Internasional

Krisis Politik Mesir

Sunday, 07 Juli 2013 | View : 743

KAIRO-SBN.

Pemimpin kubu oposisi dan mantan kepala badan nuklir PBB yang juga politisi terkemuka, Mohamed ElBaradei, dipandang sebagai calon yang paling memungkinkan untuk memimpin pemerintahan. Fokus tugasnya adalah untuk menghidupkan kembali ekonomi yang hancur dan memulihkan perdamaian dan keamanan sipil. “Pilihan lainnya adalah perang sipil,” papar Mohamed ElBaradei kepada surat kabar yang berbasis di London, Al Sharq Al Awsat.

“Serangkaian penangkapan yang dilakukan telah prosedural. Langkah ini merupakan upaya mencegah dan menghindari hasutan kekerasan,” sambung Mohamed ElBaradei. Mohamed ElBaradei menjamin Mohamed Moursi diperlakukan secara lembut oleh pasukan keamanan dalam tahanan.

“Kemarin (5/7/2013), militer menangkap Wakil Ketua Ikhwanul Muslimin, Khayrat Ash-Shater di Ibu Kota Mesir, Kairo, dengan tuduhan menghasut kerusuhan terhadap oposisi,” demikian seperti dilansir Kantor Berita Timur Tengah, MENA.

Polisi militer juga menangkap pengacara resmi Abdel Moneim Abdel-Maqsood dari Ikhwanul Muslimin dan mantan calon presiden dari kubu Salafi (juga pendukung Mohamed Moursi), Hazem Salah Abu Ismail. Sebelumnya, mantan penasihat dan ketua kelompok Ikhwanul Muslimin, Mohamad Mahdi Akef, dan pengawalnya juga ditahan oleh polisi militer pada Kamis (4/7/2013) kemarin di Kairo atas kepemilikan empat senjata. Mohamed Badei yang kini menduduki jabatan sebagai pemimpin kelompok itu ikut ditahan karena dituding menghasut orang lain dan memicu terbunuhnya para pemrotes. Kejaksaan Agung Mesir membuka investigasi atas Mohamed Moursi dan pemimpin puncak Ikhwanul Muslimin. “Kini polisi masih memburu 300 anggota kelompok Ikhwanul Muslimin lainnya,” demikian laporan Al-Ahram

Akibat bentrokan kemarin (5/7/2013), korban berjatuhan di sejumlah tempat. Sedikitnya 32 orang tewas dan 1.138 orang lebih luka-luka setelah terjadi bentrok antara kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) dengan kaum oposisi, Jumat malam (5/7/2013) waktu setempat. Bentrokan yang paling mematikan terjadi di kota Mediterania Alexandria yang menewaskan 14 orang dan 200 orang terluka, sebagian besar diakibatkan dari tembakan. Di pusat Kota Kairo, demonstran pro dan anti Moursi bertempur hingga larut malam dengan batu, pisau, serta bom molotov, mengakibatkan delapan orang tewas.

Enam lainnya tewas di atas jembatan Sungai Nil yang menuju Tahrir Square. Jalanan sekitar Sungai Nil masih tertutup puing-puing batu dan pecahan kaca, sedangkan aktivis pro dan anti Moursi tetap berkemah di tempat yang berbeda di Ibu Kota.

Pasukan keamanan juga dalam kondisi siaga di Semenanjung Sinai. “Kerusuhan juga terjadi di Kota Zagazig,” demikian informasi dari petugas keamanan. Dini hari sebelumnya (4/7/2013), kelompok bersenjata Islamis melancarkan sejumlah serangan terhadap pasukan keamanan di Sinai. Korban juga jatuh di pihak militer. “Seorang tentara Mesir tewas, sedangkan dua lainnya terluka saat dihujani roket ke arah kantor polisi di Rafah, yang berlokasi di perbatasan Jalur Gaza antara Mesir dan Gaza,” demikian ungkap sumber militer. Granat roket juga ikut ditembakkan ke tentara pos pemeriksaan dekat Bandara Udara Internasional El Arish di Sinai. Namun, Juru Bicara militer menolak laporan koran milik negara, Al Ahram bahwa keadaan darurat ditetapkan di provinsi Suez serta Sinai Selatan. “Peningkatan kondisi tersebut sebagai respon terhadap serangan kelompok bersenjata Islamis terhadap bandara di El Arish, Sinai,” demikian laporan Al Ahram.

Kelompok Islam pendukung syariah berpendapat intervensi militer untuk menggulingkan secara sah presiden dianggap sebagai bentuk “perang melawan Islam”. “Intervensi militer menggulingkan presiden kami, penutupan saluran (televisi) Islam, dan membunuh demonstran adalah perang melawan Islam di Mesir,” kata kelompok ultrakonservatif Islam Mesir yang tak disebutkan namanya.

Kepala Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah Al Sisi menegaskan penggulingan Mohamed Moursi akibat ketidakmampuannya untuk mengakhiri krisis politik melalui ultimatum dengan batas tenggat waktu yang diberikan militer Mesir kepada Mohamed Moursi, pukul 17.00 waktu setempat, Rabu (3/7/2013). Ultimatum tersebut mengharuskan Presiden Moursi berhenti apabila Moursi tidak bisa menjalankan rencana yang diajukan demonstran yakni tuntutan agar Moursi turun dari jabatannya, atau Moursi akan dipaksa turun. Rencana itu juga mencakup pembentukan pemerintahan sementara untuk menggantikan Moursi, termasuk pemilihan ketua Mahkamah Konstitusi, dan penunjukan pemimpin angkatan darat yang baru serta digelar pemilihan presiden dan legislatif di bawah peraturan oleh konstitusi baru yang disusun melalui referendum. “Pemerintah yang didukung militer mengambil alih kekuasaan dan membekukan konstitusi. Mereka akan segera mengumumkan pengangkatan seorang perdana menteri untuk menjalankan negara selama periode transisi pada Sabtu (6/7/2013),” demikian dilaporkan koran setempat. (rtr/afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.001.802 Since: 05.03.13 | 9.005 sec