Internasional

Polisi Malaysia Selidiki Keterlibatan Awak MH 370

Sunday, 16 Maret 2014 | View : 97

KUALA LUMPUR-SBN.

Teka-teki keberadaan pesawat maskapai Malaysia Airlines Boeing 777-200ER dengan nomor penerbangan MH 370 belum terungkap. Pencarian dan penyelidikan masih dilakukan.

Pemerintah Malaysia terus menyelidiki kemungkinan keterlibatan awak dan penumpang MH 370 dalam peristiwa hilangnya pesawat tersebut. Apalagi kini kemungkinan pesawat dibajak kembali mengemuka. Jika benar pembajakan, pelakunya pun diduga orang yang lihai dan piawai dengan pengoperasian pesawat Boeng 777-200ER ini.

Dugaan pembajakan terhadap pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER dengan nomor penerbangan MH 370 bergulir sejak diketahui sistem komunikasi dimatikan dari dalam pesawat. Juga karena pesawat diduga kuat masih terbang sekitar 6 jam sejak dinyatakan hilang kontak pada Sabtu (8/3/2014) sekitar pukul 02.00 dini hari. Komunikasi satelit terakhir dengan pesawat Boeing 777-200ER itu tercatat pada Sabtu (8/3/2014) pukul 08.11 pagi waktu setempat, setelah Malaysia Airlines menghilang dari radar sipil pada pukul 01.30 dini hari waktu setempat.

Tentu saja salah satu yang didalami adalah awak pesawat yang memiliki akses langsung ke kokpit. Para penyelidik kembali memfokuskan penyelidikan pada penumpang dan awak pesawat Malaysia Airlines MH 370 setelah sejumlah data menunjukkan bahwa pesawat tersebut dibelokkan secara sengaja. "Secara konsisten, itu dilakukan secara sengaja oleh seseorang di pesawat," kata Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Langkah polisi Malaysia itu menyusul fakta yang terungkap Sabtu (15/3/2014) bahwa sistem komunikasi pesawat itu telah dimatikan secara manual sebelum pesawat jet itu belok ke arah barat dan terbang selama berjam-jam. “Pihak berwenang Malaysia kembali memfokuskan penyelidikan pada penumpang dan awak pesawat. Bukti-bukti yang ada menunjukkan ada tindakan disengaja dari dalam pesawat," kata Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (15/3/2013).

Terkait dengan hal tersebut, kepolisian Malaysia menggeledah rumah dua pilot pesawat Malaysia Airlines yang menghilang delapan hari lalu. Pemerintah Malaysia, Minggu (16/3/2014) menyatakan polisi telah menggeledah rumah para pilot pesawat Malaysia Airlines MH 370 yang hilang sejak sepekan terakhir.

Pada Sabtu (15/3/2014), polisi Malaysia menggeledah rumah pilot Kapten Zaharie Ahmad Shah di Shah Alam. Polisi Malaysia mulai memeriksa kediaman pilot Malaysia Airlines MH 370, Zaharie Ahmad Shah (53).

Tiga polisi nampak masuk ke rumah tersebut pada pukul 14.40 dan keluar pada pukul 16.45 waktu setempat. Tidak jelas apakah mereka mengambil sesuatu dari rumah pilot tersebut, namun seorang sumber kepolisian yang dikutip New Strait Times menyebutkan bahwa polisi membawa dua laptop, yang salah satunya berisi data simulator yang ada di rumah pilot Zaharie Ahmad Shah.

Beberapa jam kemudian, polisi yang sama juga memeriksa rumah co-pilot Fariq Abdul Hamid di Malaysia. Polisi mendatangi rumah co-pilot Fariq Abdul Hamid, dan berada di dalamnya selama sekitar sejam. Tidak ada informasi apakah polisi mengambil barang-barang tertentu dari rumah Fariq Abdul Hamid.

Dilaporkan, kepolisian Malaysia juga memeriksa data kondisi psikologi, menyelidiki kehidupan keluarga, serta koneksi pilot Zaharie Ahmad Shah, 53 tahun dan co-pilot Fariq Abdul Hamid, 27 tahun.

Selama ini keduanya dikenal sebagai warga yang terhormat di lingkungan sosial masing-masing.

