Internasional

Pencarian Pesawat Malaysia Airlines Hingga Ke Samudera Hindia

Saturday, 15 Maret 2014 | View : 257

KUALA LUMPUR-SBN.

Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH 370 dinyatakan hilang pada hari Sabtu (8/3/2014) dini hari pukul 01.40, namun hingga Sabtu (15/3/2014) pesawat yang membawa tujuh WNI itu belum diketahui nasibnya. Genap sepekan pesawat tujuan Beijing, China itu belum ditemukan.

Selama sepekan hilang, tak sedikit spekulasi yang bergulir terkait hilangnya pesawat Boeing 777-200 itu. Mulai dari dibajak teroris, terjebak di alam gaib hingga pesawat jatuh di laut dan tenggelam. Namun bukti-bukti yang terungkap tak mendekati kemungkinan tersebut.

Pencarian kini melibatkan 57 kapal dan 48 pesawat dari 13 negara. Sudah belasan negara yang ikut membantu pihak Malaysia mencari pesawat yang membawa 227 penumpang dan 12 awak, termasuk Indonesia. Mereka membawa peralatan canggih untuk membantu mencari di laut dan dipantau melalui udara, tetapi hasilnya masih belum menggembirakan. Tak hanya mencari dengan peralatan canggih, pencarian juga dilakukan dengan cara supernatural alias dukun oleh Raja Dukun Malaysia, Ibrahim Mat Zin.

Pemerintah Malaysia menekankan tantangan pencarian sangat luar biasa. Parameter pencarian makin luas setiap harinya dan fokus berubah total dari timur ke bagian barat semenanjung Malaysia. "Hampir sampai pada titik di mana tiap harinya makin membingungkan. Ini betul-betul bukan investigasi biasa," jelas Anthony Brickhouse, anggota International Society of Air Safety Investigators.

Pencarian sempat terfokus ketika citra satelit China menemukan benda asing berupa lempengan di Kota Ho Chi Minh. Namun Kepala Administrasi Penerbangan Sipil China Li Jiaxiang menegaskan tiga serpihan yang terlihat itu bukan dari pesawat Malaysia Airlines MH 370 yang hilang. "Benar satelit telah mendeteksi gambar diduga lempengan metal sekitar 37 kilometer sebelah tenggara Kota Ho Chi Minh. Tapi setelah kami evaluasi, kami tidak yakin benda itu berasal dari pesawat Malaysia Airlines MH370," kata dia dalam pertemuan di parlemen, seperti dilansir stasiun televisi ABC News, Kamis (13/3/2014).

Segenap elemen pemerintah mulai dari militer, imigrasi sampai petugas penerbangan nasional bersinergi untuk menemukan di mana pesawat Malaysia Airlines bernomor MH 370 berada.

Petunjuk demi petunjuk disusuri lebih dalam. Termasuk salah satu pesan misterius terakhir yang berbunyi "All right, good night." Terakhir terungkap ada pesan berbunyi, "All right, good night" dari pesawat MH370 yang dikirim ke pusat masih menjadi misteri. "Pesan ini dikirim dari pesawat tersebut sesaat sebelum MH 370 benar-benar hilang kontak," terang petugas penerbangan Malaysia Zulazri Mohd Ahnuar seperti dikutip cnn.com, Jumat (14/3/2014).

Seharusnya pesan tersebut disampaikan oleh pilot atau co-pilot, sebab hanya mereka yang berada di kokpit dan bisa melakukan komunikasi.

Selain petunjuk ini, sebelumnya sebuah satelit telah mengidentifikasi sinyal dari pulsa elektronik milik pesawat Malaysia Airlines MH 370. Namun sinyal yang sempat mengeluarkan sinyal 'ping' itu tak tetap tak memberikan informasi tentang di mana letak pesawat itu sekarang berada.

Seperti dilansir dari thestar.com, Jumat (14/3/2014), sinyal panggilan ping dari pesawat ke satelit itu awalnya memberi harapan untuk dibukanya sistem komunikasi. Tetapi ternyata sistem itu mengirimkan panggilan ping tersebut hanya sekitar sekali sejam selama berkali-kali lalu menghilang lagi. "Lima atau enam kali terdengar. Namun, ping saja tidak cukup menjadi bukti bahwa pesawat itu ada di udara atau di darat," kata beberapa sumber yang enggan disebutkan namanya.

