Olah Raga

Brasil Juara Piala Konfederasi FIFA 2013

Tuesday, 02 Juli 2013 | View : 1278

RIO DE JANEIRO-SBN. 

Negeri Samba, Brasil yang pernah lima kali menjadi Juara Piala Dunia pada tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002 secara mengejutkan membenamkan Juara Piala Eropa 2012 sekaligus Juara Piala Dunia 2010, Spanyol, dengan skor telak 3-0 dalam laga final Piala Konfederasi FIFA 2013, di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Senin (1/7/2013) pagi WIB. Kerja sama bagus Neymar da Silva Santos Junior dan Fred di lini serang, kokohnya David Luiz di belakang, dan upaya yang tak kenal lelah dari Paulinho di lini tengah membawa negeri samba mengakhiri rekor 29 kali tak terkalahkan milik tim Matador.

Pada laga stadion Maracana itu, Brasil mengawali laga pergerakan agresif dan mengambil inisiatif serangan terlebih dahulu, striker Fluminense, Fred mengejutkan lini belakang Spanyol. Setelah memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang tim Matador, Fred mampu melepaskan tendangan yang berhasil menghujam gawang Iker Casillas, meskipun sempat terjatuh, namun negeri Samba unggul terlebih dahulu di menit ke-2. Tertinggal satu gol, tim Matador meningkatkan intensitas serangan dengan mendominasi penguasaan bola. Namun, negeri Samba bermain lebih efektif dan mampu menekan pertahanan “La Roja” (Si Merah) lewat skema serangan balik. Justru, Spanyol kembali kebobolan dan Neymar da Silva Santos Junior mampu menaklukkan Iker Casillas setelah lolos dari jebakan off side. Neymar melepaskan tendangan keras dari sudut sempit yang tidak mampu dihalau oleh Iker Casillas dan menggandakan keunggulan Brasil di menit ke-44. Pada babak kedua, “Seleccao” kembali unggul ketika laga baru berjalan dua menit, akhirnya Fred berhasil membobol gawang Iker Casillas dan memastikan kemenangan tiga gol tanpa balas “Seleccao” atas “La Roja” pada menit ke-47.

Pengangkatan kembali pelatih yang membawa negeri Samba menjadi juara pada Piala Dunia 2002, Luiz Felipe Scolari, dianggap tak akan mampu memberikan angin segar bagi sikap pesimistis pendukungnya. Performa Brasil yang tak meyakinkan menjelang turnamen ini dengan hanya merebut dua kemenangan, empat imbang, dan satu kekalahan dari tujuh pertandingan uji coba. Perdebatan tentang pantas atau tidaknya Scolari memimpin tim kini terjawab sudah. Tuan rumah tak terkalahkan dengan menyapu bersih lima kemenangan atas Jepang, Meksiko, Italia, Uruguay, dan tim Matador menjadi buktinya.

Sepanjang gelaran turnamen Piala Konfederasi 2013, Neymar da Silva Santos Junior menjadi tokoh kunci sukses Juara Piala Dunia lima kali tersebut dan kinerja Brasil di final adalah yang terbaik dari semua laga di Piala Konfederasi 2013 tersebut. Negeri Samba merebut gelar juara keempat kalinya serta Brasil membawa pulang gelar juara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut dalam kompetisi yang digunakan FIFA sebagai ajang uji coba untuk Piala Dunia tahun berikutnya. Sepanjang sejarah Piala Konfederasi FIFA, Brasil adalah peraih tiga kali trofi Piala Konfederasi pada tahun 1997, 2005, 2009 dengan menjadi negara yang paling banyak menjuarai Piala Konfederasi sebanyak empat kali. Diposisi kedua ditempati Prancis sebanyak 2 kali, lalu disusul Argentina, Meksiko dan Denmark masing-masing 1 kali menjadi juara. Pada Sejarah Piala Konfederasi FIFA, turnamen antar juara konfederasi ini dilaksanakan setiap satu tahun jelang Piala Dunia berlangsung dan tuan rumah Piala Dunia otomatis menjadi tuan rumah Piala Konfederasi.

