Hukum

Eddies Adelia Mangkir Kali Kedua

Tuesday, 04 Maret 2014 | View : 740

JAKARTA-SBN.

Artis yang juga presenter Ronia Ismawati Nur Azizah atau lebih dikenal Eddies Adelia, tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang, terus mangkir dari panggilan polisi dengan alasan sakit. Sampai Senin (3/3/2014) malam, pemeriksaannya sebagai tersangka belum juga bisa dilakukan. "Kami minta ada keterangan. Hambatannya apa kalau tidak hadir," tutur Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol. Rikwanto, kemarin (3/3/2014).

Panggilan itu adalah kali kedua dilayangkan untuk Eddies Adelia. Jumat (28/2/2014) lalu, Eddies Adelia berhalangan hadir dengan alasan sama.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, Eddies Adelia belum memenuhi panggilan pihak kepolisian untuk diperiksa. Eddies Adelia mangkir dalam pemanggilan pertama yang dilayangkan oleh pihak kepolisian, namun pihak kepolisian telah mengirimkan surat panggilan kedua bagi Eddies Adelia, bila juga tak memenuhi panggilan pihak kepolisian, maka Eddies Adelia bisa dijemput paksa oleh penyidik Polri.

Artis film dan sinetron ini, Eddies Adelia terseret kasus tindak pidana penipuan yang dilakukan sang suaminya Ferry Ludwankara alias Ferry Setiawan (35), tersangka penipuan investasi batu bara.

Suaminya dituduh menggelapkan uang senilai Rp 21 miliar dari berbagai pengusaha.

Eddies Adelia diduga menerima aliran dana Rp 1 miliar dari suaminya itu sehingga dijerat Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan ia terancam hukuman lima tahun penjara.

Penetapan status tersangka terhadap artis film dan sinetron Eddies Adelia terkait kasus penipuan oleh suaminya Ferry Ludwankara alias Ferry Setiawan (35), sudah diprediksi sejak lama. Bahkan saat polisi menetapkan status tersangka wanita kelahiran 26 Februari 1979 itu pada Jumat (28/2/2014) pekan lalu, polisi telah menjelaskan bahwa Eddies Adelia dinaikkan statusnya karena telah menerima uang senilai Rp 1 miliar hasil korupsi yang dilakukan suaminya. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto saat berbincang di kantornya, Selasa (4/3/2014). “EA beberapa kali menerima aliran dana dari suaminya kurang lebih Rp 1 m yang patut diduga dari hasil kejahatan suaminya. Nanti kami tanyakan dana yang diterima dibelanjakan kemana saja,” ungkap mantan Wakapolwil Banyumas Kombes Pol. Rikwanto.

Mengenai statusnya yang kini jadi tersangka, Eddies Adelia belum bisa menerimanya. "Kami dizalimi," cetus Eddies Adelia. Eddies Adelia mengaku terpukul dengan kasus yang menjeratnya.

Ia meminta didoakan masyarakat agar ia dan suami bisa melewati cobaan ini. "Saya minta doanya saja," kata Eddies Adelia singkat kepada wartawan.

Lebih lanjut dijelaskan mantan Kapolres Klaten Kombes Pol. Rikwanto, Eddies Adelia bukan hanya sekali menerima aliran dana senilai Rp 1 miliar dari suaminya itu. “Jadi EA telah menerima transfer belasan kali dalam kurun waktu 7 bulan, dan itu yang kami akan kami selidiki. Kan jelas sisa berapa di rekeningnya yang ada,” tambah Kombes Pol. Rikwanto.

Mantan Wakapolwil Banyumas, Kombes Pol. Rikwanto juga belum bisa memastikan apakah Eddies Adelia juga terkait dengan penipuan yang dilakukan oleh suaminya itu. “Semua yang tersangkut aliran dana dari FS kan dipelajari semuanya, apakah aliran dana yang masuk bisnis semata atau ada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” tutup Kombes Pol. Rikwanto.

Diberitakan sebelumnya bahwa sebagai istri Ferry Ludwankara alias Ferry Setiawan (35), Eddies Adelia akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik terkait penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan suaminya. Hingga kini, Ferry Ludwankara alias Ferry Setiawan (35), sendiri masih menunggu waktu persidangannya dan saat ini Ferry Setiawan menjadi tahanan pihak Kejaksaan. (ant/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.529 Since: 05.03.13 | 0.1384 sec