Malaysia secara dramatis memperluas areal pencarian Malaysia Airlines penerbangan MH 370, yang sebelumnya juga sudah sangat jauh dari titik hilang kontak pada Sabtu (8/3/2014) dini hari. Hal ini makin menambah misteri yang meliputi pesawat yang membawa 227 penumpang dan 12 kru itu. “Pesawat masih hilang dan areal pencarian diperluas. Bersama mitra-mitra internasional, kami terus mencari hingga ke bagian timur Laut China Selatan dan hingga ke Samudera Hindia,” ujar Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein, dalam konferensi pers harian di Kuala Lumpur, Jumat (14/3/2014).

Namun, ia mengakui, hingga satu pekan belum juga bisa memecahkan misteri hilangnya pesawat Boeing 777-200 itu. Pesawat itu hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing, Tiongkok.

Pencarian hingga ke Samudera Hindia juga menunjukkan tantangan yang sangat menakutkan. Samudera Hindia itu yang terbesar ketiga di dunia dan rata-rata kedalamannya hampir 3.900 meter.

Pencarian hingga ke Samudera Hindia itu menarik perhatian tapi juga membuat pencarian MH 370 mengarah ke sana ke mari. Hal ini juga memperdalam salah satu misteri dalam sejarah penerbangan modern.

Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan sebuah satelit terus mendeteksi sistem komunikasi MH 370 berjam-jam setelah hilang dari pantauan radar. Hal ini yang memicu spekulasi pesawat itu berbelok ke arah barat dan menuju Samudera Hindia. "Kalau investigasi normal, waktunya semakin tipis, karena informasi baru terus mengarahkan pencarian. Tapi, ini bukan investigasi normal. Ketidakberhasilan sejauh ini membuat kami terus mencari dan mencari sampai jauh," tutur Hishammuddin Hussein.

Hishammuddin Hussein juga tidak mau ‘terjebak’ ke dalam laporan-laporan media Amerika Serikat (AS) bahwa MH 370 mungkin terbang hingga empat lima jam setelah hilang kontak dari radar sipil. Upaya pencarian yang sudah diibaratkan mencari jarum dalam tumpukan jerami itu diperluas lagi setelah Gedung Putih mengutip informasi baru tersebut.

Media-media AS, mengutip pernyataan beberapa pejabat, menyatakan sistem komunikasi di Boeing 777-200 MH370 terus mem-ping atau ‘menyentil’ satelit hingga beberapa jam setelah hilang dari radar.

Dalam pernyataannya, Gedung Putih, Kamis (13/3/2014), menyatakan, pencarian MH 370 Malaysia Airlines yang dinyatakan hilang pada Sabtu lalu (8/3), diperluas hingga ke Samudera Hindia. “Berdasarkan beberapa informasi baru tapi bukan merupakan kesimpulan, bisa saya katakan areal pencarian harus diperluas ke Samudera Hindia,” ujar Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney.

Di sana Amerika Serikat memiliki Armada VI Samudera Hindia. Pihak Angkatan Laut (AL) AS menyatakan kapal USS Kidd sudah melintasi Selat Malaka dalam perjalanan ke Samudera Hindia. Kapal perusak yang dilengkapi rudal itu awalnya ditempatkan di Teluk Thailand. Teluk dan Selat tersebut dipisahkan oleh daratan Malaysia.

Beberapa negara yang memiliki batas langsung perairan dengan Samudera Hindia timur adalah Indonesia, India, Thailand, Pakistan, Bangladesh, Myanmar, dan Australia di belahan selatan Bumi.

"Ini seperti berpindah dari papan catur ke lapangan sepakbola. Tapi, pencarian tetap atas koordinasi dengan pihak berwenang Malaysia. AL AS tidak melakukan ini secara sambilan," ujar Komandan Armada ke-7 AL AS, William Marks.

Pejabat Pers Gedung Putih, Jay Carney, kepada wartawan dalam satu taklimat, menyatakan, Amerika Serikat dan masyarakat internasional mengikuti semua petunjuk yang mungkin untuk menemukan pesawat yang hilang itu.

"Dan setahu saya, satu potong atau kumpulan informasi yang mungkin potongan informasi telah mengarah kepada kemungkinan bahwa satu era baru daerah pencarian mungkin dibuka di Samudra Hindia," katanya. Ia menambahkan, "Tapi saya tak memiliki perincian lain mengenai itu."

