Olah Raga

Marion Bartoli Juara Wimbledon Tunggal Putri 2013

Sunday, 07 Juli 2013 | View : 1375

LONDON-SBN.

Marion Bartoli, petenis asal Prancis akhirnya sukses merengkuh gelar bersejarah perdananya di ajang bergengsi pentas grand slam dengan keluar sebagai Juara Wimbledon 2013 setelah dalam duel final berhasil mengkandaskan impian petenis Jerman yang juga mengejar gelar pertamanya di ajang grand slam, Sabine Lisicki yang berusia 23 tahun dengan dua set langsung 6-1 dan 6-4, di Centre Court, The All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Sabtu (6/7/2013).

Petenis yang kini berada di bawah asuhan mantan petenis nomor satu dunia asal Prancis yang juga mantan juara Wimbledon, Amelie Mauresmo tersebut hanya membutuhkan waktu satu jam 21 menit untuk menuntaskan perlawanan terhadap Sabine Lisicki yang memiliki ranking nomor 24 dunia tersebut. Marion Bartoli bahkan melakukan dua break point pada set pertama. Kemenangan petenis yang sudah mengantongi prize money US$ 8,513,782 tersebut makin mudah karena Sabine Lisicki mengantongi 25 unforced errors, sedangkan Marion Bartoli hanya 14.

Petenis yang memiliki ranking nomor 15 dunia tersebut berhasil mengukir cerita indah menjadi petenis Prancis pertama yang meraih titel gelar Grand Slam setelah Amelie Mauresmo meraih Juara Wimbledon pada tahun 2006. “Jujur, saya tak percaya ini. Sejak kecil saya selalu memimpikan momen ini sudah sangat lama,” tutur petenis yang berusia 28 tahun tersebut saat mengangkat trofi Venus Rosewater Dish di hadapan ribuan penonton. “Mengakhiri kemenangan dengan ace untuk menjadi juara, adalah mimpi terliarku yang tidak bisa saya bayangkan. Saya sangat bahagia bisa meraih trofi ini,” sambung Marion Bartoli.

Petenis Prancis yang lahir pada tanggal 2 Oktober 1984 tersebut berhasil mengobati rasa sakit hatinya ketika pada tahun 2007 silam gagal meraih gelar pertamanya karena takluk dari petenis asal Amerika Serikat, Venus Williams yang saat itu menduduki peringkat nomor wahid dunia di final Wimbledon. “Saya rindu berada di sini pada tahun 2007. Saya tahu bagaimana rasanya, dan saya yakin Sabine Lisicki akan berada di sini sekali lagi, tak perlu diragukan itu,” ujar Marion Bartoli. 

“Saya kewalahan dengan seluruh situasi, tapi kita harus memberi pujian untuk Marion Bartoli,” ungkap Sabine Lisicki dengan mata berkaca-kaca. “Marion Bartoli mampu menanganinya dengan sempurna. Marion Bartoli sudah berada di tour (WTA) sangat lama dan Marion Bartoli pantas dapat ini,” tambah Sabine Lisicki dengan tidak kuasa membendung air matanya. “Saya tetap mencintai turnamen ini. Saya hanya berharap mendapat kesempatan lagi,” tukas Sabine Lisicki.

Petenis kelahiran Le Puy-en-Velay, Prancis mencetak rekor baru dengan meraih gelar pertamanya di ajang Grand Slam setelah tampil berjuang di ajang ke-47 turnamen Grand Slam. Jumlah itu melebihi rekor mantan petenis dari Republik Czech, Jana Novotna, saat meraih Wimbledon 1998 dalam 45 penampilan. Berkat kemenangan itu, peringkat Marion Bartoli juga akan melonjak ke posisi ke-7 dari peringkat saat ini di posisi 15 sekaligus berhak membawa pulang prize money sebesar 1,6 juta poundsterling. Posisi ini sama dengan ranking Marion Bartoli pada awal Januari tahun 2013 lalu.

Faktor pelatih barunya punya andil yang sangat luar biasa, tak lain tak bukan adalah mantan petenis nomor satu dunia yang juga mantan juara Wimbledon, Amelie Mauresmo, memberikan sentuhan baru bagi permainan Marion Bartoli dan kini jauh lebih baik dibandingkan enam tahun lalu. Betapa tidak, berkutat di papan bawah pada Februari 2013 silam, dengan bantuan Amelie Mauresmo, penampilannya terus meningkat dan terdongkrak. Walaupun waktu resminya Amelie Mauresmo sebagai pelatih barunya sedikit menyimpan emosional karena petenis yang memulai karier profesionalnya sejak tahun 2000 ini harus memecat Walter Bartoli, yang tak lain ayah kandungnya sendiri, yang membimbingnya sejak kecil.

Sabine Lisicki gagal menjadi petenis pertama dari Jerman yang juara di Wimbledon setelah berhasil menjadi petenis pertama Jerman sejak 14 tahun terakhir yang mewakili Jerman di final Wimbledon sesudah mantan petenis nomor satu dunia asal Jerman, Stefanie Maria Graf alias Steffi Graf. Dengan kegagalan Sabine Lisicki menjadi petenis pertama dari Jerman meraih gelar Wimbledon 2013 yang berarti gagal pula mengakhiri kebuntuan wakil tim putri Jerman yang tak pernah menjadi juara di ajang gelar grand slam sejak sukses peraih 22 gelar grand slam, Steffi Graf  yang hanya kalah dari Margaret Court dari Australia yang mengoleksi 24 gelar grand slam sepanjang kariernya, sewaktu Steffi Graf menjuarai Prancis Terbuka pada tahun 1999 silam. (rtr/afp)

See Also

Bermula Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Hermansyah Pelatih Kiper Baru Madura United FC
Pelatihan Dayung, Babinsa Koramil 01/Kota Kodim 0721/Blora Instruktur Pelatih
Koramil 14/Todanan Besama Muspika Gelar Senam Bersama
Personel Koramil 13/Kunduran Melaksanakan Pembinaan Fisik
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.792.738 Since: 05.03.13 | 0.2486 sec