Pilot Zaharie Ahmad Shah diketahui bergabung dengan Malaysia Airlines lebih dari 30 tahun lalu dan dianggap sebagai polit yang sangat berpengalaman. Pilot Zaharie Ahmad Shah bergabung dengan Malaysia Airlines pada 1981 dan sudah memiliki 18.000 jam terbang. Sementara itu, co-pilot Fariq Abdul Hamid, yang baru lulus untuk mengemudikan Boeing 777 disebut-sebut berencana menikah setelah berhasil menerbangkan Boeing 777.

Namun, nama Fariq Abdul Hamid menyita perhatian setelah tindakannya mengundang dua wanita asing di kokpit bersama pilot lain pada penerbangan dari Phuket, Thailand ke Kuala Lumpur, Malaysia pada 2011 lalu.

Rekam jejak Fariq Abdul Hamid dipertanyakan setelah seorang wanita mengatakan dia telah membiarkan dirinya dan temannya masuk di kokpit pada penerbangan sebelumnya.

Pemeriksaan ini dilakukan setelah otoritas mengatakan bahwa sistem komunikasi pesawat sengaja dimatikan dalam penerbangan itu.

Pesawat dengan rute Kuala Lumpur-Beijing ini kemudian dipercaya berbelok arah.

Penggeledahan rumah dua pilot ini dilakukan pada Sabtu (15/3/2014), demikian menurut polisi senior yang dekat dengan penyidikan tersebut kepada Reuters.

"Kami memperhitungkan semua motif saat ini," katanya. Otoritas hingga kini belum merilis detail apapun terkait investigasi ini.

Seperti diberitakan Sebelumnya, PM. Malaysia Najib Razak menyebutkan, pesawat tetap terbang pada periode tertentu dan berubah arah dengan melewati kembali atas Semenanjung Malaysia menuju Samudera Hindia. "Secara konsisten, hal itu dilakukan secara sengaja oleh seseorang di pesawat," kata PM Malaysia Najib Razak dalam konferensi persnya, Sabtu (15/3/2014).

“Menurut bukti satelit, Boeing 777-200ER bisa terus terbang selama tujuh jam setelah kontak radar terakhirnya,” lanjut Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Dia menambahkan bahwa pesawat kini bisa ada di mana saja dari Kazakhstan ke Samudera Hindia.

Namun demikian, dia tidak menyebutkan secara pasti bahwa itu merupakan tindakan pembajakan. PM. Malaysia Najib Razak enggan menyatakan dengan tegas bahwa ini merupakan aksi pembajakan. Najib Razak hanya mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki "segala kemungkinan".

Dalam konferensi pers, Perdana Menteri Najib Razak menolak menggunakan kata pembajakan, namun dia mengatakan data terbaru menunjukkan adanya ‘tindakan sengaja’ oleh seseorang di kokpit yang memunculkan pertanyaan lebih membingungkan dan sangat mengganggu mengenai nasib pesawat itu.

Penyidik Malaysia masih menunggu respon dari beberapa negara soal permintaan pemeriksaan latar belakang penumpang Malaysia Airlines (MAS) MH 370. Malaysia kini mengintensifkan penyelidikan atas dugaan pengalihan pesawat secara disengaja.

Tan Sri Khalid Abu Bakar mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu respon atas permintaan pengusutan terhadap penumpang pesawat MH 370. "Sampai saat ini kami belum menerima respon mengenai informasi penumpang. Beberapa negara sudah merespon, seperti China dan India," beber Kepala Polisi Malaysia, Tan Sri Khalid Abu Bakar. "Masih ada beberapa negara belum menanggapi permintaan kami," tutur Tan Sri Khalid Abu Bakar, Kepala Polisi Malaysia dalam konferensi pers, Minggu (16/3/2014), seperti dikutip dari Reuters.

Polisi juga menyelidiki data seluruh penumpang, termasuk staf darat yang menangani pesawat tersebut di Bandara Internasional Kuala Lumpur dan menyelidiki pilot dan co-pilot MAS MH 370.

Polisi juga memeriksa sebuah simulator penerbangan di rumah pilot setelah muncul dugaan bahwa penerbangan MH 370 itu sengaja dialihkan sehingga mendorong penyelidikan kriminal skala penuh. “Polisi Malaysia juga memeriksa simulator penerbangan yang disita dari rumah pilot MH 370, Kapten Zaharie Ahmad Shah,” ungkap Tan Sri Khalid Abu Bakar, Kepala Polisi Negara Malaysia dalam jumpa pers di Sama-Sama Hotel, Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Jalan Cta 4b, 64000 Sepang, Selangor, Malaysia, Minggu (16/3/2014).

