Hukum

Polisi Kembali Periksa Eddies Adelia Hari Ini

Tuesday, 11 Maret 2014 | View : 1690

JAKARTA-SBN.

Artis yang juga presenter Ronia Ismawati Nur Azizah atau lebih dikenal Eddies Adelia kembali menjalani pemeriksaan ketiga sejak panggilan kedua yang dilayangkan pihak kepolisian. Penyidik akan meminta keterangan lebih jauh. Setelah lebih dari tujuh jam diperiksa Senin (10/3/2014) kemarin, Eddies Adelia akan kembali melanjutkan pemeriksaan maratonnya pada hari ini, Selasa (11/3/2014).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto menjelaskan pemeriksaan terhadap artis Eddies Adelia dihentikan setelah pihak penyidik memberikan 17 pertanyaan. "Pemeriksaan hari ini terhadap Eddies Adelia pukul 19.40 WIB dihentikan setelah 17 pertanyaan yang diajukan penyidik," kata Kombes Pol. Rikwanto saat dihubungi melalui telepon, Senin (10/3/2014).

Karena kondisi kesehatan Eddies Adelia yang kurang sehat, maka pihak penyidik memutuskan akan kembali memeriksa Eddies Adelia kembali pada Selasa (11/3/2014).

Pemeriksaan sendiri dijadwalkan akan dimulai pukul 09.00 WIB pagi ini. "Yang bersangkutan lelah dan tidak enak badan. Besok (hari ini) pukul 09.00 WIB akan dilanjutkan lagi," tutupnya.

Kepada pihak kepolisian, artis yang juga presenter Ronia Ismawati Nur Azizah atau lebih dikenal Eddies Adelia tidak bisa menjelaskan ke mana saja aliran dana yang telah diterima dari suaminya Ferry Ludwankara alias Ferry Setiawan (35).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rikwanto, menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki aliran dana yang dikeluarkan Eddies Adelia dari pemberian suaminya, Ferry Ludwankara alias Ferry Setiawan (35). Karena uang yang digunakan Eddies Adelia diduga merupakan uang hasil kejahatan. "Banyak kepentingan-kepentingan yang bersangkutan, tetapi tidak bisa menjelaskan lebih jauh. Makanya lebih baik diungkap di persidangan," beber Kombes Pol. Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (11/3/2014).

Lebih lanjut, Kombes Pol. Rikwanto mengatakan, ada puluhan aliran dana dari rekening Eddies Adelia. Untuk aliran dana lainnya, ada yang pinjaman, ada yang utang piutang. "Makanya lebih baik diungkap di persidangan," imbuhnya.

Eddies Adelia mengungkapkan sejak dirinya menyandang status tersangka dari polisi menjadi serba susah, termasuk dalam urusan makan. "Iya Alhamdulillah (makan) di enak-enakin aja," ujar Eddies Adelia kepada wartawan usai diperiksa selama tujuh jam di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (10/3/2014).

Eddies Adelia diperiksa penyidik Mapolda Metro Jaya selama tujuh jam lamanya hari ini. Lebih dari 10 pertanyaan yang diajukan penyidik yang harus ia jawab. "Alhamdulillah pemeriksaan hari ini lancar, lumayan lelah hari ini. Tadi ada lebih dari 10 pertanyaan," kata Eddies Adelia kepada wartawan usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (10/3/2014).

Eddies Adelia mengaku lelah selama tujuh jam diperiksa dengan menjawab lebih dari 10 pertanyaan dari penyidik kepolisian. "Saya lelah hari ini, enggak sehat. Saya minta doa agar sehat, kuat, sabar, dan ikhlas," harapnya.

Sementara itu, artis yang punya nama asli Ronia Ismawati Nur Azizah itu diperiksa polisi pertama kalinya dengan status tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada Jumat (7/3/2014). Eddies Adelia melanggar Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka, tidak menutup kemungkinan Eddies Adelia akan langsung ditahan oleh pihak kepolisian pada saat pemeriksaan. Namun, salah satu dari penasihat hukum Eddies Adelia, Radhitya Yosodiningrat, kini tengah mengupayakan agar kliennya tidak langsung ditangkap. Pasalnya, Eddies Adelia cukup kooperatif dalam pemeriksaan. "Sampai sekarang kami masih mengupayakan untuk tidak melakukan penahanan. Alasannya apa? Eddies tidak melarikan diri, atau menghilangkan barang bukti, dan tetap kooperatif," kata Radhitya Yosodiningrat di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (10/3/2014).

