Internasional

Perlawanan Puluhan Ribu Pendukung Presiden Terguling

Saturday, 06 Juli 2013 | View : 890

KAIRO-SBN. 

Pascapenggulingan pada Rabu (3/7/2013) oleh kudeta militer terhadap mantan Presiden Mesir, Mohamed Moursi, situasi Mesir masih tidak kondusif bahkan semakin rawan. Puluhan ribu pendukung Mohamed Moursi turun ke jalan di Kairo untuk melakukan perlawanan usai salat Jumat (5/7/2013). Pendukung Persaudaraan Muslim tersebut berunjuk rasa memprotes kudeta militer terhadap presiden Islamis, Mohamed Moursi, di Nasr City, Kairo, Jumat (5/7/2013). Para pendukung Moursi berkumpul memenuhi panggilan Ikhwanul Muslimin yang menyerukan untuk demonstrasi menentang kudeta.

Para pendukung Moursi memenuhi jalan-jalan utama yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Para pendukung Moursi ini juga melakukan long march dan berkumpul di markas Garda Republik dan barak militer tempat Moursi ditahan. Pasukan keamanan memagari barak Garda Republik tapi masih belum jelas pihak mana yang mengeluarkan tembakan.

Situs berita AFP mewartakan aksi dukungan terhadap Moursi itu berakhir ricuh ketika kepolisian menembakkan senjata ke puluhan ribu orang yang berkerumun. Bentrokan pun tak terhindarkan. Laporan sementara menyebutkan tiga orang tewas dalam insiden tersebut. Sejumlah pendukung Moursi dikabarkan mengalami luka tembak dan tersungkur oleh tembakan.

Tatkala bentrokan aparat dengan para pendukung Moursi pecah, kondisi di pusat Kota Kairo semakin tak menentu. Puluhan ribu orang itu malah semakin beringas dan meneriakkan kata-kata “pengkhianat” serta “Moursi adalah presiden kita”. “Insya Allah, Moursi kembali berkuasa. Biar Allah yang menyudahi pertikaian kita dengan militer,” seru khatib salat Jumat di masjid Rabaa Al Adawiya. 

Lebih dari 100 orang dilaporkan terluka dalam aksi yang berlangsung sejak Kamis (4/7/2013) malam itu. Selain itu, dua orang yang diyakini merupakan anak-anak ikut terbunuh dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi kemarin.

Pada saat ribuan pendukung Moursi bergerak menuju Universitas Kairo, kubu penentang Moursi meminta masyarakat Mesir untuk berkumpul di alun-alun untuk melindungi revolusi 30 Juni 2013. 

Sesaat sebelum unjuk rasa pendukung Moursi berlangsung, 12 jet militer terbang rendah di Kairo. Sehari sebelumnya, jet tempur militer berparade di udara dan asapnya membentuk simbol hati.

Mohamed Moursi merupakan presiden Mesir yang didukung oleh gerakan Ikhwanul Muslimin. Moursi dikudeta pada Rabu (3/7/2013) oleh militer Mesir akibat desakan unjuk rasa oposisi yang digelar sejak Minggu (30/6/2013). Moursi yang tak terlihat di depan umum sejak dikudeta, meminta kepada para pendukungnya untuk melindungi legitimasi kekuasaannya.

Aksi protes gerakan Aliansi Nasional Mendukung Legitimasi yang dibentuk oleh kubu Persaudaraan Muslim dinamai “Jumat Penolakan”. Puluhan ribu orang mengerumuni masjid di Rabaa Al Adawiya, tempat para pendukung Moursi berkumpul selama sepekan terakhir. Aksi para pendukung Moursi ini tetap menimbulkan kekhawatiran, pertumpahan darah kembali pecah. “Penguasa militer turun! Kami menyerukan jihad di seluruh negeri,” seru para pemrotes.

“Moursi pada awalnya berada dalam tahanan rumah di Kantor Pusat Garda Republik di Kairo. Namun, kemudian dia dipindahkan ke Departemen Pertahanan,” ungkap Juru bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad El-Haddad. Hingga kini, militer belum mengomentari keberadaan Moursi.

