Hukum

Rudi Rubiandini Dan Deviardi Saling Serang

Wednesday, 19 Maret 2014 | View : 725

JAKARTA-SBN.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). saling serang dengan pelatih golfnya Deviardi. Padahal, keduanya telah berstatus terdakwa dalam kasus suap Kepala SKK Migas.

Hubungan dekat mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). dengan pelatih golf pribadinya Deviardi alias ‘Ardi’ kini telah retak. Padahal, dulunya Deviardi adalah salah satu orang kepercayaan Rudi Rubiandini.

Deviardi bahkan melakukan tugas melebihi kerjanya sebagai pelatih golf. Ia mengaku mengatur semua keluar masuknya uang yang diterima Rudi Rubiandini.

Tak hanya itu, Deviardi juga ditugaskan membayar semua tagihan kebutuhan Rudi Rubiandini. Termasuk mengurus biaya pernikahan anak Rudi Rubiandini, Rifa.

Deviardi pun diperbolehkan menikmati pundi-pundi uang yang ada di penyimpanan Rudi Rubiandini yang diduga diperoleh dari para peserta tender di SKK Migas.

Kini, kedekatan keduanya tak lagi terlihat ketika dikonfrontir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, pada Selasa (18/3/2014) malam. Rudi Rubiandini terkesan menyalahkan Deviardi sebagai orang yang memanfaatkan kepercayaannya untuk menarik uang dari para peserta tender.

Rudi Rubiandini mencecar Deviardi dengan banyak pertanyaan menunjukkan ketidakpercayaannya. Sang pelatih golf tak mau kalah. Deviardi juga menyalahkan Rudi Rubiandini, karena merasa ia yang ditugasi menerima semua uang yang diberikan.

Rudi Rubiandini menantang Deviardi untuk menyerahkan bukti jika dirinya menerima uang yang sejumlah pihak yang berkepentingan dengan SKK Migas seperti yang diungkapkan Deviardi.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). pernah menyebutkan bahwa uang pemberian dari pengusaha yang pernah dibantunya adalah halal. Pernyataan itu disampaikan pelatih golfnya Deviardi alias Ardi saat bersaksi untuk Rudi Rubiandini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Dalam kesaksiannya, Deviardi mengaku menerima pemberian pihak-pihak itu karena telah mendapat persetujuan dari Rudi Rubiandini. "Pernah Pak. Bapak bilang jangan pernah minta, tapi kata Bapak, kalau orang itu ngasih ya terima, jangan minta," kata Deviardi yang disambut gelak tawa pengunjung sidang ketika bersaksi untuk Rudi Rubiandini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Deviardi tak membantah pesan Rudi Rubiandini yang meminta agar tidak sembarangan menerima pemberian.

Atas pesan itu, pria yang akrab disapa Ardi ini pun mengklaim tidak pernah meminta apa pun kepada pihak yang berkepentingan dengan SKK Migas. Deviardi mengaku tidak pernah meminta uang kepada pihak yang berkepentingan di SKK Migas.

Namun, sebaliknya, di beberapa kesempatan, menurut Deviardi, atas perintah Rudi Rubiandini justru dirinya diminta untuk menemui dan menerima pemberian dari beberapa pengusaha dan menerima pemberian mereka.

Menurut Deviardi, dirinya menerima pemberian pihak-pihak itu karena telah mendapat persetujuan dari Rudi Rubiandini.

Mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, mengaku pernah mengingatkan Deviardi, pelatih golf dan orang kepercayaannya, untuk tidak meminta-minta kepada pihak yang memiliki kepentingan dengan SKK Migas. Rudi Rubiandini bahkan mengingatkan agar Deviardi menerima uang yang clean and clear.