Kinerja buruk Tim Spanyol pada laga final itu adalah kelelahan setelah pertandingan yang menguras energi pada kemenangan semifinal atas Italia dalam cuaca panas di Fortaleza, Jumat (28/6/2013) dini hari WIB. Pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque mengatakan menerima kekalahan timnya, akan tetapi menilai tim Samba menunjukkan permainan kurang bersih karena ada 26 pelanggaran. Spanyol sendiri memiliki hadiah hiburan sebagai tim terbaik di ajang Piala Konfederasi 2013. Kegagalan pemain tim Matador, Sergio Ramos saat mengeksekusi penalti di babak kedua dan Gerard Pique diusir saat pertandingan tersisa 20 menit karena menjegal Neymar, rekan baru setimnya di Barcelona. Kekalahan tiga gol tanpa balas itu menjadi yang terbesar bagi Tim Spanyol yang dijuluki sebagai La Furia Roja (Murka Merah) sejak kalah 0-3 dari Wales di kualifikasi Piala Eropa 37 tahun lalu.

Pemain bintang asal negeri Samba tersebut, Neymar, dinobatkan menjadi pemain terbaik dalam Piala Konfederasi. Neymar mencetak empat gol, termasuk satu di laga final, tapi permainannya secara keseluruhan memperlihatkan potensi besarnya sebagai pemain emas Brasil setelah pemain legendaris, Pele. Neymar memulai turnamen dengan gol indah pada laga melawan Jepang. Peraih Bola Emas dalam turnamen pemanasan Piala Dunia 2014 tersebut juga mencetak gol saat melawan Meksiko dan Italia, dan mengakhiri turnamen ini dengan gol yang dahsyat ketika melawan tim yang dijuluki sebagai La Furia Espanola.

Seusai dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Konfederasi dan mengantarkan Brasil meraih juara trofi Piala Konfederasi 2013, Neymar harus menjalani operasi tenggorokan ringan yang akan dilakukan pada Jumat (5/7/2013) sebelum pindah ke Barcelona, Spanyol. “Kegiatan saya selalu terganggu dengan masalah di tenggorokan. Saya akan menjalani operasi kecil untuk membereskan masalah ini,” jelas Neymar seperti dilansir Reuters, Senin (1/7/2013). Tampil impresif di Piala Konfederasi akan menjadi motivasi tersendiri bagi Neymar menghadapi persaingan yang lebih keras di kancah Eropa, yang resmi membela klub asal Catalan, Barcelona berduet di lini serang bersama pemain terbaik dunia, Lionel Messi pada musim 2013-2014. Kepindahan Neymar da Silva Santos Junior dari Santos ke Nou Camp dengan nilai transfer 57 juta euro atau senilai Rp 734 miliar. Neymar da Silva Santos Junior menerima gaji sebesar US$ 4 juta atau Rp 38 miliar per tahun dari Santos. Barcelona akan membayar lebih dua kali lipat, 7 juta euro atau senilai Rp 88,5 miliar per tahun.

Daftar Juara Piala Konfederasi

Tahun   Tuan Rumah                          Juara                 Runner-up

1992    Arab Saudi                              Argentina          Arab Saudi

1995    Arab Saudi                              Denmark           Argentina

1997    Arab Saudi                              Brasil                 Australia

1999    Meksiko                                   Meksiko             Brasil

2001    Korea Selatan dan Jepang      Prancis              Jepang

2003    Prancis                                    Prancis              Kamerun

2005    Jerman                                     Brasil                Argentina

2009    Afrika Selatan                           Brasil                Amerika Serikat

2013    Brasil                                        Brasil                Spanyol

2017    Rusia

(jos/rtr)

See Also

Menpora Kunjungi Unesa Yang Mempunyai Fasilitas Olahraga Lengkap
Menpora Sebut Unesa Jadi Pusat Sports Science Nasional
Taekwondoin Kakak Beradik Tambah Koleksi Medali
Tim Jiti C Rajawali Sakti Tambah Pundi Medali
Bernard Gregory Susilo Rebut Medali Perak Jian Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Bernard Gregory Susilo Raih Perak Qiang Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Berawal Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.009.428 Since: 05.03.13 | 0.2256 sec