Pasukan keamanan juga dalam kondisi siaga di Semenanjung Sinai. “Kerusuhan juga terjadi di Kota Zagazig,” demikian informasi dari petugas keamanan. Dini hari sebelumnya (4/7/2013), kelompok bersenjata Islamis melancarkan sejumlah serangan terhadap pasukan keamanan di Sinai. Korban juga jatuh di pihak militer. “Seorang tentara Mesir tewas, sedangkan dua lainnya terluka saat dihujani roket ke arah kantor polisi di Rafah, yang berlokasi di perbatasan Jalur Gaza antara Mesir dan Gaza,” demikian ungkap sumber militer. Granat roket juga ikut ditembakkan ke tentara pos pemeriksaan dekat Bandara Udara Internasional El Arish di Sinai. Namun, Juru Bicara militer menolak laporan koran milik negara, Al Ahram bahwa keadaan darurat ditetapkan di provinsi Suez serta Sinai Selatan. “Peningkatan kondisi tersebut sebagai respon terhadap serangan kelompok bersenjata Islamis terhadap bandara di El Arish, Sinai,” demikian laporan Al Ahram.

“Pihaknya tetap beroperasi normal dan tidak ada gangguan terhadap trafik kargo,” demikian kata otoritas Terusan Suez. “Sebanyak 48 kapal bisa melewati terusan tersebut pada Jumat (5/7/2013),” ujar Mohab Mameesh selaku kepala otoritas Terusan Suez.

Sebelum aksi solidaritas para pendukung Moursi dilakukan, militer Mesir sudah memperingatkan bahwa unjuk rasa damai diperbolehkan asal tidak anarkistis. “Pihak militer mendukung aksi damai,” kata militer. Militer mengingatkan setiap aksi kekerasan dan yang melanggar ketertiban umum, seperti memblokir jalan. Terhadap situasi itu, presiden Mesir interim, Adly Mansour mengimbau seluruh rakyat Mesir agar tetap bersatu. “Yang bisa saya katakan kepada rakyat Mesir adalah untuk menjadi satu raga. Perpecahan sudah cukup,” tutur pelaksana tugas kepresidenan, Adly Mansour dalam wawancara dengan TV Inggris, Channel 4. “Persaudaraan Muslim adalah bagian dari masyarakat Mesir. Mereka bagian dari partai-partai. Mereka tetap diundang untuk menyatukan bangsa ini,” ucap Adly Mansour.

Pemimpin kubu oposisi Mohamed ElBaradei membela intervensi oleh militer terhadap konflik di negeri piramid tersebut. “Kami meminta militer turun tangan lantaran negara terancam perang saudara. Kami berada di ujung tanduk dan rakyat harus memahami itu,” tutur Mohamed ElBaradei kepada BBC.

Penahanan tidak hanya berlaku untuk Mohamed Moursi, juga mantan penasihat dan ketua kelompok Ikhwanul Muslimin, Mohamed Mahdi Akef, dan pengawalnya ikut ditahan oleh polisi militer pada Kamis (4/7/2013) kemarin di Kairo atas kepemilikan empat senjata. Muhammad Badie yang kini menduduki jabatan sebagai pemimpin kelompok itu ikut ditahan karena dituding menghasut orang lain dan memicu terbunuhnya para pemrotes. Kejaksaan Agung Mesir membuka investigasi atas Mohamed Moursi dan pemimpin puncak Ikhwanul Muslimin. “Kini polisi masih memburu 300 anggota kelompok Ikhwanul Muslimin lainnya,” demikian laporan Al-Ahram.

Kepala Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah Al Sisi menegaskan penggulingan Mohamed Moursi akibat ketidakmampuannya untuk mengakhiri krisis politik melalui ultimatum dengan batas tenggat waktu yang diberikan militer Mesir kepada Mohamed Moursi, pukul 17.00 waktu setempat, Rabu (3/7/2013). Ultimatum tersebut mengharuskan Presiden Moursi berhenti apabila Moursi tidak bisa menjalankan rencana yang diajukan demonstran yakni tuntutan agar Moursi turun dari jabatannya, atau Moursi akan dipaksa turun. Rencana itu juga mencakup pembentukan pemerintahan sementara untuk menggantikan Moursi, termasuk pemilihan ketua Mahkamah Konstitusi, dan penunjukan pemimpin angkatan darat yang baru serta digelar pemilihan presiden dan legislatif di bawah peraturan oleh konstitusi baru yang disusun melalui referendum. (rtr/afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.001.761 Since: 05.03.13 | 0.2247 sec