Penasihat hukum Eddies Adelia lainnya, Ina Rahman, mengatakan jika kliennya tidak akan langsung dipenjara oleh polisi. Ina Rahman yakin Eddies Adelia bersikap kooperatif selama menjalani pemeriksaan. "Alasan penahanan apa? Setiap diminta hadir dia hadir, penahanan enggak bisa diterapkan ke klien kami. Mbak Eddies dianggap sangat kooperatif," cetus pengacara Ina Rahman.

Selain itu, Ina Rahman memberikan jaminan jika Eddies Adelia tidak akan melarikan diri hingga menghilangkan barang bukti.

Saat ditanya kapan Eddies Adelia akan menjalani pemeriksaan lagi, advokat Ina Rahman mengaku belum tahu agenda dari polisi untuk kedepannya.

Jika sebelumnya pemeriksaan Eddies Adelia bisa memakan waktu hampir 11 jam, hari ini advokat Radhitya Yosodiningrat optimis pihaknya bisa cepat selesai. "Sebentar lagi kayaknya. Ini yang bikin lama itu pengecekan angka-angka dalam rekening Eddies," tandasnya.

Eddies Adelia disangka menerima aliran dana Rp 1 miliar dari suaminya, Ferry Ludwankara alias Ferry Setiawan (35) yang telah melakukan penipuan terhadap Apriyadi Malik atas kerja sama distribusi batubara dengan PT. PLN Batubara yang ternyata fiktif alias bodong.

Kronologi peristiwa itu berawal ketika korban atas nama Apriyadi Malik alias AM, menjalin kerja sama pengadaan batu bara untuk PT. PLN Batubara dengan tersangka Ferry Setiawan, pada tanggal 1 Juli 2013.

Perjanjiannya, AM akan menyediakan pendanaannya jika ada permintaan dari pihak PT. PLN Batubara dengan catatan AM mendapatkan keuntungan sebesar Rp 12 ribu per metrik ton. Keuntungan itu akan diberikan setiap pengapalan 7 sampai dengan 10 hari, setelah uang modal itu diserahkan ke tersangka Ferry Setiawan.

Kemudian, sejak tanggal 23 Juli sampai dengan 3 Agustus 2013, Ferry Setiawan melakukan pengiriman batubara ke PT. PLN Batubara sebanyak tujuh kali dengan kuota total 73.057 metrik per ton. AM pun menyerahkan uang modal secara bertahap dengan total Rp 21.208.090.000.

Namun, ketika tujuh kali pengiriman batubara ke PT. PLN Batubara, Ferry Setiawan ternyata tidak memberikan keuntungan sesuai perjanjian di awal dan tidak mengembalikan uang modal milik korban. Selanjutnya, pada tanggal 6 September 2013, Ferry Setiawan membuat surat pernyataan yang isinya akan menyelesaikan permasalahan itu dalam dua tahap. Namun, sampai saat ini tidak ada realisasinya.

Belakangan, Ferry Setiawan diduga telah merekayasa final draft loading untuk menipu korban seakan-akan telah mengirimkan batu bara. Ia diduga melakukan tindak pidana dengan cara membuat akta perjanjian (palsu) untuk meyakinkan korban seolah-olah ada kontrak dengan PT. PLN Batubara untuk pengadaan batubara. Selain itu, dia juga membuat final draft loading yang sudah direkayasa seolah-olah ada pengiriman batubara agar korban mentransfer uang.

Sadar tertipu, korban kemudian membuat laporan polisi tertanggal 24 September 2013, terkait perkara tindak pidana penipuan, penggelapan, dan pencucian uang.

Suami Eddies Adelia, Ferry Ludwankara alias Ferry Setiawan (35) sendiri mendapat sangkaan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan juncto Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. (oke/viv)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.542.013 Since: 05.03.13 | 0.1522 sec