Deviardi juga menyatakan bahwa Rudi yang mengajarnya bahwa dalam menerima uang harus clean and clear (halal). Suatu ketika, sambung Deviardi, dia pernah menanyakan perihal uang yang diberikan pengusaha. "Saya pernah tanya ke bapak (Rudi Rubiandini), ini uang apa pak? Bapak bilang ini uang halal karena kita pernah bantu mereka. Saya tahu istilah ‘clean and clear’ itu," kata Deviardi mengutip ucapan Rudi Rubiandini sebelumnya.

Mendapat pernyataan tersebut, Rudi Rubiandini pun berkelit mencari pembenaran. Mendengar pernyataan Deviardi tersebut, Rudi Rubiandini pun meradang.  Menanggapi pernyataan Deviardi, Rudi Rubiandini balik menantang dengan meminta Deviardi menyerahkan bukti kalau dirinya pernah mengimbau dan meminta Deviardi untuk menerima uang dari sejumlah pihak yang berkepentingan di SKK Migas. Dalam sidangnya Rudi Rubiandini membantah pernah menugasi Deviardi untuk meminta uang dari para pihak yang memiliki kepentingan dengan SKK Migas. Ia menanyakan bukti kapan dirinya pernah memerintahkan Ardi menerima uang dari sejumlah pemberian dari pihak yang berkepentingan dengan SKK Migas. "Kapan, apa buktinya, saya memerintahkan anda untuk itu (menerima)," tanya Rudi Rubiandini dengan nada cukup tinggi.

Deviardi pun balik menyerang Rudi Rubiandini dengan menyatakan kalau Rudi Rubiandini kerap mengamini sikap Deviardi yang menerima pemberian dari pihak-pihak yang dimaksud. "Tidak ada (bukti), tetapi kan bapak tidak menolak setiap kali saya melaporkan penerimaan itu," jawab Ardi ringan. Debat antara keduanya tidak terelakkan.

Rudi Rubiandini tetap yakin bahwa Deviardi memanfaatkannya. Sementara Deviardi masih pula dengan pendapatnya sebagai orang yang ditugasi mengurusi transaksi Rudi Rubiandini.

Sebelumnya, Deviardi mengaku bangga bisa menjadi pelatih golf dan orang dekat Rudi Rubiandini. Sebab, dia menganggap Rudi Rubiandini merupakan sosok yang berkompeten di bidangnya. Datang dari keluarga baik-baik, seorang profesor, mantan wakil menteri ESDM dan kepala SKK Migas. "Saya hormat dengan Pak Rudi. Saya loyal, jujur, saya ceritakan semua, karena beliau punya cita-cita untuk Indonesia ke depannya soal lifting migas," cetusnya.

Namun, di tengah reputasi selangit, Rudi Rubiandini justru terjerat kasus dugaan korupsi. Dalam kasus ini, mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) itu didakwa menerima uang dari bos Kernel Oil Pte. Ltd. (KOPL) Singapura, Widodo Ratanachaitong dan PT. Kernel Oil Private Limited (KOPL) Indonesia sebesar US$ 900.000 dan SIN$ 200.000.

Kemudian Rudi Rubiandini juga didakwa menerima uang sebesar US$ 522.500 dari Presiden Direktur PT. Parna Raya Group/PT. Kaltim Parna Industri (KPI) Artha Meris Simbolon.

Dugaan penerimaan-penerimaan lain berupa uang SIN$ 600.000 dari yang saat itu menjabat sebagai Wakil Kepala SKK Migas Johannes Widjonarko dan US$ 350.000 dari Deputi Pengendalian Bisnis SKK Migas, Gerhard Rumesser.

Serta uang sejumlah US$ 50.000 dari Kepala Divisi Penunjang Operasi SKK Migas Iwan Ratman. Dari uang Gerhard Rumesser, Rudi Rubiandini memberikan uang US$ 150.000 kepada Sekretaris Jenderal Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Waryono Karno. Semua uang itu kebanyakan dititipkan melalui Deviardi. (tem/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.996.457 Since: 05.03.13 | 0.1654 sec