat pelipis Daud Yordan robek. Dominasi Daniel “Tatu” Brizuela berlanjut di ronde ke-8. Namun, Daud Yordan mampu membalasnya. Sementara di ronde ke-10, petinju asal Kalimantan Barat ini mulai kelihatan kepayahan dan terganggu dengan penglihatannya di mata kanan. Petinju yang lahir pada tanggal 10 Juni 1987 ini mencoba bangkit di dua ronde terakhir dengan inisiatif melancarkan pukulan sejak awal. Namun, pukulan yang dilepaskan petinju kelahiran Sukadana, Ketapang, Kalimantan Barat tersebut tidak membuat Daniel “Tatu” Brizuela goyah. (jos) 

See Also

Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Hermansyah Pelatih Kiper Baru Madura United FC
Pelatihan Dayung, Babinsa Koramil 01/Kota Kodim 0721/Blora Instruktur Pelatih
Koramil 14/Todanan Besama Muspika Gelar Senam Bersama
Personel Koramil 13/Kunduran Melaksanakan Pembinaan Fisik
Koramil 07/Sambong Gelar Senam Bersama Muspika
Jaga Kebugaran Tubuh, Persit Kodim 0721/Blora Gelar Senam Aerobic
Owi/Butet Selamatkan Muka Indonesia Dengan Raih Emas Olimpiade Rio 2016
Eko Yuli Irawan Raih Perak Kedua Bagi Indonesia
Posisi Rio Haryanto Di Manor Racing Digantikan Esteban Ocon
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.363.629 Since: 05.03.13 | 0.2109 sec