Daerah yang berpotensi sebagai lokasi baru pencarian muncul saat penyelidik terus mencari MH 370 Malaysia Airlines yang membawa 239 jiwa di dalamnya, kebanyakan warga negara China, dan telah kehilangan kontak sejak Sabtu (8/3/2014). "Para pejabat Badan Keselamatan Transportasi Federal Amerika Serikat berada di Kuala Lumpur, dan bekerjasama secara erat dengan pemerintah Malaysia mengenai pencarian tersebut, " ungkap Jay Carney.

MH 370 memakai Boeing B-777-200ER buatan Amerika Serikat, yang telah menjalani lebih dari 50.000 jam terbang.

"Ada sejumlah skenario yang sedang diteliti mengenai apa yang terjadi pada pesawat itu, dan, sayangnya, kami saat ini tidak pada posisi untuk membuat kesimpulan mengenai apa yang terjadi," imbuhnya.

Beberapa pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada ABC News, Amerika Serikat percaya penutupan dua sistem komunikasi di pesawat MH 370 Malaysia Airlines itu terjadi secara terpisah.

Sistem pelaporan data Boeing B-777-200ER itu, sambung mereka, ditutup ditutup pada pukul 01.07 waktu setempat. Transponder yang mengirim lokasi dan ketinggian pesawat ditutup pada pukul 01.21 waktu setempat.

ABC News melaporkan, tim penyelidik AS percaya sistem pelaporan data dan transponder pesawat itu mati secara terpisah. Dua perangkat itu melaporkan posisi pesawat di udara ke radar di darat.

Selang waktu matinya dua perangkat itu disebutkan selama 14 menit. Hal ini mengindikasikan karena sengaja dimatikan atau tetap menyala selama selang waktu tersebut akibat insiden di udara yang luar biasa. “Itu menunjukkan, itu mungkin adalah tindakan sengaja," kata konsultan penerbangan ABC News, John Nance.

Para penyelidik Amerika Serikat mengatakan, kedua moda komunikasi itu dimatikan secara sistematis, tanpa merinci sistematika yang mereka maksud.

Itu berarti tim Amerika Serikat yakin ada campur tangan manusia, kata satu sumber, yang berarti tampaknya itu bukan kecelakaan atau kerusakan berujung bencana yang "mengeluarkan" pesawat itu dari angkasa.

Ditambah data radar sebelumnya, yang membuat Malaysia menduga pesawat itu berbalik arah tiba-tiba, jeda waktu matinya dua perangkat itu memicu dugaan terjadi pengambilalihan di kokpit. (abc/cnn/ant/thestar.com)

See Also

Kapolri Meluruskan Pengakuannya Soal Misteri Pesawat MH370 Gemparkan Dunia
Pasukan Kurdi Irak Rebut Wilayah Strategis Dari ISIS
Wall Street Journal Dan Australia Plus Tulis Kasus Florence Sihombing
Australia Siapkan Visa Kemanusiaan Untuk Warga Yazidi
Menlu Korea Utara Kunjungi Jokowi
Menlu Korea Utara Temui Presiden SBY
Yingluck Shinawatra Kembali Ke Thailand
Israel Umumkan Penarikan Mundur Semua Militernya Dari Jalur Gaza
BNPT Berkoordinasi Dengan Mesir Pantau ISIS
Muslim Gaza Salat Idul Fitri Di Gereja
Warga Muslim Gaza Palestina Salat Di Gereja
Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi
Mesir Tangkap Tersangka Perampok Mahasiswi Indonesia
Pemimpin Dunia Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Jokowi Menjadi Presiden RI
Militan Pro-Rusia Akui Tembak Jatuh MH17
Malaysia Airlines MH17 Ditembak Jatuh, 295 Penumpang Diduga Tewas
Identifikasi Korban, Adik Vina Panduwinata Berangkat Ke Ukraina
Dua Keponakan Vina Panduwinata Jadi Korban MH17
Ini Daftar Penumpang MAS MH-17 Yang Jatuh Di Ukraina
Rudal Terbaru Hamas Hantam Tel Aviv
Pasukan Garuda Temukan Alat Mata-mata Di Batas Israel-Lebanon
Wali Kota Rotterdam Pengagum Jokowi
Raja Juan Carlos Digantikan Felipe De Borbon
PM Spanyol Resmi Umumkan Juan Carlos Mundur
Raja Spanyol Turun Takhta
jQuery Slider
Arsip :20142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 1.017.262 Since: 05.03.13 | 1.4427 sec