Kementerian Transportasi Malaysia menyatakan polisi telah menggeledah rumah pilot dan memeriksa simulator penerbangan di rumah milik kapten pesawat tersebut. Namun, Kementerian Transportasi Malaysia mengingatkan publik agar tidak tergesa-gesa membuat kesimpulan. Sesuai prosedur normal, polisi telah menyelidiki 239 penumpang dan awak pesawat, dan juga teknisi pesawat yang kemungkinan menjalin kontak dengan pesawat sebelum lepas landas. "Penyelidikan kami masih fokus pada empat isu, yaitu pembajakan, sabotase, masalah personal dan psikologi kru dan penumpang. Penyelidikan juga dilakukan terhadap staf darat yang menangani pesawat itu," paparnya.

Ketika operasi multinasional mulai mencari pesawat Boeing 777-200ER yang lenyap di kawasan daratan dan lautan, penyidik kriminal mencari petunjuk lain keberadaan pesawat Malaysia Airlines tersebut.

Pendapat pakar yang menyatakan bahwa melumpuhkan sistem komunikasi pesawat memerlukan pengetahuan khusus mendorong penyelidikan terhadap Kapten Zaharie Ahmad Shah dan co-pilot Fariq Abdul Hamid semakin intensif.

Teman-teman dan rekan-rekan dari kedua pilot itu telah menyatakan kedua pilot tersebut memiliki kelakuan yang baik, tetapi keraguan meningkat setelah penemuan simulator yang dipasang di rumah Zaharie Ahmad Shah, meskipun komentator penerbangan mengatakan hal tersebut wajar.

Kepolisian Malaysia masih menganalisa simulator yang ada di rumah pilot pesawat Malaysian Airlines MH 370 setelah pada Sabtu (15/3/2014) menggeledah rumah pilot dan co-pilot dalam upaya mencari petunjuk hilangnya pesawat tersebut.

Hal serupa juga diungkapkan Pejabat Menteri Pertahanan dan Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Hussein. ”Pihak berwenang Malaysia memusatkan penyelidikan mereka pada semua kru dan penumpang MH370, serta semua staf ground handling pesawat,” katanya.

“Kemarin, petugas dari Kepolisian Kerajaan Malaysia mengunjungi rumah pilot. Mereka berbicara kepada anggota keluarga pilot dan para ahli sedang meneliti simulator penerbangan pilot. Polisi juga mengunjungi rumah dari co pilot,” imbuh Hishammudin Hussein.

Alternatif kemungkinan bahwa kokpit diambil alih atau pilot dipaksa telah membuka kotak pandora kemungkinan siapa yang terlibat dan apa motifnya. Dua penumpang yang naik pesawat dengan paspor Uni Eropa curian telah diidentifikasi sebagai warga Iran oleh Interpol, yang mengatakan mereka berdua kemungkinan besar imigran ilegal ke Jerman namun bukan profil teroris. Penyelidikan terhadap para penumpang dan awak pesawat itu sebelumnya dilakukan ketika terungkap dua penumpang MH 370 menggunakan paspor curian.

Menurutnya, Malaysia telah bekerja sama dengan lembaga penegak hukum internasional sejak hari pertama hilangnya pesawat MAS MH 370, yang terbang dari Kuala Lumpur dengan tujuan Beijing, China.

Pesawat MAS MH 370 yang membawa 227 penumpang dan 12 kru hilang kontak sejak Sabtu (8/3/2014) dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan pesawat tersebut, dan upaya pencarian sudah melibatkan 25 negara.

Ruang lingkup spekulasi pada kasus ini sama luasnya dengan wilayah pencarian terbaru yang membentang dari Kazakhstan hingga Samudera Hindia selatan. India menunda pencarian di sekitar Kepulauan Andaman, Kepulauan Nikobar, dan di Teluk Benggala sambil menunggu instruksi baru dari Malaysia. (reuters/bbc/afp)

Lainnya

Arsip :20142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 861.589 Since: 05.03.13 | 0.1308 sec